Pages

Wednesday, November 14, 2007

Doa Keselamatan dari Badai

بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا هَاجَتْ بِهِ الرِّيَاحِ وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا عَلَيْنَا رَحْمَةً وَعَلَى الْكَافِرِيْنَ عَذَابًا وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ.
Bismillâhir Rahmânir Rahîm
Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad
Allâhumma innî as-aluka khayra mâ hâjat bihir riyâh wa khayra mâ fîhâ, wa a`ûdzu bika min syarrihâ wa syarri mâ fîha. Allâhummaj`alhâ `alaynâ rahmatan wa `alal kâfirîna `adzâban wa shallallâhu `alâ Muhammadin wa âli Muhammad.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan apa saja yang dihembuskan oleh angin dan kebaikan apa yang ada di dalamnya. Aku berlindung dengan-Mu dari keburukannya dan keburukan apa saja yang ada di dalamnya. Ya Allah, jadikan angin itu rahmat bagi kami dan azab bagi orang-orang yang ingkar kepada-Mu, semoga Allah selalu menyampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.

Doa ini dikutip dari hadis yang bersumber dari Imam Ja’far Ash-Shadiq (as) berkata: “Jika terjadi badai maka perbanyaklah takbir, dan bacalah doa ini.” (Al-Mustadrak 6: 176).
Doa ini sangat bagus didawamkan di saat-saat musim badai. Dibaca sesudah shalat, dan saat akan terjadi badai.

Bagi yang berminat amalan praktis dan doa-doa pilihan, serta eBooks tentang Adab-adab haji dan doa-doa pilihan lainnya, download di bagian File di:
http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia
http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa

Monday, November 12, 2007

Keutamaan Surat-Surat Pilihan

Berdasarkan hadis-hadis dari Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa) setiap surat Al-Qur’an memiliki keutamaan-keutamaan selain mangandung makna-makna yang lain, secara lahir dan batin.

Pada kesempatan ini kami telah menerjemakan dan menyusun 14 surat Al-Qur’an yang keutamaannya banyak berkaitan dengan kematian selain memiliki keutamaan dari sisi yang lain. Surat-surat tersebut adalah: Surat Al-Fatihah, Al-Ikhlash, An-Nas, Ayat Kursi, Yasin, Al-Kafirun, Ash-Shaffat, Ad-Dukhkhan, Al-Insan, Al-Mulk, Al-Qaqi’ah, Ar-Rahman, dan Al-Qadar. Keutamaan surat-surat tersebut kami kutip dari hadis-hadis Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa).

eBooks surat-surat pilihan ini kami lengkapi dengan tek arab dan bacaan tek latin. Sehingga sangatlah bagus untuk melengkapi buku yasin dan doa Tahlil bagi Bapak dan Ibu yang memiliki tradisi mengadakan Haul atau selametan untuk orang tua atau keluarga yang telah meninggal.

Selain ebook ini kami telah mengupload ebooks doa-doa yang lain, bagi yang berminat dapat mendownload di bagian File di:
http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia
http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa

Saturday, November 10, 2007

Adab-Adab Memasuki Masjid Nabawi

Ziarah kepada Rasulullah saw termasuk rangkaian Adab-adab haji yang sangat penting, karena Rasulullah saw bersabda:

”Barangsiapa yang datang ke Mekkah untuk melakukan haji, dan ia tidak berziarah kepadaku aku berlepas diri darinya pada hari kiamat. Barangsiapa yang datang kepadaku untuk berziarah maka wajib baginya mendapat syafaatku; barangsiapa yang diwajibkan baginya mendapat syafaatku maka wajiblah baginya surga. Dan barangsiapa yang mati karena hijrah kepada Allah `Azza wa Jalla maka pada hari kiamat ia dikumpulkan dengan para syuhada’ badar.“ (Kitab Mafâtihul Jinân, kunci-kunci surga)

Berziarah kepada Rasulullah saw, berarti harus memasuki Masjid Nabawi. Memasuki Masjid Nabawi berarti memasuki rumah Rasulullah saw, memasuki rumah Rasulullah saw berari menjadi tamu Rasulullah saw yang harus mendapat izin dari Rasulullah saw. Allah saw berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali kamu diizinkan.”: Al-Ahzab: 53).

Agar mendapat izin dari Rasulullah saw untuk memasuki rumah Rasulullah saw, kita harus melakukan Adab-Adabnya. Kitab Mafâtihul Jinân, kunci-kunci surga, menyebutkan adab-adabnya sebagai berikut:

1. Mandi sunnah sebelum pergi ke Masjid Nabawi dan berziarah kepada Nabi saw.
2. Bersuci dari hadas kecil dan hadas besar.
3. Berpakaian pakaian yang suci dan bersih, dan disunnahkan memakai pakaian yang
baru dan berwarna putih.
4. Tidak tergesa-gesa dalam melangkahkan kaki, bersikap tawadhu’ dan khusu’ saat
pergi menuju ke Masjid Nabawi.
5. Memakai wangi-wangian.
6. Dalam perjalanan memperbanyak zikir, takbir, tasbih, tahmid, tahlil dan shalawat.
7. Membaca doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah saw, ketika akan memasuki
Masjid Nabawi, dan ketika berada di dalamnya.

Adab-adab dan doa-doa haji & Umroh, silahkan akses:
http://almushthafa.blogspot.com

Wednesday, November 7, 2007

Mengapa doa kita tidak Diijabah?

Mengapa doa kita tidak diijabah padahal Allah swt berjanji: “Berdoalah kepada-Ku pasti Aku ijabah doamu?” Pertanyaan ini sering terlontar oleh sebagian kita, ada yang terlontar dari lisannya, kadang-kadang terbesit dalam pikirannya, paling tidak tersembunyi dalam hatinya.

Apakah karena doanya yang tidak mujarrab? Atau situasinya yang tidak tepat? Atau kondisi jiwa dan hati orang yang berdoa yang menjadi penghalang? Pertanyaan-pertanyaan ini sering juga muncul menyertai pertanyaan di atas.

Ketika mereka tidak puas dengan jawaban yang mereka dapatkan, mereka mulai tidak “PD” kemudian mencari wasilah orang-orang suci seperti Rasulullah saw dan wali-wali Allah swt, yang oleh sebagian kaum muslimin dikenal sebagai Tawassul. Adapun apakah boleh tawassul dalam berdoa? Ini perlu pembahasan tersendiri. Bagi yang doanya terkabul ia menyakini bahwa wasilah itu menjadi penyebab ijabah doanya. Tapi bagi yang tidak diijabah doanya, na’udzubillah, ia mencari jalan pintas pergi ke dukun atau cara-cara lain yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.

Faktor2 apakah yang menyebabkan doa kita tidak diijabahkan? Untuk mengetahui secara detail, dialog dan pernyataan Imam Ali bin Abi Thalib (sa) terhadap pertanyaan seseorang yang doanya tidak diijabah oleh Allah swt, kunjungi:
http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia
http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa

Sunday, November 4, 2007

Keutamaan dan Amalan di Bulan Dzul-Qaidah

01 Dzul-Qaidah 1428 bertepatan 11 November 2007.
Bulan Dzul Qa`idah adalah salah satu bulan haji yang dimuliakan oleh Allah swt dan disebutkan di dalam kitab-Nya Al-Qu’an: “Musim haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya di bulan-bulan itu untuk melaksanakan haji, maka ia tidak boleh rafats, tidak boleh melakukan kefasikan dan mujadalah …” (Al-Baqarah: 197).

Sayyid Ibnu Thawus mengatakan bahwa bulan Dzul Qa`idah adalah bulan dikabulkannya doa, khususnya bagi orang yang sedang berada dalam kesulitan.

Rasullullah saw bersabda: “Tanggal satu bulan Dzul Qaidah memiliki banyak keutamaan. Barangsiapa yang melakukan shalat sunnah di dalamnya, taubatnya diterima, dosa-dosanya diampuni, musuh-musuhnya ridha pada hari Kiamat, matinya dalam keadaan beriman, agamanya tidak dicabut darinya, kuburnya diluaskan dan diterangkan, kedua orang tuanya diridhai dan dosanya diampuni oleh Allah, rizkinya diluaskan, zakrakatil mautnya dikasihi oleh Malaikat dan ruhnya dicabut dari jasadnya dengan mudah.”

Dalam suatu hadis dikatakan: “Barangsiapa yang memohon hajatnya kepada Allah pada malam ini (15 Dzul-Qaidah), Dia akan memberi hajat yang dimohonnya.”

Imam Ali Ar-Ridha (as) berkata: “Malam 25 Dzul-Qaidah adalah malam kelahiran Nabi Ibrahim (a.s) dan Nabi Isa (a.s), malam ini adalah malam dibentangkannya bumi dari bawah Ka’bah. Barangsiapa berpuasa pada hari ini, nilainya sama dengan berpuasa 60 bulan.

Dalam suatu hadis dikatakan bahwa hari ini (25 Dzul-Qaidah adalah hari datangnya Imam Mahdi (‘aj). (Mafatihul Jinan, bab 2, pasal 4).

Keutamaan selengkapnya dan Amalan di bulan ini, kunjungi dan download di bagian File:
http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia
http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa

*****

Wednesday, October 31, 2007

Ta’qib Shalat (Doa, zikir dan wirid bakdah shalat)

Ta’qib shalat adalah doa, wirid dan zikir yang sunnah dibaca sesudah shalat-shalat fardhu. Ta’qib ada dua macam: Umum dan khusus. Ta’qib umum dibaca setiap sesudah shalat fardhu yang lima.Ta’qib khusus dibaca sesudah shalat fardhu tertentu, misalnya sesudah shalat Maghrib atau ‘Isya’. Ta’qib ini diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah saw dan keluarganya.

Di antara doa-doa itu adalah:
Ilahi, inilah shalatku yang kulakukan bukan karena Engkau membutuhkannya dan mengharapkannya, tetapi kulakukan karena aku mengagungkan-Mu, mentaati-Mu dan memenuhi perintah-Mu. Ilahi, jika dalam shalatku ini ada cacat atau kekurangan pada ruku’ dan sujudnya, maka janganlah Kau siksa daku, anugerahkan padaku penerimaan dan pengampunan.

Mahasuci Dia Yang Tidak Menyiksa penghuni kerajaan-Nya. Mahasuci Dia Yang Tidak Mengadzab penduduk bumi dengan berbagai adzab. Mahasuci Dia Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ya Allah, jadikan bagiku di dalam hatiku cahaya dan penglihatan, pemahaman dan pengetahuan, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(Doa ini yang diajarkan oleh Rasulullah saw kepada Imam Ali bin Abi Thalib (sa) untuk menguatkan ingatan dan hafalan).

Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang ingin tidak diungkapkan amal keburukannya pada hari Kiamat, dan tidak dibukakan buku catatan keburukannya, maka hendaknya ia membaca doa ini setiap sesudah shalat:

Ya Allah, sesungguhnya ampunan-Mu lebih kuharapkan daripada amalku, dan rahmat-Mu lebih luas dari dosaku. Ya Allah, jika dosaku besar di sisi-Mu, ampunan-Mu lebih besar dari dosaku. Ya Allah, jika aku tidak layak mencapai rahmat-Mu, rahmat-Mu layak mencapaiku dan meliputiku, karena rahmat-Mu meliputi segala sesuatu dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi.
(Mafatihul Jinan, kunci-kunci surga)
Ingin memiliki doa-doa ini secara lengkap, berikut tek arab dan tek bacaan latinnya, doa-doa khusus bakdah shalat Zuhur, Ashar, Maghrib dan Subuh. Kunjujungi dan download di bagian File di:
http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia

Monday, October 29, 2007

Munajat Para Pengharap Haji

Munajat ini adalah munajat Rasulullah saw dan keluarganya (sa). Sangat bagus dibaca, khususnya bagi Bapak dan Ibu yang akan berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini, agar Allah swt menjaga dari segala rintangan, mengkaruniakan kekuatan fisik dan ruhani, mengilhamkan energi ruhaniah yang kuat sebelum memasuki tanah suci, negeri Rasulullah swt. Munajat ini diterjemah dari kitab Mafatihul Jinan (kunci-kunci surga). Berikut ini Munajatnya:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Ya Allah
Karuniakan padaku kemampuan untuk menunaikan ibadah haji sebagimana yang Kau wajibkan kepada orang yang mampu.
Karuniakan padaku pembimbing di dalamnya dan penuntun padanya.
Dekatkan bagiku perjalanan yang jauh.
Bantulah aku agar dapat melaksanakan semua manasik haji.
Dengan ihramku selamatkan tubuhku dari api neraka.
Anugrahkan padaku dalam perjalananku tambahan kekuatan tubuhku dan kulitku.
Ya Rabbi, karuniakan padaku kesempatan untuk wuquf di hadapan-Mu dan bersandar hanya kepada-Mu.
Berikan padaku keberuntungan dengan limpahan karunia-Mu.
Ya Rabbi, berangkatkan aku dari tempat haji akbar sampai ke Muzdalifah, Masy‘aril Haram.
Jadikan semua ini wasilah untuk mendekatkan diri pada rahmat-Mu dan jalan menuju surga-Mu.
Karunikan padaku kesempatan untuk wuquf di Masy‘aril Haram, dan maqam ruhani saat wuquf di Arafah.

Selengkapnya Munajat ini, berikut tek arab dan bacaan tek latinnya dapat Bapak/Ibu copi/download di bagian halaman, dari:
http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia

*****

Followers