Pages

Monday, December 10, 2007

Kiat-kiat Mengetahui dan mencapai hajat melalui mimpi

Sebelum memasuki pembicaraan tentang mimpi, saya akan jelaskan tentang kemampuan manusia untuk mengenal atau mengetahui apa yang akan terjadi. Mengetahui apa yang akan terjadi ada dua macam:

Pertama: Mengenal atau mengetahui melalui pikiran, prediksi pikiran. Pengenalan ini dalam Islam dikenal sebagai ilmu hushuli atau pengenalan konseptual.

Kedua: Mengenal atau mengetahui melalui hati dan perasaan. Dalam Islam ilmu ini dikenal dengan sebagai ilmu hudhuri atau ilmu ladunni seperti ilmu Nabi Hidhir (as). Kita mengetahui apa yang akan terjadi bisa terjadi dalam keadaan sadar dan ada kalanya melalui mimpi. Ada kalanya hal ini terjadi tanpa direncanakan atau diniatin, dan ada kalanya memang direncanakan dan diniatin yakni melakukan kiat-kiat sebelumnya.

Tentang pengenalan dan pengetahuan apa yang akan terjadi disebutkan dalam hadis yang masyhur:
Rasulullah saw bersabda: “Takutlah kamu terhadap terhadap firasat orang mukmin, karena ia melihat dengan cahaya Allah.” Dalam hadis ini ditegaskan bahwa orang mukmin mengetahui apa yang akan terjadi dengan cahaya Allah swt.

Rasulullah saw juga bersabda dalam hadis yang masyhur: “Sekiranya tidak ada hijab dalam dirimu, niscaya kamu akan melihat apa yang aku lihat, dan mendengar apa yang aku dengar…”

Hijab-hijab atau tirai-tirai batinlah yang sebenarnya menghalangi kita untuk mengetahui apa yang akan terjadi. Rasulullah saw mengetahui apa yang terjadi secara pasti kebenarannya, sementara pengetahuan kita tentangnya bersifat remang-remang, tidak jelas dan tidak pasti. Jiwa dan hati seperti cermin, semakin bersih akan semakin terang dan jelas.

Mimpi adalah sesuatu yang dilihat oleh setiap manusia dalam tidurnya, dan mimpi pasti dialami oleh setiap manusia. Semakin bersih hati dan jiwa seseorang akan semakin terang dan jelas mimpi dalam cerminnya.

Islam membagi mimpi ada dua macam: mimpi yang dusta dan mimpi yang benar. Apakah mimpi itu dusta atau benar bergantung pada kondisi jiwa, hati dan pikiran kita sebelum tidur atau waktu-waktu kita bermimpi.

Mimpi yang benar dialami oleh Rasulullah saw dan orang-orang suci. Bahkan tidak sedikit wahyu diterima oleh Rasulullah saw melalui mimpinya. Dan mimpi yang dusta banyak dialami oleh kita. Mimpi yang dusta artinya mimpi yang tidak sesuai atau tidak menjadi kenyataan.

Mimpi juga ada yang menyenangkan dan ada yang menakutkan. Kedua mimpi ini ada kalanya menjadi kenyataan, itu mimpi yang benar. Dan ada kalanya tidak menjadi kenyataan, itulah mimpi yang dusta.

Mimpi yang benar adalah manifestasi bahwa diri manusia mampu melintas alam yang tak terikat dengan ruang dan waktu. Dalam mimpinya manusia dapat berkomukasi dengan orang yang ada di alam Barzakh atau alam kubur, misalnya seseorang bisa mimpi berjumpa dan berkomunikasi dengan orang tuanya yang sudah meninggal. Seseorang juga mimpi berada di suatu tempat yang sebelumnya tidak dikenal. Ada juga orang tertentu mimpi berjumpa dengan Rasulullah saw dan orang-orang suci. Bahkan ia mendapat informasi darinya tentang hajat yang ia cita-citakan.

Dalam kitab Mujarrbat Imamiyah disebutkan: Barangsiapa punya urusan yang penting, urusan ukhrawi atau duniawi; dan urusan itu sangat sulit dicapainya, maka lakukan kiat-kiat berikut:
Caranya:
1. Tinggalkan selama 7 hari makanan hewani dan segala yang berasal dari hewan (termasuk telur, susu, minyak samin dsb.)

2. Carilah tempat yang sunyi untuk khalwat atau meditasi.
3. Dan dalam khalwat atau meditasi itu bacalah ayat Al-Qur’an berikut sebanyak 72 kali.
4. Insya Allah pada malam terakhir Anda akan mimpi berjumpa dengan orang suci yang bercahaya, menginformasikan tentang hajat Anda, dan insya Allah hajat Anda akan tercapai.

Tentang Ayat Al-Qur’an tersebut berikut tek latin dan terjemahannya, kunjungi:
http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia
http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa

Informasi amalan praktis dan doa-doa pilihan, kunjungi :
http://shalatdoa.blogspot.com

Yang berminat Feng Shui Islami dan rumus2nya, kunjungi:
http://groups.google.co.id/group/feng-shui-islami

1 comment:

ade said...

Saya telah membaca sebuah buku bagus tentang suatu amalan ibadah yang membawa kepada orang yang mengerjakan mendapatkan apa yang diinginkan atau dibutuhkannya. Yaitu buku "Keajaiban Shalat Hajat --Membuat Keinginan Menjadi Kenyataan". Buku ini membahas, tentang fenomena masalah manusia, aspek shalat hajat, baik dari makna, manfaat, keajaiban, maupun konsekuensi yang harus ditempuh bagi orang yang sedang dirundung kebutuhan dan masalaha. Di buku ini, dibahas pula bukti nyata dari orang-orang yang telah mengalami keajaiban shalat hajat, bahkan salah satunya ada yang didatangi malaikat. Lebih sempurna lagi, buku ini dilengkapi dengan doa-doa mustajab.

Spesipikasi buku:
Judul: Keajaiban Shalat Hajat --Membuat Keinginan Menjadi Kenyataan
Penulis: Ibnu Thahir
Penerbit: QultumMedia, 2007
Website: www.qultummedia.com

Followers