Pages

Tuesday, March 18, 2008

Antara Rintihan Suci dan Rintihan Syaithani

Dalam bahasa arab rintihan suci disebut munajat. Rintihan suci merupakan bahasa batin yang terungkap dalam hati yang paling dalam. Ungkapan hati sering tak sanggup dilafazkan oleh lisan setiap manusia dalam untaian kata-kata dan kalimat.

Kadangkala rintihan hati terungkap akibat penderitaan keluarga, kezaliman dan sikap kasar suami atau isteri. Isteri yang ditinggalkan oleh suaminya karena ia merasa tak layak lagi menjadi pendamping hidupnya, atau tak menggairahkan lagi keinginan syahwatnya. Atau isteri meninggalkan sang suami karena tak pantas lagi menjadi pendamping karirnya karena jabatan yang diraihnya atau karena ada laki-laki lain yang dikaguminya atau dia lebih menggairahkan nafsunya, sementara sang suami tak sanggup memberi kepuasan seksualnya. Saat inilah tak jarang seorang isteri menangis hatinya, merintih batinnya dalam kesendirian di kesunyian malam.

Saat ia ungkapkan rintihan batinnya, ia curahkan air matanya di atas sajadah di ruang mihrabnya di hadapan Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, inilah rintihan suci. Tetapi, jika ia ungkapkan rintihannya, ia teteskan air matanya, ia keluhkan penderitaan batinnya di hadapan manusia, saat itulah ia akan masuk ke dalam perangkap setan. Inilah rintihan syaithani, karena ia akan terjebak oleh perangkap binatang buas yang sedang mencari mangsa.

Mengapa Anda tidak melakukan kiat-kiat yang diajarkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib (sa) saat beliau menjelaskan rahasia ayat kursi? Padahal cara ini, dapat mengembalikan rasa cinta suami-isteri yang sudah pudar. Dan sudah banyak kaum mukminin dan mukminat membuktikan keampuhannya. (Mujarrabat Imamiyah)
Rahasia ayat kursi ini dikenal juga sebagai “Doa Mahabbah” (doa cinta). Doa ini ada di milis Feng Shui Islami ...Klik disini.

Kadangkala rintihan itu terungkap karena sulitnya mencari pasangan yang baik dan ideal. Tak sedikit perempuan atau pria yang menangis batinnya di malam-malam yang sunyi menjelang tidur karena jodoh idamannya tak kunjung tiba. Jika ia bangun dari tidurnya lalu mengambil air wudhu’ lalu shalat, dan membasahi sajadahnya dengan air matanya, mengadukan penderitaan batinya kepada Allah Yang Maha Mendengar segala rintihan hati hamba-Nya, inilah rintihan suci. Tetapi, jika bangun dari tidurnya lalu melamun dan pergi ke tempat-tempat hiburan syaithani untuk kepuasan syahwati, lalu mengungkapkan kegelisahannya di hadapan kekasih syahwatnya, inilah rintihan syaithani. Karena ia telah dikelilingi oleh setan dalam perangkap binatang buas yang sudah lama menunggu mangsanya.

Mengapa Anda tidak melakukan shalat hajat yang khusus lalu shalat istikharah? Bukankah Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa) telah mengajarkan caranya kepada kita? Bukankah cara ini telah dibuktikan keampuhannya oleh orang-orang mukmin dan mukminah?

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa ) pernah berkata: “Jika kamu punya rencana, maka janganlah kamu bermusyawarah dengan siapapun sebelum bermusyawarah dengan Tuhan-Mu.” Sahabatnya bertanya: Bagaimana cara bermusyawarah dengan Tuhanku? Beliau menjawab: “Ucapkan 100 kali Astakhîrullâh, aku memohon pilihan kepada Allah. kemudian barulah bermusyawaralah dengan manusia, dan Allah akan memberikan pilihan kepadamu melalui lisan orang yang dicintai-Nya.” (Biharul Anwar, bab Istikharah)

Adakalanya rintihan itu terungkap akibat penderitaan ekonomi. Bukan karena malas dan berpangku tangan, tapi karena memang sulitnya peluang kerja dan usaha akibat meratanya kezaliman, kerakusan dan penindasan. Tidak jarang orang-orang miskin menangis iba karena kelaparan. Tidak sedikit rakyat kecil menderita karena penindasan. Tidak sedikit di antara mereka mati karena sakit yang tak terobati atau kebutuhan hidup yang tak terjangkau, atau anak-anak mereka putus sekolah karena mahalnya biasa yang tak sanggup mereka pikul. Beban demi beban penderitaan mereka hampir-hampir melumpuhkan pundaknya, menyeret hati mereka pada kemaksiatan dan kekufuran. Saat mereka mengadukan penderitaannya, mengucurkan air matanya di atas sajadah di hadapan Allah Yang Maha Dermawan, dan mengeluhkan beban penderitaannya di depan pemimpin yang adil dan suci, inilah rintihan suci. Tetapi, saat mereka mengemis dan merintih di depan pintu orang kaya yang rakus, mengeluh dan mengadu di depan penguasa yang zalim dan penindas, inilah rintihan syaithani. Karena mereka tak akan terpuaskan keinginannya, dan tak akan tercapai keperluannya. Bahkan sikap ini menghinakan dirinya di hadapan manusia yang rakus dan zalim.

Mengapa kita tidak merintih dan menangis di hadapan Allah Yang Pengasih dan Maha Penyayang, Maha Dermawan dan Maha Bijaksana, Maha Mendengar rintihan dan jeritan hamba-Nya? Padahal Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa) telah mengajari dan membimbing kita cara mencari solusi problem kehidupan, telah membimbing kita cara merintih dan bermunajat yang benar, yang dengannya Allah swt menyayangi kita.

Bukankah Allah swt telah berjanji dalam firman-Nya untuk memenuhi keperluan dan kebutuhan kita? Bukanlah Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa) berjanji akan memberi syafaat dan pertolongan bagi ummat dan pengikutnya? Inti persoalannya adalah keyakinan, yang dunia motivasi dinyatakan sebagai kunci kesuksesan manusia dalam meraih cita-cita.

Marilah kita coba bersama-bersama merintih kepada Allah swt dengan rintihan yang benar sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa). Dengan rintihan yang menembus kabut angkasa luar, merobek tirai-tirai pintu keberkahan bumi, menyobek hijab-hijab pintu keberkahan langit. Sehingga keluarlah keberkahan rizki dari bumi dan turunlah keberkahan dan rahmat dari langit, yang jauh didekatkan, yang sulit dimudahkan, yang sedikit dibanyakkan, dan yang telah memperolehnya diberkahi yang banyak atau yang sedikit.

Biarlah Allah swt yang mengetok pintu hati hamba-Nya yang dermawan dan baik. Tentu Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa) akan memberi syafaat dan pertolongan pada kita dalam rintihan kita. Bukankah kita menyakini: siapakah yang mampu menghalangi jika Allah swt yang memberi, siapa yang mampu menahan jika Allah swt yang mengetok hati hamba-Nya yang dermawan dan baik, dan siapakah yang mampu memberi jika Allah menahannya.

Khusus tentang orang-orang miskin yang menderita karena ekonomi. Ada kisah menarik kita simak bersama, kita ambil pelajaran, lalu kita coba terapkan dalam kehidupan dengan penuh keyakinan. Insya Allah diijabah oleh-Nya, amin yâ Rabbal ‘alamin. Berikut ini kisahnya:

Pada suatu hari Imam Zainal Abidin (sa) menjumpai seseorang sedang duduk meminta-minta di depan pintu manusia. Beliau berkata kepadanya: Celakalah kamu, mengapa kamu duduk di depan pintu manusia ini, orang yang hidupnya suka berfoya-foya dan sombong. Lalu beliau berkata: Bangunlah! Akan aku antarkan kamu ke pintu yang lebih baik darinya, kepada Pemelihara yang jauh lebih dermawan darinya. Kemudian Imam Zainal Abidin (sa) memegang tangannya, mengantarkan sampai ke masjid Nabi saw, dan berkata kepadanya: “Menghadaplah kamu ke kiblat, shalatlah dua rakaat, kemudian angkatlah tanganmu kepada Allah ‘Azza wa Jalla, pujilah Allah, bacalah shalawat; kemudian berdoalah dengan akhir surat Al-Hasyr, enam ayat dari awal surat Al-Hadid, dan dua ayat surat Ali-Imran, kemudian mohonlah kepada-Nya apa yang kamu inginkan. Sungguh tidaklah kamu meminta sesuatu kepada-Nya kecuali Dia pasti akan memberimu.” (Mafâtihul Jinân, kunci-kunci surga)

Cara shalat hajat ini secara lengkap, juga bermacam-macam istikharah dan shalat Istikharah ada di milis “Keluarga Bahagia”, milis “Shalat dan doa”, dan milis “Feng Shui Islami”, linknya berikut ini.

Wassalam
Syamsuri Rifai

Amalan Praktis, bermacam2 shalat sunnah dan doa-doa pilihan, Artikel-artikel Islami dan informasi Islami, klik di sini :
http://syamsuri149.wordpress.com

Amalan praktis, Adab2 dan doa2 pilihan haji dan umroh dilengkapi tek arab, bacaan tek latin dan terjemahan, klik di sini :
http://almushthafa.blogspot.com

Milis artikel2 Islami, macam2 shalat sunnah, amalan2 praktis dan doa-doa pilihan serta eBooknya, klik di sini:
http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia
http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa

Milis Feng Shui Islami, rahasia huruf dan angka, nama dan kelahiran, rumus2 penting lainnya, dan doa2 khusus, klik di sini :
http://groups.google.co.id/group/feng-shui-islami

Bisnis Online Informatika, klik di sini :
http://pengusahaonline.com/?id=Syamsuri

Kerjasama dan pinjaman dana, klik di sini :
http://infor-indo.blogspot.com

Download gratis Mobile Magazine, majalah bermacam2 produk Hp dan elektronik, klik di sini : http://www.mobile-indonesia.com
Ingin kerjasama buka cabang di kota atau daerah Anda, hubungi Redaksi: Jl. Tebet Timur Dalam VII E No. 17 Jakarta Selatan 12820. Phone : 62-21-835.2103.

No comments:

Followers