Content feed Comments Feed
YOUR ADSENSE CODE HERE ... 728 X 90

Allah swt berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6)
-----

Allah swt berfirman:

“Sesungguhnya sekiranya mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu (Muhammad), lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa’: 64)
-----
CahayaBiru.com
Loading...

Primbon Cinta

Posted by Syamsuri Rifa'i Friday, November 13, 2009

Janganlah bersedih dan berduka! Karena hilangnya kehangatan cinta suami-istri, atau karena belum punya pasangan hidup, atau karena diputus cintanya.

Dalam hal ini Islam memberi solusi yang terbaik. Jangan pergi ke dukun atau ke orang pinter, karena Islam melarangnya.

Tidak jarang karena kesibukan suami atau istri, kehangatan cinta menjadi tergantu. Bahkan kadang-kadang berujung pada percekcokan dan perceraian. Jangan bersedih dan jangan khawatir, Islam akan memberi solusi yang terbaik. Kunci utamanya satu: keyakinan yang kuat dan niat yang baik.

Pasang niat yang baik, tanamkan keyakinan yang kuat dalam hati, tawakkal kepada Allah swt. Kemudian lakukan secara istiqamah kiat-kiat berikut ini:

Bacalah Ayat Kursi dengan menghadap ke kiblat, selama tujuh hari. Setiap hari 21 kali, saat terbit fajar, sebelum berbicara dengan siapapun. Sebutkan nama lengkap orang yang diharapkan cintanya di antara dua ‘ayn pada kalimat: Yasyfa’u ….’indahu. Kemudian lanjutkan dan sempurnakan bacaan ayat kursi.

بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد

اَللهُ لاَ اِلَهَ إِلاَّ هُوُ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ. لاَتَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَنَوْمٌ. لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي اْلأَرْضِ. مَن ذَاالَّذِي يَشْفَعُ .... عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ. يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ. وَلاَ يُخِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِن عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَاشَآءَ. وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ. وَلاَ يَؤُدُهُ حِفْظُهُمَا. وَهُو الْعَلِيُّ الْعَظِيْم

Allâhu lâilâha illâ Huwa. Al-Hayyul Qayyûm. Lâ ta’khudzuhu sinatuw wa lâ naum. Lahû mâ fis samâwâti wa mâ fil ardhi. Man dzal ladzî yasyfa`u …. `indahu illâ biidznih. Ya`lamu mâ bayna aydîhim. Wa mâ khalfahum wa lâ yuhîthûna bisyay-in(m) min `ilmihi illâ bimâsyâ’. Wasi`a kursiyyuhus samâwâti wal ardhi. Wa lâ yu’duhû hifzhuhumâ. Wa Huwal `Aliyyul `Azhîm.

Cara doa ini diriwayatkan dari Imam Ali bin Abi Thalib (sa). Telah terbukti keampuhannya dengan syarat untuk mencari ridha Allah swt, bukan untuk kemaksiatan dan dosa. (Mujarrabat Imamiyah: 98). Disebutkan juga dalam kitab Manhâjul ‘Arifîn.


Doa2 haji dan Umroh dilengkapi bacaan bacaan teks latin dan terjemahan:
http://almushthafa.blogspot.com

Amalan praktis dan doa-doa pilihan, download di halaman Islami di:
http://www.tokoku99.com

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://syamsuri149.wordpress.com
http://islampraktis.wordpress.com

Info Usaha dan Bisnis Teskara Group
http://infor-indo.blogspot.com

Doa Cinta Sejati

Posted by Syamsuri Rifa'i

Bagi yang mengharapkan cinta yang sejati, kehabahagiaan dan kedamaian hati, bacalah doa ini secara istiqamah:

بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد
Bismillâhir Rahmânir Rahîm
Allâhumma shalli ‘alâ Muhammad wa âli Muhammad

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya


اَللَّهُمَّ اِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ كُلِّ عَمَلٍ يُوْصِلُنِي اِلَى قُرْبِكَ، وَاَنْ تَجْعَلَكَ أَحَبَّ اِلَيَّ مِمَّاسِوَاكَ، وَاَنْ تَجْعَلَ حُبِّي إِيَّاكَ قَائِدًا اِلَى رِضْوَانِكَ، وَشَوْقِي اِلَيْكَ ذَآئِدًا عَنْ عِصْيَانِكَ، وَامْنُنْ بِالنَّظَرِ اِلَيْكَ عَلَيَّ، وَانْظُرْ بِعَيْنِ الْوُدِّ وَالْعَطْفِ إِلَيَّ، وَلاَتَصْرِفْ عَنِّي وَجْهَكَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ اَهْلِ اْلإِسْعَادِ وَالْخُظْوَةِ عِنْدَكَ يَامُجِيْبُ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allâhumma innî as-aluka hubbaka wa hubba man yu-hibbuk, wa hubba kulli ‘amalin yûshi-lunî ilâ qurbik, wa an taj’alaka ahab-ba ilayya mimâ siwâk, wa an taj’ala hubbî iyyâka qâidan ilâ ridhwânik, wa syawqî ilayka dzâidzan ‘an ‘ishyânik, wamnun binna-zhari ilayka ‘alayya, wanzhur bi’aynil wuddi wal 'athfi ilayy, walâ tashrif ‘annî wajhak, waj’al-nî min ahlil is’âdi wal khuzhwati ‘indaka yâ Mujîbu yâ Arhamar râ-himîn.

Aku memohon cinta-Mu, cinta orang yang mencintai-Mu, dan cinta amal yang membawaku ke samping-Mu. Jadikan Engkau lebih aku cintai daripada selain-Mu. Jadikan cintaku pada-Mu membimbingku pada ridha-Mu. Jadikan kerinduanku pada-Mu mencegahku dari maksiat atas-Mu. Anugerahkan padaku memandang-Mu.Tataplah diriku dengan tatapan kasih sayang. Jangan palingkan wajah-Mu dariku. Jadikan aku di antara penerima anugerah dan karunia-Mu wahai Pemberi Ijabah ya Arhamar rahimin.
(Mafâtihul Jinân, bab 1: 125)


Doa2 haji dan Umroh dilengkapi bacaan bacaan teks latin dan terjemahan:
http://almushthafa.blogspot.com

Amalan praktis dan doa-doa pilihan, download di halaman Islami di:
http://www.tokoku99.com

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://syamsuri149.wordpress.com
http://islampraktis.wordpress.com

Info Usaha dan Bisnis Teskara Group
http://infor-indo.blogspot.com

Cara Pengaruhi Pikiran dan Hati Client dengan Doa

Posted by Syamsuri Rifa'i Wednesday, November 11, 2009

Bagi setiap pencari peluang usaha, bisnis, dan sejenisnya client merupakan pintu utama untuk mencapai kesuksesan. Sukses dan tidaknya seorang pencari peluang usaha dan bisnis bergantung pada kemampuan mempengaruhi pikiran dan hati clientnya.

Saat menghadapi client, memang penampilan, cara bicara dan akhlak sangat dibutuhkan untuk mempengaruhi pikiran dan hatinya. Tapi tidak juga kalah pentingnya pengaruh doa sebelum menghadapi client. Sebagaimana kita yakini bahwa doa punya energi yang sangat kuat untuk dapat mempengaruhi pikiran dan hatinya. Bisa jadi energi doa memancar dalam penampilan, cara bicara, dan akhlak.

Alangkah sempurnanya jika semua itu terpadu menjadi satu kesatuan kekuatan dan energi yang dapat mempengaruhi pikiran dan hati client sehingga dapat tercapai cita-cita dan tujuan yang diinginkan. Caranya:

Pertama: Sebelum Anda memasuki ruangan kantor atau rumah calon client bisnis atau mitra usaha atau orang yang kita punya hajat darinya, kondisikan pikiran dan hati Anda sehingga benar-benar khusuk dan memiliki keyakinan kuat.
Kedua: Bacalah ayat Al-Qur’an berikut ini sebanyak 14 (empat belas) kali dengan khusuk:


بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد

وَلَمَّا دَخَلُوا مِنْ حَيْثُ اَمَرَهُمْ اَبُوْهُمْ مَاكَانَ يُغْنِي عَنْهُمْ مِنَ اللهِ مِنْ شَيْءٍ اِلاَّ حَاجَةً فِي نَفْسِ يَعْقُوْبَ قَضَاهَا، وَاِنَّهُ لَذُوعِلْمٍ لِمَا عَلَّمْنَاهُ وَلَكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لاَيَعْلَمُوْن
Bismillahir Rahmanir Rahim
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ali Muhammad

Wa lammâ dakhalû min haytsu amarahum abûhum mâ kâna yughnî `anhum minallâhi min syay-in illâ hâjatan fî nafsi ya`qûba qadhâhâ, wa innahû ladzû `ilmin limâ `allamnâhu wa lâkinna aktsaran nâsi lâ ya`lamûn.

“Ketika mereka masuk menurut yang diperintahkan ayah mereka, maka (cara yang mereka lakukan itu) tidaklah melepaskan mereka sedikitpun dari takdir Allah, akan tetapi itu hanya suatu keinginan pada diri Ya`qub yang telah ditetapkannya. Dan sesungguhnya dia mempunyai pengetahuan, karena Kami telah mengajarkan kepadanya. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Yusuf: 68).



Doa2 haji dan Umroh dilengkapi bacaan bacaan teks latin dan terjemahan:
http://almushthafa.blogspot.com

Amalan praktis dan doa-doa pilihan, download di halaman Islami di:
http://www.tokoku99.com

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://syamsuri149.wordpress.com
http://islampraktis.wordpress.com

Info Usaha dan Bisnis Teskara Group
http://infor-indo.blogspot.com

Penyebab Facebook Diblokir dan Cara Mengaktifkan

Posted by Syamsuri Rifa'i Saturday, November 7, 2009

Mungkin di antara kita account Facebooknya pernah diblokir. Mungkin ada juga yang sering diblokir. Agar account FB kesayangan kita aman dari blokir, maka kita perlu mengetahui sebab-sebabnya, setidaknya ada 11 penyebab:


1. Tanpa bermaksud “buruk sangka” pada pakar IT, mungkin facebook Anda di hack orang, atau ada yang melaporkan kepada pihak pengelola facebook agar supaya facebook anda di blokir.
2. Terlalu banyak nge-add (nambah) teman dalam satu hari. Pengelola Facebook membatasi add teman dalam satu hari. Batasi add teman agar tidak diblokir.
3. Terlalu banyak colek teman.
4. Terlalu banyak mengirimkan dan menyebarkan link, baik di dinding, pesan, group atau pun pada saat chatting.
5. Terlalu banyak join di group facebook.
6. Link atau tulisan yang Anda kirim bersifat rasis, fitnah, penghinaan, pornografi, dll.
7. Link atau tulisan yang anda kirim, di kirim secara copy paste.
8. Mengiklankan aplikasi facebook di dinding facebook orang lain.
9. Penggunaan nama palsu yang ditujukan untuk kejahatan.
10. Foto profil yang tak sopan misalnya foto porno atau sejenisnya.
11. Kemungkinan karena usianya di bawah 18 tahun.

Cara Mengaktifkan
Jika Anda diblokir segera melapor ke pihak pengelola. Minta segera diaktifkan, biasanya satu minggu diaktifkan kembali, bahkan jika kesalahannya tidak fatal atau bukan kesalahan antara 2-3 hari sudah diaktifkan kembali. Caranya:
Kirim email ke: disabled@facebook.com dengan email yg Anda gunakan di account Facebook Anda.

Sumber:
http://www.tokoku99.com

25 Wasiat Nabi saw tentang Etika Hubungan suami-isteri

Posted by Syamsuri Rifa'i Thursday, November 5, 2009

Hubungan suami-isteri tidak hanya berdampak psikologis pada suami dan isteri, tetapi juga akan berdampak pada mental anak. Jika hubungan tersebut membuahkan keturunan. Karena itu, begitu pentingnya hal ini Rasulullah saw berwasiat kepada manantunya Imam Ali bin Abi Thalib (sa).

LARANGAN
Misalnya, Rasulullah saw melarang melakukan hubungan suami-isteri:
1. Pada awal bulan, tengah bulan, dan akhir bulan, karena hal itu mempercepat datangnya penyakit gila, kusta, dan kerusakan syaraf padanya dan keturunannya.
2. Sambil membayangkan perempuan lain. Karena jika membuahkan dikaruniai anak dapat menyebabkan ia memiliki mental seperti wanita itu dan memiliki gangguan psikologis.
3. Pada akhir bulan Hijriyah. Karena jika hubungan itu membuahkan anak dapat menyebabkan ia bermintal suka bekerjasama dan menolong orang yang zalim, dan menjadi perusak persatuan kaum muslimin. Akhir bulan Hijriyah (tgl 29 atau 30 hijriyah) dalam fiqih yg bersumber dari Ahlul bait Nabi saw disebut sebagai hari Mahaq, makruh hukumnya melangsungkan akad nikah.

ANJURAN
Misalnya Rasulullah saw menganjurkan melakukan hubungan suami-isteri:
1. Pada malam Kamis, karena jika membuahkan anak dapat menyebabkan ia menjadi ahli orang yang ‘alim.
2. Pada malam Jum’at. Karena jika membuahkan janin dapat menyebabkan ia kelak menjadi orang yang orator.
3. Pada hari Jum’at bakdah Ashar. Karena (bila dikaruniai anak) dapat menyebabkan ia menjadi orang yang mudah terkenal dan termasyhur dan ‘alim.
4. Pada malam Jum’at bakdah ‘Isya’. Jika membuahkan keturunan dapat menyebabkan ia kelak menjadi generasi yang saleh, yang meneruskan orang tuanya.

Selengkapnya, silahkan download di:

Doa Mujarrab untuk Memperluas Pintu Rejeki

Posted by Syamsuri Rifa'i

بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد
Bismillâhir Rahmânir Rahîm
Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang
Sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya


أَللَّهُمَّ يَا سَبَبَ مَنْ لاَ سَبَبَ لَهُ، يَاسَبَبَ كُلِّ ذِيْ سَبَبٍ، يَامُسَبِّبَ اْلأَسْبَابِ مِنْ غَيْرِ سَبَبٍ، صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ، وَأَغْنِنِيْ بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ، وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ يَاحَيُّ يَاقَيُّوْمُ، صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ، وَتُبْ عَلَيَّ يَاكَرِيْمُ، وَاغْفِرْلِي يَاحَلِيْمُ، وَتَقَبَّلْ مِنِّي وَاسْمَعْ دُعَآئِي، وَلاَتُعْرِضْ عَنِّي فَإِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ، فَقِـيْرٌ بَيْنَ يَدَيْكَ سَآئِلٌ بِبَابِكَ، وَاقِفٌ بِفِنَآئِكَ، أَرْجُو مِنْكَ وَأَطْلُبُ مَاعِنْدَكَ، وَأَسْتَفْتِحُ مِنْ خَزَآئِنِكَ، سُبْحَانَكَ أَنْتَ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، اَلْجَوَادُ الْكَرِيْمُ، جُدْ عَلَيَّ مِنْ فَضْلِكَ وَتَكَرَّمْ مِنْ رَحْمَتِكَ، وَتُبْ عَلَيَّ يَاسَيِّدِي تَوْبَةً نَصُوْحًا، فإِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ اِلَيْكَ، وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَـيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبيِّ وَآلِهِ الطَّاهِرِيْنَ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allâhumma yâ Sababa man lâ sababa lah(u), yâ Sababa kulli dzî sabab, yâ Musabbibal asbâbi min ghayri sabab, shalli ‘alâ Muhammadin wa ali Muhammad, waghninî bihalâlika ‘an harâmik(a), wa bithâ’atika ‘an ma’shiyatik(a), wa bifadhlika ‘anman siwâka yâ Hayyu yâ Qayyûm, shalli ‘alâ Muhammadin wa ali Muhammad, wa tub ‘alayya yâ Karîm, waghfirlî yâ Halîm, wa taqabbal minnî wasma’ du’âi, walâ tu’ridh ‘annî fainnî ‘abduka wabnu ‘abdika wabnu amatika, faqîrun bayna ya-dayka sâilun bibâbika, wâqifun bifinâik(a), arjû minka wa athlubu mâ ‘indaka, wastaftihu min khazâinik(a). Subahânaka Antallâhu Al-`Azhîmul Halîm, Al-Jawâdul Karîm, jud ‘alayya min fadhlika wa takarram min rahmatik(a), wa tub ‘alayya yâ Sayyidî tawbatan nashûhâ fainnî astaghfiruka wa atûbu ilayka, wa lâ hawla walâ quwwata illâ billâhi Al-’Aliyyul ‘Azhîm, wa shallâhu ‘alâ sayyidinâ Muhammadinin Nabiyyi wa âlihith thâhirîn wa sallama taslîman katsîrâ. Birahmatika yâ Arhamar râhimîn.

Ya Allah, wahai Penyebab yang tak memiliki sebab, wahai Penyebab semua yang memiliki sebab, wahai Penyebab dari semua sebab, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan kayakan aku dengan rizki-Mu yang halal daripada yang Kau haramkan, dengan ketaatan pada-Mu daripada maksiat atas-Mu, dan dengan karunia-Mu daripada selain-Mu ya Hayyu ya Qayyum, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, bukakan pintu taubat bagiku wahai Yang Maha Mulia, ampuni aku wahai yang Maha Bijaksana, terimalah amalku dan dengarlah doaku.
Jangan palingkan wajah-Mu dariku sesungguhnya aku adalah hamba-Mu putera hamba-Mu, aku fakir di hadapan-Mu, aku memohon pada-Mu di pintu-Mu, dan berdiri di halaman-Mu. Aku berharap pada-Mu dan mendambakan apa yang ada di sisi-Mu, aku memohon pada-Mu agar Kau bukakan khazanah-khazanah-Mu.
Maha Suci Engkau, Engkaulah Allah Yang Maha Agung dan Maha Bijaksana, Yang Maha Dermawan dan Maha Penyantun, limpahkan padaku karunia-Mu, muliakan aku dengan rahmat-Mu, yâ Sayyidî Junjunganku bukakan pintu taubat bagiku taubat nashuha (yang sebenarnya), sungguh aku memohon ampun pada-Mu dan bertaubat pada-Mu. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Semoga Allah senantiasa mencurahkan shalawat kepada junjungan kami dan Nabi kami Muhammad dan keluarganya yang suci, dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi.
(Mujarrabat Imamiyah)

Doa2 haji dan Umroh dilengkapi bacaan bacaan teks latin dan terjemahan:
http://almushthafa.blogspot.com

Amalan praktis dan doa-doa pilihan, download di:
http://www.tokoku99.com

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://syamsuri149.wordpress.com

Informasi Peluang usaha dan Bisnis:
http://infor-indo.blogspot.com

Doa untuk Mengatasi Kesulitan

Posted by Syamsuri Rifa'i

بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد

اِلَهِي اَنْتَ الَّذِي قُلْتَ: (قُلِ ادْعُو الَّذِيْنَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُوْنِهِ فَلاَ يَمْلِكُوْنَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلاَ تَحْوِيْلاً) فَيَا مَنْ يَمْلِكُ كَشْفَ الضُّرِّ عَنَّا وَتَحْوِيْلَهُ اِكْشِفْ مَابِي

Bismillâhir Rahmânir Rahîm
Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad

Ilahî Antal ladzî qulta: Qulid’ul ladzîna za’amtum min dûnihî falâ yamlikûna kasyfadh dhurri ‘annakum walâ tahwîlâ. Fayâ may yamliku kasyfadh dhurri ‘annâ wa tahwîlahû iksyif mâbî.

Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Ilahi, Engkaulah yang menyatakan: “Katakan (hai Muhammad) panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, mereka tak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak pula memindahkannya.” (Al-Isra': 56) Wahai Yang Maha Kuasa menghilangkan bahaya dari kami dan memindahkannya, hilangkan bahaya dariku. (Mujarrabat Imamiyah: 115)

Caranya: Doa ini dibaca dalam kondisi sunyi dan dalam keadaan sujud, dibaca berulang-ulang sampai maknanya meresap ke dalam hati.

Doa2 haji dan Umroh dilengkapi bacaan teks latin dan terjemahan:
http://almushthafa.blogspot.com

Amalan praktis dan doa-doa pilihan, download di:
http://www.tokoku99.com/product-islami/e-book.html

Doa Malam Arafah

Posted by Syamsuri Rifa'i Tuesday, November 3, 2009

Doa Malam Arafah adalah doa saat jemaah haji berada pada malam hari di Padang Arafah yaitu tanggal 09 Dzul-Hijjah. Doa ini tidak hanya dibaca oleh jemaah haji tetapi juga dianjurkan bagi semua kaum muslimin.

Dengan doa ini diharapkan kita terjaga dari segala bencana, dan disampaikan oleh Allah swt pada hajat dunia dan akhirat yang kita harapkan. Lebih khusus lagi dengan doa ini kita doakan semoga ibadah haji saudara-saudara kita menjadi haji yang mabrur, diridhai oleh Allah swt, diberi kesehatan, dan diselamatkan dari segala bencana. Berikut ini di antara bagian dari untaian kalimat doa Malam Arafah:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Ya Allah
Wahai Yang Menyaksikan setiap rintihan. Wahai Tumpuan setiap pengaduan
Wahai Yang Mengetahui semua rahasia. Wahai Akhir dari segala keperluan
Wahai Yang Memulai dengan kenikmatan pada semua hamba-Nya
Wahai yang mulia ampunan-Nya. Wahai yang baik maghfirah-Nya
Wahai Yang Maha Dermawan. Wahai Yang dari-Nya tidak tersembunyi kegelapan malam, lautan yang berderu, langit yang berawan tebal dan gelap bercampur badai
Wahai Yang di sisi-Nya gelap menjadi cahaya.

Aku memohon kepada-Mu dengan cahaya wajah-Mu yang mulia, yang bila Kau tampakkan pada gunung ia hancur dan Musa pun jatuh tersungkur.


Dengan asma-Mu yang tersimpan kokoh, yang tertulis dan suci, yang bila berdoa kepada-Mu dengannya Kau ijabahi, dan bila meminta Kau memberi.


Dengan asma-Mu yang suci, yang quddus dan jelas, yang berupa cahaya di atas semua cahaya, cahaya dari cahaya yang menyinari sumua cahaya. Yang jika sampai ke bumi ia terbelah, bila sampai ke langit ia terbuka, dan bila sampai ke arasy ia bergoncang.

Wahai Yang Maha Mengijabah doa
Dengan hak semua nama dan doa yang telah aku sebutkan
Aku memohon kepada-Mu, ampunilah dosa-dosa kami yang lalu dan yang akan datang,
yang kami sembunyikan dan yang kami tampakkan, Engkau lebih mengetahui daripada kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ampunilah dosa-dosa kami dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi.

Wahai Yang Menjaga setiap yang terasing. Wahai Yang Menghibur setiap yang sendirian. Wahai Yang Menguatkan setiap yang lemah. Wahai Yang Menolong setiap yang teraniaya. Wahai Yang Memberi rizki setiap yang terhalangi. Wahai Yang Menghibur setiap yang terhempas. Wahai Yang Menemani setiap musafir. Wahai Yang Menjaga setiap muqimin. Wahai Yang Mengampuni semua dosa dan kesalahan.

Wahai Yang Melindungi setiap yang memohon perlindungan. Wahai Yang Menolong setiap jeritan para pencari pertolongan. Wahai Yang Menghilangkan derita orang-orang yang menderita.Wahai Yang Menggembirakan duka orang-orang yang berduka.
Wahai Yang Menciptakan langit dan bumi. Wahai Akhir tujuan para pengharap.
Wahai Yang Memperkenankan doa orang-orang yang sengsara. Wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi. Wahai Tuhan alam semesta. Wahai Yang Membalas pada Hari Pembalasan.


Wahai Yang Paling Dermawan dari semua yang dermawan. Wahai Yang Paling Mulia dari semua yang mulia. Wahai Yang Maha Mendengar dari semua yang mendengar.
Wahai Yang Maha Melihat dari semua yang melihat. Wahai Yang Maha Kuasa dari semua yang berkuasa.

Ampunilah dosa-dosaku yang merubah kenikmatan
Ampunilah dosa-dosaku yang mewarisi penmyesalan.
Ampunilah dosa-dosaku yang mendatangkan bencana.
Ampunilah dosa-dosaku yang meruntuhkan penjagaan.
Ampunilah dosa-dosaku yang menahan doa.
Ampunilah dosa-dosaku yang menahan turunnya hujan.
Ampunilah dosa-dosaku yang mempercepat kebinasaan
Ampunilah dosa-dosaku yang mendatangkan penderitaan.
Ampunilah dosa-dosaku yang mengelapkan hati.
Ampunilah dosa-dosaku yang mengungkap tirai.
Ampunilah dosa-dosaku yang tiada memaafkannya kecuali Engkau, ya Allah.

Jauhkan dariku setiap akibat buruk dari makhluk-Mu. Jadikan urusanku kebahagiaan bagiku, jalan keluar dan kemudahan. Tanamkan ke dalam dadaku keyakinan pada-Mu,
dan ke dalam kalbuku harapan pada-Mu. Sehingga aku tidak berharap kepada selain-Mu.

Ya Allah
Jagalah daku dan selamatkan daku dalam keadaanku ini. Temani daku pada malam dan siangku, di depan dan di belakangku, di kanan dan kiriku, di atas dan di bawahku.

Mudahkan daku dalam perjalanan. Muliakan daku dengan kemudahan. Jangan hinakan daku dengan kesulitan. Berilah daku petunjuk Wahai Pemberi petunjuk yang terbaik. Jangan biarkan aku sendirian dalam segala urusanku. Karuniakan padaku setiap kebahagiaan.

Kembalikan daku pada keluargaku dengan keberuntungan dan keselamatan yang dihiasi kebahagiaan, cepat atau lambat. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Anugerahkan padaku karunia-Mu. Luaskan bagiku rizki-Mu yang baik. Anugerahkan padaku kekuatan beramal untuk beramal dalam ketaatan pada-Mu. Selamatkan daku dari siksa-Mu dan neraka-Mu. Masukkan daku ke surga-Mu dengan rahmat-Mu ketika aku kembali kepada-Mu.

Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari: hilangnya nikmat-Mu, berubahnya kesalamatan-Mu, datangnya siksa dan azab-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari bala’ yang berat dan kesengsaraan, dari takdir yang buruk dan kejahatan musuh-musuh-Mu, dari keburukan yang datang dari langit dan keburukan yang disebutkan dalam kitab-Mu yang diturunkan kepada Rasul-Mu.

Ya Allah, jangan golongkan aku dengan orang-orang yang buruk dan penghuni neraka. Jangan halangi aku untuk bersahabat dengan orang-orang yang baik. Hidupkan aku dengan kehidupan yang baik. Matikan aku dengan kematian yang baik yang menyusulkan aku pada orang yang baik. Anugerahkan padaku persahabatan dengan para Nabi di tempat yang benar di sisi Penguasa Yang Maha Kuasa.

Ya Allah, segala puji bagi-Mu yang telah membawa mereka pada kebaikan ujian-Mu dan ciptaan-Mu. Segala puji bagi-Mu yang telah membawa mereka pada agama Islam dan mengikuti sunnah Nabi-Mu.

Ya Rabbi, sebagaimana telah Kau tunjuki mereka pada agama-Mu dan Kau ajarkan kepada mereka kitab-Mu, maka tunjuki kami dan ajari kami.

Segala puji bagi-Mu yang telah membawa daku pada kebaikan ujian-Mu dan ciptaan-Mu secara khusus bagiku. Sebagaimana Kau ciptakan daku lalu Kau jadikan aku dengan ciptakan yang baik, Kau ajari daku lalu Kau baguskan pengajaran padaku. Kau tunjuki daku lalu Kau baguskan petunjuk bagiku.
Segala puji hanya milik-Mu puji atas segala nikmat yang telah Kau berikan padaku yang dahulu atau yang baru.

Betapa banyak penderitaan, duhai Junjunganku, yang Engkau bahagiakan.
Betapa banyak kesengsaraan, duhai Junjunganku, yang Engkau hilangkan.
Betapa banyak kesulitan, duhai Junjunganku, yang Engkau lepaskan.
Betapa banyak cobaan, duhai Junjunganku yang Engkau singkirkan.
Dan betapa banyak aib, duhai Junjunganku, yang Engkau rahasiakan.
Segala puji hanya milik-Mu puji dalam segala keadaan, tempat dan waktu, dalam keadaan ini dan segala keadaan.

Ya Allah, jadikan aku tergolong kepada hamba-hamba-Mu yang memperoleh bagian yang paling utama pada hari ini dari:
kebaikan yang Engkau bagikan, atau penderitaan yang Engkau hilangkan.
kesulitan yang Engkau singkirkan, cobaan yang Engkau tolakkan, atau
kebaikan yang Engkau curahkan, rahmat yang Engkau sebarkan
keselamatan yang Engkau bungkuskan.
Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu
Hanya di tangan-Mu semua khazanah langit dan bumi

Engkau Maha Esa, Maha Mulia dan Maha Pemberi. Engkaulah yang tidak menolak orang yang memohon, yang tidak menyia-yiakan orang yang berharap, yang tidak berkurang sedikitpun karunia-Nya karena orang yang mendapatkan, dan tidak akan habis segala yang ada di sisi-Nya. Bahkan bertambah banyak kebaikan-Nya, pemberian dan kedermawanan-Nya.

Karuniakan padaku dari khazanah-khazanah-Mu apa yang tak pernah musnah dan dari rahmat-Mu yang sangat luas. Sesungguhnya pemberian-Mu tidak pernah terhalang. Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu, dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi.
(Mafâtihul Jinân: bab 2, pasal 5)

Tek Arab dan bacaan latin doa ini, juga doa2 haji haji yang lain klik:
http://almushthafa.blogspot.com

Amalan praktis dan doa-doa pilihan, download di:
http://www.tokoku99.com/product-islami/e-book.html

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://syamsuri149.wordpress.com
http://islampraktis.wordpress.com

Info Usaha dan Bisnis Teskara Group
http://infor-indo.blogspot.com




Kiat-Kiat memaknai Haji ke dalam Kehidupan

Posted by Syamsuri Rifa'i Wednesday, October 28, 2009

Semua ibadah di dalam Islam memiliki tujuan untuk menciptakan perubahan yang positif dalam kehidupanan manusia. Misalnya shalat memiliki tujuan sebagaimana yang dikumandangkan di TVRI setiap bakdah adzan Maghrib, yaitu Aqimish shalâta, innash shalâta tanhâ ‘anil fakhsyâi wal-munkar: “Dirikan shalat sesungguhnya shalat itu dapat mencegah yang yang keji dan yang mungkar.” (Al-Ankabut: 45).

Tentu timbul pertanyaan: Mengapa shalat tidak merubah kehidupan sebagian kita?
Jawabannya: Karena kita tidak khusuk, tidak melakukan adab-adabnya, dan tidak memahami rahasia-rahasia shalat. Sehingga shalat kita jadikan sebagai ibadah wajib rutinitas, yang tidak memiliki makna dalam kehidupan kita.

Puasa memiliki tujuan agar orang-orang yang beriman menjadi orang-orang yang takwa.
Takwa berasal dari kata “Wiqayah” yang artinya menjaga. Jadi, takwa adalah menjaga dan mengaktualisasikan serta menciptakan keseimbangan potensi diri: potensi pikir, potensi syahwat, dan potensi marah. Dengan puasa dimaksudkan agar kita dapat merasakan penderitaan dan kesengsaraan orang lain.

Tidaklah dapat dipungkiri bahwa suasana puasa di bulan cukup memberi perubahan kehidupan ruhani kita. Ramadhan dapat mengalirkan suasana dan nuansa baru dalam kehidupan kita dan itu bisa kita rasakan di bulan Ramadhan. Menjelang Idul Fitri, suasana itu semakin meningkat persiapan2 ruhaniah. Yang mampu membantu yang lemah, yang kaya mengeluarkan zakat dan sedekah untuk yang fakir dan miskin. Selain itu, terjadi peningkatan yang segnifikan keinginan untuk bersilaturrahmi. Dan keinginan ini diwujudkan di malam dan hari Idul Fitri. Tapi sayang, suasana ini hilang bersama berlalunya bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

Zakat memiliki tujuan yang fitri dan manusiawi, mensucikan diri dan harta. Dengan kesucian diri dan harta, manusia dapat menjadi orang yang dermawan, membantu yang membutuhkan dan meringankan penderitaan saudaranya.

Mengapa tujuan-tujuan ibadah belum terwujud dalam kehidupan sebagian kita? Mungkin di antara penyebab-penyebabnya kita belum memaknai tujuan ibadah. Mengapa demikian? Semua ini dikarena methode penyampaian materi dengan sistem pengajaran, bukan dengan methode pendidikan dan motivasi.

Sekiranya pengenalan itu disampaikan dengan methode pendidikan, dan methode training motivasi, saya yakin methode ini akan berpengaruh lebih segnifikan ke dalam kehidupan kita. Sebagaimana materi2 training motivasi yang banyak dilakukan oleh lembaga2 motivasi, yang telah berhasil merubah mental para pesertanya.

Dan ini tak kalah pentingnya dalam hal memaknai ibadah haji. Mengapa ibadah haji tidak merubah mental sebagian kita? Mungkin jawabannya karena kebanyakan kita masih memfokuskan pada pelatihan manasik haji dengan methode pengajaran. Tidak menggunakan methode pendidikan dan motivasi.

Sekiranya materi haji, adab-adabnya dan rahasianya disampaikan dengan methode pendidikan dan training motivasi, kemudian materi2 tertentu dilakukan pada even2 penting dalam ibadah haji misalnya di Madinah, Arafah, Mina, dan lainnya, saya yakin ibadah haji itu akan berpengaruh secara segnifikan pada jema’ah haji. Dan insya Allah pengaruh haji itu tidak hanya dirasakan oleh jema’ah, tetapi juga oleh kita bahkan bangsa dan negara. Karena tujuan haji lebih luas dan mencakup tujuan shalat, puasa dan zakat.
Kapankah kita akan memulai methode ini, methode training motivasi? Yakni, menjadikan materi-materi ibadah haji ke dalam materi training motovasi. Dalam methode ini tidak membedakan antara mereka yang cerdas IQnya dan yang tidak cerdas. Karena methode ini tidak melatih pikiran, tetapi melatih dan membimbing ruhani, yang sekarang dikenal dengan melatih “otak kanan”. Mengapa methode ini tidak segera dimulai? Pahahal methode ini telah terbukti keunggulan dan kesuksesannya.

Bukankah belakangan ini kita saksikan banyak lembaga kemersial dan perusahan membuktikan methode ini, untuk merubah mental para karyawannya, yang akhirnya juga menguntungkan secara materi. Methode ini telah diakui keunggulannya di dunia Islam dan dunia barat.

Haji memiliki tujuan yang jauh lebih utama dari tujuan lembaga2 komersial. Jika lembaga-lembaga komerrsial, ukuran kesuksesaannya merubah mental para karyawannya selain keuntungan material, tentu haji memiliki tujuan yang jauh lebih mulia dari semua ini. Jika lembaga-lembaga komersial bisa mencapai tujuannya, mengapa lembaga2 haji belum mencapai tujuan utama haji? Mari kita diskusikan, kita sharing ilmu dan informasi untuk tujuan yang utama dan mulia ini.

Di antara rahasia-rahasia haji adalah:
Pertama: Ka’bah sebagai power energi Kesucian
Kedua: Ka’bah pusat energi Kemerdekaan
Ketiga: Ka’bah Pusat energi Kebangkitan Manusia
Keempat: Ka’bah dan Perlindungan
Perlu kita ketahui bahwa rahasia haji ini termaktub di dalam Al-Qur’an dan hadis.

Doa2 haji dan Umroh dilengkapi bacaan bacaan teks latin dan terjemahan:
http://almushthafa.blogspot.com

Amalan praktis dan doa-doa pilihan, download di:
http://www.tokoku99.com/product-islami/e-book.html

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://syamsuri149.wordpress.com
http://islampraktis.wordpress.com

Info Usaha dan Bisnis Teskara Group
http://infor-indo.blogspot.com




Mengapa ibadah haji tidak bermakna dalam kehidupan pribadi, sosial dan kemasyarakatan, bahkan dalam kenegaraan dan kebangsaan? Mari kita simak dan mengambil pelajaran dari dialog dua tokoh besar. Dialog yang terjadi antara Imam Ali Zainal Abidin (sa) dengan Az-Zuhri di Padang Arafah. Az-Zuhri adalah seorang ulama terkemuka dalam ilmu hadis. Imam Ali Zainal Abidin adalah keluarga Nabi saw yaitu putera Al-Husein cucu Rasulullah saw. Dialog ini saya terjemahkan dari kitab Bihârul Anwar dan kitab Al-Mustadrak. Berikut ini dialognya:

Ali Zainal Abidin (sa) bertanya: Wahai Az-Zuhri, dapatkah kamu menghitung manusia yang ada di sini?
Az-Zuhri menjawab: Aku dapat memperkirakan satu setengah juta, mereka semuanya adalah jema'ah haji, mereka datang kepada Allah dengan harta mereka, mereka berdoa dengan suara yang gemuruh.
Ali Zainal Abidin (sa): Wahai Zuhri, suara gemuruh siapakah yang paling banyak itu dan suara siapa yang paling sedikit?
Az-Zuhri: Semua itu suara gumuruh jema'ah haji.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah kamu mendengar gemuruh suara yang paling sedikit? Wahai Zuhri, dekatkan wajahmu padaku.
Az-Zuhri: Aku dekatkan wajahku kepadanya. Lalu ia mengusapkan tangannya pada wajahku.
Ali Zainal Abidin (sa): Sekarang lihatlah mereka.
Az-Zuhri: Aku memandangi semua manusia, dan aku melihat mereka semuanya adalah kera, aku tidak melihat mereka itu manusia kecuali satu dari setiap sepuluh ribu manusia.
Ali Zainal Abidin (sa): wahai Zuhri, mendekatlah padaku.
Az-Zuhri: Aku mendekat lagi kepadanya. Ia mengusapkan tangannya pada wajahku.
Ali Zainal Abidin (sa): Lihatlah mereka.
Az-Zuhri: Aku memandangi mereka lagi, dan kulihat mereka semuannya babi.
Ali Zainal Abidin (sa): mendekatlah kepadaku.
Az-Zuhri: Aku mendekat lagi kepadanya. Kemudian ia mengusapkan lagi tangannya pada wajahku.
Az-Zuhri: Saat itulah, kulihat mereka semuanya binatang buas, hanya sedikit yang berwujud manusia.
Az-Zuhri: Demi ibuku dan ayahku wahai putera Rasulillah, aku telah dibingungkan oleh tanda-tanda kemuliaanmu dan taajjub dengan keajaibanmu.
Ali Zainal Abidin (sa): Wahai Zuhri, telah kamu saksikan gumuruh dari sekian banyak makhluk itu sedikit yang dari golongan manusia.
Ali Zainal Abidin (sa): Sekarang usapkan tanganmu pada wajahmu.
Az-Zuhri: setelah kuusapkan tanganku pada wajahku, pandangan mataku kembali seperti semula, dan kulihat mereka semuanya manusia.

Ali Zainal Abidin (sa) berkata: "Barangsiapa yang melakukan haji dan mencintai kami Ahlul bait Nabi saw, merubah permusuhannya pada kami, merubah pembinasaan pada dirinya dengan ketaatan kepada kami, kemudian ia hadir ke tempat wuquf ini dengan pasrah pada amanat dan perjanjian kami yang Allah abadikan di Hajar Aswad, maka itulah bagian yang terkecil dari jema'ah haji yang telah kamu lihat. Wahai Zuhri, telah bercerita kepadaku ayahku dari kakekku Rasulullah saw, beliau bersabda: "Tidak akan bermakna haji orang-orang munafik, dan haji orang-orang yang memusuhi Muhammad dan keluarga Muhammad."
(Al-Bihar jld 96, bab 47, hlm 257; Al-Mustadrak 10: 39)

Doa2 haji dan Umroh dilengkapi bacaan bacaan teks latin dan terjemahan:
http://almushthafa.blogspot.com

Amalan praktis dan doa-doa pilihan, download di:
http://www.tokoku99.com/product-islami/e-book.html

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://syamsuri149.wordpress.com
http://islampraktis.wordpress.com

Info Usaha dan Bisnis Teskara Group
http://infor-indo.blogspot.com

Dialog ini terjadi antara Imam Ali Zainal Abidin (sa) dengan Asy-Syibli. Asy-Syibli adalah seorang ulama sufi besar dan terkenal hingga sekarang, khususnya di kalangan para sufi. Imam Ali Zainal Abidin (sa) adalah putera Al-Husein cucu Rasulullah saw. Dialog ini saya terjemahkan dari kitab Al-Mustadrak. Berikut ini dialognya:

Saat pulang ke Madinah usai menunaikan ibadah haji, Asy-Syibli datang kepada gurunya Ali Zainal Abidin (ra) untuk menyampaikan pengalamannya selama menunaikan ibadah haji. Dalam pertemuan itu terjadilah dialog antara seorang guru dengan muridnya.

Ali Zainal Abidin (sa): Wahai Syibli, Anda sudah menunaikan ibadah haji?
Asy-Syibli: Ya, sudah yabna Rasulillah (wahai putra Rasulillah)
Ali Zainal Abidin (sa): Apakah Anda sudah berhenti miqat, kemudian menanggalkan semua pakaian terjahit yang dilarang bagi orang yang menunaikan ibadah haji, kemudian Anda mandi sunnah untuk memakai baju ihram?
Asy-Syibli: Ya, semua sudah saya lakukan.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah ketika berhenti di miqat Anda menguatkan niat, dan menanggalkan semua pakaian maksiat kemudian menggantinya dengan pakaian ketaatan?
Asy-Syibli: Tidak.
Ali Zainal Abidin (sa): Pada saat Anda menanggalkan pakaian yang terlarang itu apakah Anda sudah menghilangkan perasaan riya', munafik, dan semua subhat (yang diragukan hukumnya).
Asy-Syibli: Tidak.
Ali Zainal Abidin (sa): Ketika Anda mandi sunnah dan membersihkan diri sebelum memakai pakaian ihram, apakah Anda juga berniat membersihkan diri dari segala macam noda-noda dosa?
Asy-Syibli: Tidak.
Ali Zainal Abidin (sa): Jika demikian, Anda belum berhenti miqat, belum menanggalkan pakaian yang yang terjahit, dan belum mandi membersihkan diri.
Ali Zainal Abidin (sa): Ketika Anda mandi, berihram dan mengucapkan niat untuk memasuki ibadah haji, apakah Anda sudah menguatkan niat dan tekad hendak membersihkan diri dan mensusikannya dengan pancaran cahaya taubat dengan niat yang tulus karena Allah swt?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah pada saat memakai baju ihram Anda berniat untuk menjauhkan diri dari segala yang diharamkan oleh Allah Azza wa Jalla.
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (ra): Apakah ketika berada dalam ibadah haji yang terikat dengan ketentuan-ketentuan haji, Anda telah melepaskan diri dari segala ikatan duniawi dan hanya mengikatkan diri dengan Allah swt?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Kalau begitu, Anda belum membersihkan diri, belum berihram, dan belum mengikat diri Anda dalam menunaikan ibadah haji.
Ali Zainal Abidin (sa): Bukankah Anda telah memasuki miqat, shalat ihram dua rakaat, kemudian mengucapkan talbiyah?
Asy-Syibli: Ya, semua itu sudah saya lakukan.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika memasuki miqat apakah Anda berniat akan melakukan ziarah untuk mencari ridha Allah swt?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Pada saat melaksanakan shalat ihram dua rakaat, apakah Anda berniat untuk mendekatkan diri kepada Allah swt dengan tekad akan memperbanyak shalat sunnah yang sangat tinggi nilainya?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Jika demikian, Anda belum memasuki miqat, belum mengucapkan talbiyah, dan belum menunaikan shalat ihram dua rakaat.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah Anda telah memasuki Masjidil Haram, memandang Ka'bah dan melakukan shalat disana?
Asy-Syibli: Ya, semua sudah saya lakukan.

Ali Zainal Abidin (sa): Pada saat memasuki Masjidil Haram, apakah Anda bertekad untuk mengharamkan diri Anda dari mengunjing orang-orang islam?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika sampai di kota Mekkah, apakah Anda menguatkan keyakinan bahwa hanya Allah-lah tujuan hidup?
Asy-Syibli: Tidak

Ali Zainal Abidin (sa): Jika demikian, Anda belum memasuki Masjidil Haram, belum memandang Ka'bah, dan belum melakukan shalat di dekat Ka'bah.
Asy-Syibli:

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah Anda sudah melakukan thawaf, dan sudah menyentuh sudut-sudut Ka'bah?
Asy-Syibli: Ya, saya sudah melakukan thawaf.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika thawaf, apakah Anda berniat untuk lari menuju ridha Allah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu?
Asy-Syibli: Tidak.
Ali Zainal Abidin (sa): Jika demikian, Anda belum melakukan thawaf, dan belum menyentuh sudut-sudut Ka'bah.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah Anda sudah berjabatan tangan dengan hajar Aswad, dan melakukan shalat sunnah di dekat Maqam Ibrahim?
Asy-Syibli: Ya, saya sudah melakukannya.

Ali Zainal Abidin (sa): Mendengar jawaban Asy-Syibli, Ali Zainal Abidin (ra) menangis dan memandangnya seraya berkata:
"Ya sungguh benar, barangsiapa yang berjabatan tangan dengan Hajar Aswad, ia telah berjabatan tangan dengan Allah. Karena itu, ingatlah baik-baik wahai manusia, janganlah sekali-kali kalian berbuat sesuatu yang menghinakan martabatmu, jangan menjatuhkan kehormatanmu dengan perbuatan durhaka dan maksiat kepada Allah Azza wa Jalla, jangan melakukan apa saja yang diharamkan oleh Allah swt sebagaimana yang dilakukan orang-orang yang bergelimang dosa.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika berdiri di Maqam Ibrahim, apakah Anda menguatkan tekad untuk berdiri di jalan kebenaran dan ketaatan kepada Allah swt, dan bertekad untuk meninggalkan semua maksiat?
Asy-Syibli: Tidak, saat itu tekad tersebut belum kusebutkan dalam niatku.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika melakukan shalat dua rakaat di dekat Maqam Ibrahim, apakah Anda berniat untuk mengikuti jejak Nabi Ibrahim (sa), dalam shalat ibadahnya, dan kegigihannya dalam menentang bisikansetan.
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Kalau begitu, Anda belum berjabatan tangan dengan Hajar Aswad, belum berdiri di Maqam Ibrahim, dan belum melakukan shalat di dekat Maqam Ibrahim.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah Anda sudah memperhatikan sumur air Zamzam dan minum airnya?
Asy-Syibli: Ya, saya sudah melakukannya.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika memperhatikan sumur itu, apakah Anda mencurahkan semua perhatian untuk mematuhi semua perintah Allah. Dan apakah saat itu Anda berniat untuk memejamkan mata dari segala kemaksiatan.
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Jika demikian, Anda belum memperhatikan sumur air Zamzam dan belum minum air Zamzam.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah Anda melakukan sa'i antara Shafa dan Marwa?
Asy-Syibli: Ya, saya sudah melakukannya.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah saat itu Anda mencurahkan semua harapan untuk memperoleh rahmat Allah, dan bergetar tubuhmu karena takut akan siksaan-Nya?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Kalau begitu, Anda belum melakukan sa'i antara Shafa dan Marwa.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah Anda sudah pergi ke Mina?
Asy-Syibli: Ya, tentu sudah.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah saat itu Anda telah sunggu-sungguh bertekad agar semua manusia aman dari gangguan lidah, hati dan tangan Anda sendiri?
Asy-Syibli: Tidak.
Ali Zainal Abidin (sa): Kalau begitu, Anda belum pergi ke Mina.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah Anda sudah wuquf di padang Arafah? Sudahkah Anda mendaki Jabal Rahmah? Apakah Anda sudah mengunjungi lembah Namirah dan berdoa di di bukit-bukit Shakharat?
Asy-Syibli: Ya, semuanya sudah saya lakukan.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika berada di Padang Arafah, apakah Anda benar-benar menghayati makrifat akan keagungan Allah? Dan apakah Anda menyadari hakekat ilmu yang dapat mengantarkan diri Anda kepada-Nya? Apakah saat itu Anda menyadari dengan sesungguhnya bahwa Allah Maha Mengetahui segala perbuatan, perasaan dan suara nurani?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika mendaki Jabal Rahmah, apakah Anda tulus ikhlas mengharapkan rahmat Allah untuk setiap mukmin, dan mengharapkan bimbingan untuk setiap muslim?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika berada di lembah Namirah apakah Anda punya tekad untuk tidak menyuruh orang lain berbuat baik sebelum terlebih dahulu Anda menyuruh diri Anda berbuat baik? Apakah Anda bertekad tidak melarang orang lain berbuat maksiat sebelum Anda mencegah diri Anda dari perbuatan tersebut?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika Anda berada di bukit-bukit itu, apakah Anda benar-benar menyadari bahwa tempat itu merupakan saksi atas segala kepatuhan kepada Allah swt. Dan Tahukah Anda bahwa bukit-bukit itu bersama para malaikat mencatatnya atas perintah Allah Penguasa tujuh langit dan bumi?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Kalau begitu Anda belum berwuquf di Arafah, belum mendaki Jabal Rahmah, belum mengunjungi lembah Namirah dan belum berdoa di tempat-tempat itu.

Ali Zainal Abidin (sa): Apakah Anda melewati dua bukit Al-Alamain dan menunaikan shalat dua rakaat sebelumnya? Apakah setelah itu Anda melanjutkan perjalanan menuju Muzdalifah, mengambil batu di sana, kemudian berjalan melewati Masy'aril Haram?
Asy-Syibli: Ya, semuanya sudah saya lakukan.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika Anda melakukan shalat dua rakaat, apakah Anda meniatkan shalat itu sebagai shalat Syukur, shalat untuk menyampaikan rasa terima kasih pada malam tanggal 10 Dzulhijjah, dengan harapan agar tersingkir dari semua kesulitan dan mendapat kemudahan?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika melewati dua bukit itu dengan meluruskan pandangan, tidak menoleh ke kanan dan ke kiri, apakah Anda benar-benar bertekad tidak akan berpaling pada agama lain, tetap teguh dalam agama Islam, agama yang hak yang diridhai oleh Allah swt? Benarkah Anda memperkuat tekad untuk tidak bergeser sedikitpun, baik dalam hati, ucapan, gerakan maupun perbuatan?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika berada di Muzdalifah dan mengambil batu di sana, apakah Anda benar-benar bertekah untuk melempar jauh-jauh segala perbuatan maksiat dari diri Anda, dan berniat untuk mengejar ilmu dan amal yang diridhai oleh Allah swt?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Pada saat Anda melewati Masy'aril Haram, apakah Anda bertekad untuk menjadikan diri Anda sebagai keteladan kesucian agama Islam seperti orang-orang yang bertakwa kepada Allah swt?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Kalau begitu, Anda belum melewati Al-Alamain, belum melakukan shalat dua rakaat, belum berjalan menuju Muzdalifah, belum mengambil batu di tempat itu, dan belum melewati Masy'aril Haram.

Ali Zainal Abidin (sa): Wahai Syibli, apakah Anda telah sampai di Mina, telah melempar Jumrah, telah mencukur rambut, telah menyembelih binatang kurban, telah menunaikan shalat di masjid Khaif; kemudian kembali ke Mekkah dan melakukan thawaf ifadhah?
Asy-Syibli: Ya, saya sudah melakukannya.

Ali Zainal Abidin (ra): Setelah tiba di Mina, apakah Anda menyadari bahwa Anda telah sampai pada tujuan, dan bahwa Allah telah memenuhi semua hajat Anda?
Asy-Syibli: Tidak.
Ali Zainal Abidin (sa): Pada saat melempar Jumrah, apakah Anda bertekad untuk melempar musuh Anda yang sebenarnya yaitu iblis dan memeranginya dengan cara menyempurnakan ibadah haji yang mulia itu?
Asy-Syibli: Tidak

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika Anda mencukur rambut, apakah Anda bertekad untuk mencukur semua kehinaan diri Anda sehingga diri Anda menjadi suci seperti baru lahir perut ibu Anda?
Asy-Syibli: Tidak.
Ali Zainal Abidin (sa): Ketika melakukan shalat di masjid Khaif, apakah Anda benar-benar bertekad untuk tidak merasa takut kepada siapaun kecuali kepada Allah swt dan dosa-dosa yang telah Anda lakukan.
Asy-Syibli: Tidak.
Ali Zainal Abidin (sa): Ketika Anda menyembelih binatang kurban, apakah Anda bertekad untuk memotong belenggu kerakusan diri Anda dan menghayati kehidupan yang suci dari segala noda dan dosa? Dan apakah Anda juga bertekad untuk mengikuti jejak nabi Ibrahim (sa) yang rela melaksanakan perintah Allah sekalipun harus memotong leher puteranya yang dicintai?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Ketika Anda kembali ke Mekkah untuk melakukan thawaf ifadhah, apakah Anda berniat untuk tidak mengharapkan pemberian dari siapapun kecuali dari karunia Allah, tetap patuh kepada-Nya, mencintai-Nya, melaksanakan perintah-Nya dan selalu mendekatkan diri kepada-Nya?
Asy-Syibli: Tidak.

Ali Zainal Abidin (sa): Jika demikian, Anda belum mencapai Mina, belum melempar Jumrah, belum mencukur rambut, belum menyembelih kurban, belum melaksanakan manasik, belum melaksanakan shalat di masjid Khaif, belum melakukan thawaf ifadhah, dan belum mendekatkan diri kepada Allah swt. Karena itu, kembalilah ke Mekkah, sebab Anda sesungguhnya belum menunaikan ibadah haji.

Mendengar penjelasan Ali Zainal Abidin (sa), Asy-Syibli menangis dan menyesali kekurangannya yang telah dilakukan dalam ibadah haji. Sejak itu ia berusaha keras memperdalam ilmu Islam agar pada tahun berikutnya ia dapat menunaikan ibadah haji secara sempurna. (Al-Mustadrak 10: 166)

Doa2 haji dan Umroh dilengkapi bacaan bacaan teks latin dan terjemahan:
http://almushthafa.blogspot.com

Amalan praktis dan doa-doa pilihan, download di:
http://www.tokoku99.com/product-islami/e-book.html

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://syamsuri149.wordpress.com
http://islampraktis.wordpress.com

Info Usaha dan Bisnis Teskara Group
http://infor-indo.blogspot.com




Mengapa Gagal dan Stress?

Posted by Syamsuri Rifa'i Tuesday, October 27, 2009

Orang yang salah berpikir tentu ia akan salah langkah. Salah langkah tentu ia akan gagal. Mengapa kegagalan menyebabkan kita stress, kecewa, dan putus asa ? Karena kita telah dikuasai oleh pikiran negatif. Sehingga hilanglah semangat, tekad dan keyakinan.

Padahal tak ada seorang pun yang bisa membantah bahwa keyakinan adalah kunci utama kesuksesan dalam segala bidang usaha dan cita-cita.

Jika kita ingin sukses, kita harus memiliki keyakinan yang kuat, semangat yang smart. Memiliki ilmu dan langkah-langkah jitu untuk mencapai harapan yang dicita-citakan.

Keyakinan dan semangat juga belum cukup. Sebagai seorang mukmin kita harus memiliki keyakinan yang kuat bahwa doa punya pengaruh yang sangat kuat untuk mengantarkan kita ke pintu gerbang kesuksesan. Telah diakui oleh para pakar motivasi bahwa doa dapat mengalirkan energi yang dahsyat sehingga kita memiliki kekuatan dan semangat yang benar-benar baru untuk menggapai harapan, dan sekaligus melumpuhkan pengaruh-pengaruh energi negatif yang menghalangi kesuksesan.

Allah swt menyatakan dalam firman-Nya :
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah (mengoptimalkan potensi diri), niscaya Dia akan mengkaruniakan solusi baginya, dan memberikan kepadanya rejeki yang tak terduga-duga.” (Ath-Thalaq/65: 2-3)

Takwa artinya menjaga, menciptakan keseimbangan dan mengoptimalkan tiga potensi diri. Yaitu potensi: pikir, syahwat (daya tarik), dan marah (daya tolak). Di sinilah kunci kesuksesan manusia dalam segala bidang.

Doa2 haji dan Umroh dilengkapi bacaan bacaan teks latin dan terjemahan:

Amalan praktis dan doa-doa pilihan, download di:

Wassalam
Syamsuri Rifai

Info Usaha dan Bisnis Teskara Group




Kiat Hilangkan Stress dan Gapai Sukses

Posted by Syamsuri Rifa'i

Sebagai pengantar untuk memasuki kiat-kiat ini, saya akan kutipkan hasil penelitian para ahli Fisika Kuantum:
Pierre Franckh (Jerman) menyebutkan dalam bukunya “Law of Resonance”:
Melalui gelombang elektrik dan magnet yang dipancarkan oleh hati, keyakinan kita mengalami perubahan timbal-balik dengan dunia nyata.

Penelitian yang dilakukan oleh HearthMath Institute menunjukkan seberapa besar energi yang dipancarkan itu.
• Daya sinar elektrik dari hati (EKG) mencapai hingga 60 kali lebih kuat daripada sinyal elektrik yang dihasilkan oleh otak (EEG)
• Medan magnit dari hati bahkan 5.000 kali lebih kuat daripada yang ditimbulkan oleh otak.

Islam mengajarkan kepada kita kiat-kiat yang ampuh untuk menghilangkan stress, menciptakan suasana baru dalam pikiran dan hati kita. Sehingga kita memiliki energi dan kekuatan yang baru untuk mencapai sukses. Kiat-kiat itu antara lain:

Pertama: Usahakan berada dalam kondisi suci dari hadas.
Kedua: Usahakan dan biasakan bersedekah/berinfak sesuai kemampuan dengan niat yang ikhlas, khususnya saat memberikan.
Ketiga: Lakukan khalwat/’uzlah/meditasi setiap hari setidaknya antara 10 menit hingga satu jam. Tujuannnya merenungi dan mengevaluasi diri. Kiat ini sangat efektif untuk memperkuat energi golombang resonansi kita
Keempat: Lakukan shalat Istighfar. Caranya klik disini
Membaca istighfar sebanyak 71 kali, kemudian akhiri dengan membaca tasbih sembilan kali. Lakukan kiat ini dengan khusuk dan fokus sehingga benar-benar dapat dirasakan gelombang resonansinya.
Kelima: Setelah benar-benar hati kita khusuk dan fokus, maka bacalah salah satu Asmaul Husna sesuai dengan hajat dan kebutuhan kita. Misalnya untuk taubat: Ya Ghaffâr dan Ya Tawwâb. Perlindungan: Ya Jabbâr dan Ya Qahhâr. Untuk ilmu: Ya’Alim ya Khabîr. Untuk Rizki: Ya Fattâh, ya Wahhâb, ya Razzâq, ya Mughnî.
Keenam: Kemudian bacalah doa sesuai dengan hajat Anda. Atau berdoalah dengan bahasa kita sendiri dalam kondisi sujud dan khusuk.

Petunjuk dari Imam Ali bin Abi Thalib (sa)
Untuk menjawab pengaduan orang yang ingin punya keturunan, Imam Ali bin Abi Thalib (sa) menyatakan: “Jika kamu ingin punya keturunan, berwudhu’lah secara sempurna, kemudian lakukan shalat dua rakaat secara baik. Setelah shalat sujudlah sambil membaca Istighfar sebanyak 71 kali, kemudian membaca doa …

Selanjutnya beliau berkata:
“Allah pasti memperkenankan keinginanmu, dan kamu jangan ragu dalam hal ini. Aku menyuruh kamu bersuci karena Allah swt berfirman: “Dia mencintai orang-orang yang bersuci.” (Al-Baqarah: 222); aku perintahkan kamu melakukan shalat, karena aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika Dia melihatnya dalam keadaan sujud dan ruku’; aku perintahkan kamu beristighfar karena Allah swt berfirman: “Berisighfarlah kamu kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu..” (Nuh: 10-11); dan Allah swt berfirman kepada Nabi-Nya: “Jika kamu beristighfar untuk mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan mengampuni mereka,” karena itu aku perintahkan kamu melebihi tujuh puluh kali.” (Mafatihul Jinan)




Doa2 haji dan Umroh dilengkapi bacaan bacaan teks latin dan terjemahan:

Amalan praktis dan doa-doa pilihan, download di:

Wassalam
Syamsuri Rifai

Info Usaha dan Bisnis Teskara Group


Kisah Alam Barzakh: Hutang dan Siksa Kubur

Posted by Syamsuri Rifa'i Sunday, October 25, 2009

Kisah ini adalah kisah Sayyid Ali seorang yang mulia alim dan wara'. Dia adalah putera seorang ulama besar, seorang faqih (seorang mujtahid) yang mulia, teladan dalam perjalanan ruhani Al-Amir Sayyid Hasan bin Al-Amir Sayyid Muhammad Baqir bin Al-Amir Ismail Al-Isfahani. Ia berkisah sebagai berikut:

Setelah ayahku Allamah (orang yang sangat alim) meninggal, aku tinggal di Masyhad (Iran), sibuk menuntut ilmu. Sampai sekarang aku tidak banyak tahu tentang urasan ayahku secara detail, yang tahu adalah saudara-saudaraku. Setelah tujuh bulan dari wafatnya ayahku ibuku meninggal, dan jenazahnya dibawa dan dikuburkan di Najef (Irak).

Tidak lama kemudian aku bermimpi: seolah-olah aku duduk di rumahku. Ketika ayahku masuk, aku berdiri dan mengucapkan salam, kemudian ia duduk di depanku, dan menyapaku dengan lemah lembut, dan aku tahu bahwa ia telah meninggal.
Lalu aku bertanya: Bukankah ayah meninggal di Isfahan?
Ayahku menjawab: Ya, tapi mereka memindahkan aku ke Najef, dan aku sekarang tinggal di sana.
Aku bertanya: Ibu di dekat ayah?
Ayahku menjawab: Tidak
Aku bertanya: Ibu tidak tinggal di Najef?
Ayahku menjawab: Ya, tapi di tempat yang lain.
Aku baru tahu bahwa tempat tinggal orang yang alim lebih mulia dari orang yang tidak alim.
Kemudian aku bertanya tentang keadaannya.
Ayahku menjawab: Dahulu aku kuburku kesempitan, dan sekarang Alhamdulillah dalam keadaan yang baik, kesempitan dan himpitan itu menghilang dariku.

Aku heran atas kejadian itu, dan dengan heran aku bertanya: Ayah dalam kesempitan?
Ayahku menjawab: Ya, karena Haji Ridha bin A`a Babasy Syahir menagihku, dan itu yang menyebabkan keburukan keadaanku.
Aku bertambah heran, lalu aku terbangun dari tidurku dalam keadaan takut dan heran. Kemudian aku mengirim surat kepada saudaraku tentang wasiat ayahku dalam mimpiku. Dalam suratku aku bertanya, apakah ayah punya hutang kepada orang tersebut, atau tidak? Ia membalas suratku, dalam suratnya saudaraku mengatakan: Aku sudah membuka buku harian ayah, tapi aku tidak menemukan nama orang tersebut; lalu aku mengirim surat lagi untuk kedua kalinya, agar menanyakan langsung kepada orang yang bersangkutan. Lalu saudaraku menjawab suratku: setelah aku tanya pada orang tersebut ternyata benar ayahku pernah berutang kepadanya.

Orang tersebut berkata: Ya, ayahmu punya hutang kepadaku sebesar delapan belas Tuman (mata uang Iran), dan tidak ada seorang pun yang tahu kecuali Allah. Setelah wafatnya aku pernah bertanya kepadamu: apakah namaku ada dalam daftar buku harian ayahmu, kamu menjawab tidak ada. Aku kecewa dan hatiku terasa sesak, karena aku pernah meminjamkan uang padanya tanpa bukti secarik kertas, dan aku yakin ia tidak mencatat dalam buku hariannya, kemudian saat itu aku pulang dengan hati yang kecewa.

Kemudian saudaraku berkata kepadanya bahwa aku bermimpi hal itu, dan akan membayarkan hutang ayahku. Kemudian orang tersebut berkata: Karena berita dari saudaramu ini, sekarang hutangnya aku relakan dan aku ikhlaskan.
Kisah ini dikutip oleh Syeikh An-Nuri (ra) dalam kitabnya Dar As-Salam 2: 164.

Doa2 haji dan Umroh dilengkapi bacaan bacaan teks latin dan terjemahan:

Amalan praktis dan doa-doa pilihan, download di:

Wassalam
Syamsuri Rifai

Info Usaha dan Bisnis Teskara Group
http://infor-indo.blogspot.com

Munajat Para Pensyukur Nikmat

Posted by Syamsuri Rifa'i Thursday, October 22, 2009

بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد
Bismillahir Rahmânir Rahîm
Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya


اِلهي اَذْهَلَني عَنْ اِقامَةِ شُكْرِكَ تَتابُعُ طَوْلِكَ، وَاَعْجَزَني عَنْ اِحْصاءِ ثَنائِكَ فَيْضُ فَضْلِكَ، وَشَغَلَني عَنْ ذِكْرِ مَحامِدِكَ تَرادُفُ عَوائِدِكَ، وَاَعْياني عَنْ نَشْرِ عَوارِفِكَ تَوالي اَياديكَ
Ilâhî ad-halanî ‘an iqâmati syukrika tatâbu’u thawlika, wa a’jzanî ‘an ihshâi tsanâika faydhu fadhlika, wa syaghalanî ‘an dzikri mahâmidika tarâdufu ‘awâidika, wa a’yânî ‘an nasyri ‘awârifika tawâlî ayâdîka.

Tuhanku
Runtunan karunia-Mu telah melengahkan aku
untuk benar-benar bersyukur pada-Mu
Limpahan anugerah-Mu telah melemahkan aku
untuk menghitung pujian atas-Mu
Iringan ganjaran-Mu telah menyibukkan aku
untuk menyebut kemuliaan-Mu
Rangkaian bantuan-Mu telah melalaikan aku
untuk memperbanyak pujian pada-Mu

وَهذا مَقامُ مَنِ اعْتَرَفَ بِسُبُوغِ النَّعْماءِ وَقابَلَها بِالتَّقْصيرِ، وَشَهِدَ عَلى نَفْسِهِ بِالاِْهْمالِ وَالتَّضْييعِ، وَاَنْتَ الرَّؤوفُ الرَّحيمُ الْبَّرُ الْكَريمُ، الَّذي لا يُخَيِّبُ قاصِديهِ وَلا يَطْرُدُ عَنْ فِنائِهِ امِليهِ
Wa hâdzâ maqâmu mani’tarafa bisbûghin na’mâi wa qâbilihâ bit-taqshîr, wa syahida ‘alâ nafsihi bil-ihmâli wat-tadhfsihi bil-ihmâli wat-tadhyî’, wa Antar raûfur rahîm al-barrul karîm, alladzî lâ yukhayyibu qâshidîhi wa lâ yathrudu ‘an finâihi âmilihi.

Inilah tempat orang yang mengakui limpahan nikmat
tetapi membalasnya tanpa terima kasih
yang menyaksikan kelalaian dan kealpaan dirinya
Padahal Engkau Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Mahabaik dan Maha Pemurah
Yang tak kan mengecewakan pencari-Nya
Yang tak kan mengusir dari sisi-Nya pendamba-Nya

بِساحَتِكَ تَحُطُّ رِحالُ الرّاجينَ، وَبِعَرْصَتِكَ تَقِفُ امالُ الْمُسْتَرْفِدينَ، فَلا تُقابِلْ امالَنا بِالتَّخْييبِ وَالاِْياسِ، وَلا تُلْبِسْنا سِرْبالَ الْقُنُوطِ وَالاِْبْلاسِ
Bisâhatka tahuththu rihâlur râjîn, wa bi’arshatika taqifu âmâlul mustarfidîn, falâ tuqâbil âmâlanâ bit-takhyîbi wal-iyâsi, walâ tulbisnâ sirbâlal qunûthi wal-iblâsi.

Di halaman-Mu singgah kafilah pengharap
Di serambi-Mu berhenti dambaan para pencari karunia
Janganlah membalas harapan kami dengan kekecewaan dan kepu¬tusasaan
Janganlah menutup kami dengan jubah keprihatinan dan keraguan

اِلهي تَصاغَرَ عِنْدَ تَعاظُمِ الائِكَ شُكْري وَتَضاءَلَ في جَنْبِ اِكْرامِكَ اِيّايَ ثَنائي وَنَشْري، جَلَّلَتْني نِعَمُكَ مِنْ اَنْوارِ الاْيمانِ حُلَلاً، وَضَرَبَتْ عَلَيَّ لَطائِفُ بِرّكَ مِنَ الْعِزِّ كِلَلاً، وَقَلَّدَتْني مِنَنُكَ قَلائِدَ لا تُحَلُّ، وَطَوَّقَتْني اَطْواقاً لا تُفَلُّ
Ilâhî tashâghara ‘inda ta’âzhumil aika syukrî wa tadhâala fî janbi ikrâmika iyyâya tsânâî wa nasyrî, jallatnî ni’amuka min anwâril îmâni hulalâ, wa dharabat ‘alayya lathâifu birrika minal ‘izzi kilalâ, wa qalladatnî minanuka qalâida lâ tahullu, wa thawwaqatnî athwâqan lâ tufallu.

Ilahi
Besarnya nikmat-Mu mengecilkan rasa syukurku
Memudar, di samping limpahan anugerah-Mu, puji dan san¬jungku
Karunia-Mu yang berupa cahaya iman menutupku dengan pakaian kebesaran
Curahan anugerah-Mu membungkusku dengan busana kemuliaan
Pemberian-Mu merangkaikan padaku kalung yang tak terpecahkan
dan melingkari leherku dengan untaian yang tak teruraikan

فَآلاؤُكَ جَمَّةٌ ضَعُفَ لِساني عَنْ اِحْصائِها، وَنَعْماؤُكَ كَثيرَةٌ قَصُرَ فَهْمي عَنْ اِدْراكِها فَضْلاً عَنِ اسْتِقْصائِها، فَكَيْفَ لي بِتَحْصيلِ الشُّكْرِ وَشُكْري اِيّاكَ يَفْتَقِرُ اِلى شُكْر، فَكُلَّما قُلْتُ لَكَ الْحَمْدُ وَجَبَ لِذلِكَ اَنْ اَقُولَ لَكَ الْحَمْدُ
Fa-alâuka jammatun dha’ufa lisânî ‘an ihshâihâ, wa na’mâuka katsîratn qashura ‘an idrâkihâ fadhlan ‘anistiqshâihâ. Fakayfalî bitahshîlisy syukri wa syukrî iyyâka yaftaqiru ilâ syukrin, fakullamâ qultu lakal hamdu wajaba lidzâlika an aqûla lakal hamdu.

Anugerah-Mu tak terhingga
sehingga kelu lidahku menyebutkannya
Karunia-Mu tak berbilang
sehingga lumpuh akalku memahaminya
apatah lagi menentukan luasnya

Bagaimana mungkin aku berhasil mensyukuri-Mu
karena rasa syukurku pads-Mu memerlukan syukur lagi
Setiap kali aku dapat mengucapkan: Bagi-Mu pujian
saat itu juga aku terdorong mengucapkan: Bagi-Mu pujian

اِلهي فَكَما غَذَّيْتَنا بِلُطْفِكَ وَرَبَّيْتَنا بِصُنْعِكَ فَتَمِّمْ عَلَيْنا سَوابِـغَ النِّعَمِ وَادْفَعْ عَنّا مَكارِهَ النِّقَمِ، وَآتِنا مِنْ حُظُوظِ الدّارَيْنِ اَرْفَعَها وَاَجَلَّها عاجِلاً وَآجِلاً، وَلَكَ الْحَمْدُ عَلى حُسْنِ بَلائِكَ وَسُبُوغِ نَعْمائِكَ حَمْداً يُوافِقُ رِضاكَ، وَيَمتَرِى الْعَظيمَ مِنْ بِرِّكَ وَنَداكَ، يا عَظيمُ يا كَريمُ بِرَحْمَتِكَ يا اَرْحَمَ الرّاحِمينَ

Ilâhî fakamâ ghadzdzaytanâ biluthfika wa rabbaytanâ bishun’ika fatammim ‘alaynâ sawâbighan ni’ami, wadfa’ ‘annâ makârihan niqami, wa âtinâ min huzhûzhid dârayni arfa’ahâ ‘âjilan wa âjilan. Lakal hamdu ‘alâ husni balâika wa subûghi na’mâika hamdan yuwâfiqu ridhâka, wa yamtaril ‘azhîma min birrika wa nadâka, yâ ‘azhîmu yâ karîm, birahmatika yâ Arhamar râhimîn.

Ilahi
Sebagaimana Engkau makmurkan kami dengan karunia-Mu
dan memelihara kami dengan pemberian-Mu
Sempurnakan bagi kami limpahan nikmat-Mu
Tolakkan dari kami kejelekan azab-Mu
Berikan pada kami, di dunia dan akhirat,
yang paling tinggi dan paling mulia lambat atau segera

Bagi-Mu pujian atas keindahan ujian-Mu dan limpahan kenikmatan-Mu
Bagi-Mu pujian yang selaras dengan ridha-Mu
yang sepadan dengan kebesaran kebajikan-Mu
Wahai Yang Maha Agung, Wahai Yang Maha Pemurah Dengan rakhmat-Mu
Ya Arhamar-Rahimin, Wahai Yang Paling Pengasih dari semua yang mengasihi

Munajat ini adalah munajat ke 6 dari l5 munajat Imam Ali Zainal Abidin (sa), salah seorang cucu Rasulullah saw. (kitab Mafatihul Jinan, kunci-kunci surga)

Doa2 haji dan Umroh dilengkapi bacaan bacaan teks latin dan terjemahan:
http://almushthafa.blogspot.com

Amalan praktis dan doa-doa pilihan, download di:
http://www.tokoku99.com/product-islami/e-book.html

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://syamsuri149.wordpress.com
http://islampraktis.wordpress.com

Pengunjung:


Berlangganan Amalan dan Doa via email, ketik Email Anda di sini

Partisipasi Dakwah

Jika Bapak/Ibu berkenan berpartisipasi untuk pengembangan dakwah kami, maka donasi (infak) bisa ditransfer ke no Rek BCA: 5770097128. KCP Taman Galaxi, Bekasi. Atas nama: Syamsuri Rifai. Konfirmasi ke Hp: 0818976468.

Semoga Allah swt membalasnya dengan yang terbaik dari sisi-Nya.

Google Groups
Kunjung/Gabung ke Keluarga Bahagia
Email:
Google Groups
Kunjung/Gabung ke Feng-Shui-Islami
Email:

About Us

My Photo
Syamsuri Rifa'i
Pengasuh Majlis Pengajian Alfusalam, Jl. Imam Bonjol-Jakarta Pusat. Hp: 0818976468.
View my complete profile

Followers