Pages

Monday, October 12, 2009

Hadith about Parents (Path 1)

Hadis tentang Orang Tua
Mari kita ajarkan dan perkenalkan kepada ana-anak kita hadis-hadis Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa) dalam tiga bahasa: Arab, Inggris dan Indonesia.

Dengan metode ini diharapkan anak-anak kita dapat mengambil manfaat setidaknya tiga pelajaran berharga: kandungan makna hadis-hadis suci, bahasa arab, dan istilah bahasa inggris yang sering digunakan di dalam keislaman.

The Noble Prophet (peace be upon him and his family) has said:

مَنْ حَفِظَ عَلى أُمَّتِي أَرْبعِينَ حَدِيثًا يَنْتَفِعُونَ بِهَا بَعَثَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَقِيهاً عَالِماً
“The person from amongst my nation who memorizes forty traditions pertaining to those issues of religion which he is in need of, Allah shall resurrect him on the Day of Judgment as a scholar with a deep insight into the faith.”

Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa dari umatku yang menghafal empat puluh hadis yang berkaitan dengan persoalan agama yang ia butuhkan, Allah akan membangkitkan ia kelak pada hari kiamat sebagai orang yang cendikia dan mendalam ilmu keimanannya.

Treatment of Parents according to the Noble Qur’an

وَ قَضى‏ رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُوا إِلاَّ إِيَّاهُ وَ بِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَ لاَ تَنْهَرْهُمَا وَ قُلْ لَهُمَا قَوْلاً كَرِيماً
“And your Lord has commanded that you shall not serve (any) but Him, and that you shall show goodness to your parents. If either or both of them reach old age with you, say not to them (so much as) “Ugh” nor chide them, and speak to them a generous word.”

Merawat Orang tua menurut Al-Qur’an
Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua orang tuamu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (Al-Isra’/17 : 23)

Attachment to Parents

فَقَالَ رَسُولُ اللٌّهِ )ص): فَقِرَّ مَعَ وَالِدَيْكَ فَوَ الَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَأَُنْسُهُمَا بِكَ يَوْماً وَ لَيْلَةً خَيْرٌ مِنْ جِهَادِ سَنَةٍ
[A person once approached the Messenger of Allah (peace be upon him and his family) and said: “I have an old father and mother, who due to their attachment towards me, are not keen for me to go to Jihad.”]

[Hearing this], the Noble Prophet (peace be upon him and his family) said: “(If such is the case then) Stay with your parents for, by the One in whose control lies my soul, their attachment of one day and one night to you is better than one year of Jihad.”

Cinta kepada Orang tua
Seorang sahabat datang kepada Rasulullah saw dan berkata: aku punya ayah dan ibu yang sudah lanjut usia, karena keterikatan mereka terhadapku, maka aku tidak bisa pergi ke medan juang.

(Mendengar pernyataan ini), Rasulullah saw bersabda:
"(Jika demikian halnya), maka tetaplah bersama orang tuamu, demi Zat yang diriku dalam kekuasaan-Nya, oleh Salah satu kontrol yang terletak di jiwaku, kecintaan mereka terhadapmu dalam sehari dan semalam lebih baik daripada berjuang satu tahun.”
(Biharul Anwar 74: 82)

The Most Beloved Deed

سَأَلْتُ رَسُولَ اللٌّهِ )ص): أَيُّ الأَعْمَالِ أَحَبُّ إِلى اللٌّهِ عَزَّ وَ جَلَّ؟ قَالَ الصَّلاَةُ لِوَقْتِهَا. قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ شَيْ‏ٍءٍ؟ قَالَ بِرُّ الْوَالِدَينِ. قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ شَيء‏ٍٍ؟ قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللٌّهِ.‏
[Ibne `Abbas states:] “I questioned the Messenger of Allah (peace be upon him and his family): Which deed is the most beloved in the eyes of Allah, the Mighty, the Glorious?” He (peace be upon him and his family) replied: “(Offering) prayers at their stipulated times.” I then asked: “Which is the next most beloved deed?” He (peace be upon him and his family) answered: “Goodness towards (one’s) parents.” I asked him again: “After this which is the most beloved act?” He (peace be upon him and his family) said: “Jihad in the way of Allah.”

Amal Yang Paling Dicintai Allah swt
[Ibnu `Abbas berkata): Saya bertanya Rasulullah saw: Perbuatan apa yang paling dicintai oleh Allah Azza wa Jalla? Rasulullah menjawab: “Melakukan shalat pada waktunya.” Saya bertanya lagi: Kemudian amal apa lagi? Beliau menjawab: "Berbakti kepada kedua orang tua.” Saya bertanya lagi:" Sesudah itu amal apa lagi? Beliau menjawab: “Jihad di jalan Allah.” (Biharul Anwar 74: 70)

Looking at Parents

قَالَ رَسُولُ اللٌّهِ )ص): مَا مِنْ وَلَدٍ بَارٍّ نَظَرَ إِلى أَبَوَيْهِ بِرَحْمَةٍ إِلاَّ كَانَ لَهُ بِكُلِّ نَظْرَةٍ حَجَّةٌ مَبْرُورَةٌ. فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللٌّهِ وَ إِنْ نَظَرَ فِي كُلِّ يَوْمٍ مِائَةَ نَظْرَةٍ؟ قَالَ نَعَمْ. أَللٌّهُ أَكْبَرُ وَ أَطْيَبُ
The Messenger of Allah (peace be upon him and his family) said: “Every righteous child who casts a look of mercy and affection upon his parents shall be granted, for every look of his, rewards equivalent to that of an accepted Hajj.” Those around the Prophet questioned: “O’ Prophet of Allah! Even if he were to look at them a hundred times a day?” The Messenger of Allah (peace be upon him and his family) replied: “Indeed! Allah is the Greatest and Most Kind.”
Biharul Anwar, Volume 74, Page 73

Memandang Orang tua
Rasulullah saw bersabda: "Setiap anak yang memandang dengan pandangan kasih sayang, nilainya setiap pandangan setara dengan ibadah haji yang mabrur.” Para sahabatnya bertanya: Ya Rasulullah, sekalipun memandang seratus setiap hari? Beliau menjawab: “Ya, Allah Maha Besar dan Maha Baik.” (Biharul Anwar 74: 73)

The Greatest Obligatory Act

عَنْ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ )ع) أَنَّهُ قَالَ: بِرُّ الْوَالِدَيْنِ أَكْبَرُ فَرِيضَةٍ
The Commander of the Faithful (peace be upon him) has said: “Goodness towards (one’s) parents is the greatest obligatory act.”

Kewajiban Terbesar
Amirul Muknimini Ali bin Abi Thalib (sa) berkata: “Berbakti kepada kedua orang tua adalah kewajiban terbesar.” (Mizanul Hikmah10: 709)

The Best of Deeds

قَالَ الصَّادِقُ )ع): أَفْضَلُ الأَعْمَالِ الصَّلاَةُ لِوَقْتِهَا وَ بِرُّ الْوَالِدَينِ وَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللٌّهِ
Imam as-Sadiq (peace be upon him) has said: “The best deeds are: Salat in its stipulated hour, goodness towards parents and Jihad in the way of Allah.”

Amal yang Terbaik
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Amal yang paling utama adalah shalat pada waktunya, berbakti kepada kedua orang tua, dan berjuang di jalan Allah.” (Biharul Anwar 74: 85)

Catatan: Penerjemah bhs Arab ke dalam bhs Inggris seorang pakar dalam bhs Inggris.

Doa2 haji dan Umroh dilengkapi bacaan bacaan teks latin dan terjemahan:

Amalan praktis dan doa-doa pilihan, download di:

Wassalam
Syamsuri Rifai

Sunday, October 11, 2009

Keutamaan dan Amalan di Bulan Haji (Dzul Qa`idah)

Sebentar lagi kita akan memasuki bulan haji, Dzul-Qaidah. Tanggal 01 Dzul-Qaidah1430 H bertepatan dengan 20 Oktober 2009.

Bulan ini sangat istimewa bagi yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini. Juga yang ingin menghadiahkan amalan ini pada kerabat dan sahabat yang akan berangkat ke tanah suci untuk memenuhi panggilan Ilahi.

Amalan ini tidak hanya dianjurkan bagi yang akan melakukan ibadah haji tahun ini, tetapi juga bagi kita yang tidak melakukan ibadah haji. Khusus bagi yang belum melakukan ibadah haji diharapkan dengan amalan ini Allah swt memberi kemampuan kepadanya untuk ibadah haji di tahun-tahun berikutnya.

Bulan Dzul Qa`idah adalah awal bulan haji yang kemuliaannya disebutkan oleh Allah swt di dalam kitab-Nya yang mulia.

Sayyid Ibnu Thawus meriwayatakan bahwa bulan Dzul Qa`idah adalah bulan diijabahnya doa, khususnya bagi orang yang sedang kesulitan.

Tentang keutamaan bulan Dzul-Qaidah, Rasullullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang melakukan shalat sunnah di dalamnya, maka taubatnya diterima, dosa-dosanya diampuni, musuh-musuhnya ridha pada hari Kiamat, matinya dalam keadaan beriman, agamanya tidak dicabut darinya, kuburnya diluaskan dan diterangkan, kedua orang tuanya diridhai dan dosa mereka diampuni oleh Allah, rizkinya diluaskan, sakrakatul mautnya dikasihi oleh Malaikat dan ruhnya dicabut dari jasadnya dengan mudah.”

DI ANTARA DOA DI BULAN INI
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Wahai Yang Maha Mulia, wahai Yang Maha Pengampun, ampuni dosa-dosaku dan dosa-dosa kaum mukminin dan mukminat, tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Wahai Yang Mengampuni dosa-dosa, ampuni dosaku. Wahai Yang Memperkenankan setiap doa, perkenankan doaku. Wahai Yang Mendengar semua seruan, dengarlah seruanku, kasihanilah daku, dan ampunilah kejelekan-kejelekanku, wahai Yang Memiliki keagungan dan kemuliaan.

Secara detail amalan dan doa-doa di bulan yang mulia ini, silahkan download gratis di:
http://www.tokoku99.com

Doa2 haji dan Umroh dilengkapi bacaan bacaan teks latin dan terjemahan:
http://almushthafa.blogspot.com

Amalan praktis dan doa-doa pilihan, download di:
http://www.tokoku99.com
http://id.alfusalam.web.id

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://syamsuri149.wordpress.com
http://islampraktis.wordpress.com

Info usaha dan Bisnis online di Google AdSense dan lainnya
Tekara Group

Wednesday, October 7, 2009

Sekitar Persoalan Badai

Sebenarnya badai itu bukan hanya peristiwa alamiah semata, tetapi juga disebabkan oleh dosa-dosa manusia, tangan-tangan kotor yang merusak keseimbangan alam.

Allah swt berfirman:
“Apa saja musibah yang menimpamu, itu karena perbuatan tanganmu sendiri, Allah memaafkan sebagian besar.” (Asy-Syura/42: 30)

“Sesungguhnya Allah tidak akan pernah merubah kenikmatan yang dianugrahkan pada suatu bangsa sehingga mereka sendiri yang merubah apa yang ada pada diri mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui” (Al-Anfal/8: 53)

“Jika sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka karena perbuatannya.” (Al-A’raf/7: 96)

Dalam suatu hadis disebutkan: “Jika kamu telah sampai ke tepi suatu nikmat, maka janganlah kamu membuat lari tepi nikmat yang lain karena kurangnya bersyukur.” (Nahjul Balaghah, syarh Al-Faydh, hlm 1083)

Dalam hadis yang lain disebutkan: “Allah tidak pernah memberikan suatu nikmat kepada hamba-Nya lalu Dia mencabutnya kembali kecuali karena dia melakukan suatu dosa yang mengharuskan Allah mencabut kenikmatan itu.”

Tentang Badai Allah swt berfirman:
“Sesungguhnya Kami telah menghembuskan angin yang sangat kecang kepada mereka pada hari nahas yang terus-menerus.” Al-Qamar: 19).
“Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan.” (Adz-Dzariyat: 41).

Tentang pentingnya Berdoa Allah swt menyatakan:
“Katakanlah: Tuhanku tidak akan memperhatikan kamu kalau bukan karena doamu.” (Al-Furqan: 77).

Doa2 haji dan Umroh dilengkapi bacaan bacaan teks latin dan terjemahan:
http://almushthafa.blogspot.com

Amalan praktis dan doa-doa pilihan, download di:
http://www.tokoku99.com
http://id.alfusalam.web.id

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://syamsuri149.wordpress.com
http://islampraktis.wordpress.com

Info Bisnis di Google AdSense dan lainnya
Tekara Group

Tuesday, October 6, 2009

Belajarlah dari Alam untuk Mencapai Sukses

Kegagalan sering dipahami oleh umumnya manusia sebagai penderitaan, kesulitan, kesengsaraan, ujian berat, krisis besar, dan sejenisnya. Padahal tokoh-tokoh besar dilahirkan dari berbagai krisis besar, kesulitan, peperangan, dan berbagai penderitaan. Allah swt berfirman: “Sesungguhnya bersama kesulitan akan dating kemudahan.”


Mari kita mengambil pelajaran dari peristiwa alam:

1. Emas adalah perhiasan yang digemari oleh banyak orang. Bahkan sebagian dari mereka rela mati untuk mendapatkannya. Emas dihasilkan dari panas api. Semakin panas yang melebur semakin murni emas yang dilahirkan.
2. Berlian adalah permata berharga yang disukai oleh umumnya perempuan. Berlian sebenarnya berasal dari sebongkah batu (berlian mentah), yang menjadi indah dan berharga setelah melalui proses yang keras, digosok dan dioles berkali-kali. Ada suatu kisah: seseorang meninggalkan 4.046 hektar “batu berlian” untuk mencari berlian di tempat lain, karena ia tidak tahu bagaimana sebenarnya rupa berlian mentah.

Richard Nixon berkata: “Setelah menuruni lembah yang terdalam, barulah Anda dapat menilai keindahan gunung yang tinggi. Anda memerlukan sebanyak mungkin pengalaman pahit untuk melahirkan keunggulan.”

Helen Keller berkata: “Karakter tidak dapat dibangun dengan mudah tanpa usaha. Hanya dengan pengalaman ujian dan penderitaan, jiwa kita dapat diperkuat, visi diperjelas, keinginan dan sukses dapat dicapai.”


Untuk Menggapai Sukses: Perbanyak Syukur Hindari Ngeluh

Perbanyak kalimat syukur, hindari mengeluh. Ketika mengeluh sebenarnya kita melepaskan energi dan getaran negatif ke alam semesta yang akan menarik hal-hal yang negatif ke dalam hidup kita. Demikian juga sebaliknya.

Perhatikan benar-benar kata-kata yang diucapkan dengan lisan dan yang diucapkan dalam hati.

Allah swt berfirman:
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." QS. Ihrahim: 7)

Rasulullah saw bersabda:
“Pergunakan nikmat Allah dengan cara yang baik. Jangan kalian cintai dan jangan jadikan ia berpaling dari kalian. Sesungguhnya ketika nikmat itu berpaling dari suatu bangsa ia mendatangi bangsa yang lain.” (Kanzul Fawâid 2: 162)

Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:
Sikapi nikmat Allah dengan cara yang baik sebelum ia pergi darimu. Sesungguhnya nikmat yang pergi itu engkau akan menyaksikannya pada orang yang menyikapinya dengan baik.” (Asy-Syarâi’ 2: 464)

Imam Al-Hadi (sa) berkata:
Sikapi nikmat Allah dengan cara yang baik, dan datangkan tambahannya dengan mensyukurinya. Sesungguhnya jiwa menerima lebih dari apa yang kamu berikan, dan menahan lebih dari apa yang kamu tahan.” (A’lâmuddin: 312)

Doa2 haji dan Umroh dilengkapi bacaan bacaan teks latin dan terjemahan:
http://almushthafa.blogspot.com

Amalan praktis dan doa-doa pilihan, download di:
http://www.tokoku99.com
http://id.alfusalam.web.id

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://syamsuri149.wordpress.com
http://islampraktis.wordpress.com

Info Bisnis di Google AdSense dan lainnya
Tekara Group

Monday, October 5, 2009

Doa untuk Mencapai Hajat

بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد

اِلَهِي كَيْفَ اَدْعُوكَ وَاَنَا اَنَا، وَكَيْفَ اَقْطَعُ رَجَآئِي مِنْكَ وَاَنْتَ اَنْتَ. اِلَهِي اِذَا لَمْ اَسْئَلْكَ فَتُعْطِيْنِي فَمَنْ ذَاالَّذِي اَسْئَلُهُ فَيُعْطِيْنِي؟ اِلَهِي اِذَا لَمْ اَدْعُكَ فَتَسْتَجِيْبُ لِي فَمَنْ ذَا الَّذِي اَدْعُوهُ فَيَسْتَجِيْبُ لِي؟ اِلَهِي اِذَا لَمْ اَتَضَرَّعْ اِلَيْكَ فَتَرْحَمُنِي فَمَنْ ذَاالَّذِي اَتَضَرَّعُ اِلَيْهِ فَيَرْحَمُنِي؟ اِلَهِي فَكَمَا فَلَقْتَ الْبَحْرَ لِمُوْسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَنَجَّيْتَهُ اَسْئَلُكَ اَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ، وَاَنْ تُنَجِّيَنِي مِمَّا اَنَا فِيْهِ، وَتُفَرِّجَ عَنِّي فَرَجًا عَاجِلاً غَيْرَ آجِلٍ بِفَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Bismillâhir Rahmânir Rahîm
Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad

Ilâhî kayfa ad’ûka wa ana ana, wa kayfa aqtha’u rajâî minka wa Anta Anta. Ilâhî idzâ lam as-alka fatu’thînî faman dzal ladzî as-aluhu fatu’thînî? Ilâhî idzâ lam ad’ûka fatastajîbulî faman dzal ladzî ad’ûhu fayastajîbulî? Ilâhî idzâ lam adharra’ ilayka fatarhamunî faman dzal ladzî adharra’u ilayhi fayarhamunî? Ilâhî fakamâ falaqtal bahra li-Mûsâ `alayhis salâm wa najjaytahu as-aluka an tushalliya ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad, wa an tunajjinî mimmâ ana fîhî, wa tufarrija `annî farajan `âjilan ghayra âjilin bifadhlika wa rahmatika yâ Arhamar râhimîn.

Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya


Ilahi, Bagaimana aku berdoa pada-Mu sementara aku adalah aku, bagaimana aku putus asa dari-Mu sementara Engkau adalah Engkau. Ilahi, jika aku tidak memohon pada-Mu yang kemudian memberiku, kepada siapa lagi aku harus memohon yang kemudian memberiku? Ilahi, jika aku tidak berdoa pada-Mu yang kemudian mengijabah doaku, kepada siapa lagi aku harus berdoa yang kemudian memperkenankan doaku? Ilahi, jika aku tidak merendahkan diri pada-Mu yang kemudian menyayangiku, kepada siapa lagi aku harus merendahkan diri yang kemudian menyayangiku? Ilahi, sebagaimana Engkau telah membelah lautan untuk Nabi Musa (as) dan Kau selamatkan ia, aku memohon pada-Mu sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, selamatkan aku dari apa yang aku takutkan, dan bahagiakan aku dengan kebahagiaan yang segera dan tidak tertunda-tunda dengan karunia dan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi.
(Mujarrabat Imamiyah, hlm 114).

Doa ini diajarkan oleh Imam Ali Zainal Abidin (sa), salah seorang cucu Rasulullah saw yaitu putera Al-Husein bin Fatimah binti Rasulilllah saw.

Doa ini diriwayatkan oleh Maqatil bin Sulaiman dari Imam Ali Zainal Abidin (sa). Ia mengatakan: Barangsiapa yang membaca doa ini seratus kali dan doanya tidak diijabah, maka laknatlah Maqatil.

Ini menunjukan bahwa Maqatil bin Sulaiman telah membuktikannya, dan saking yakinnya ia berani mengatakan seperti itu.

Doa2 haji dan Umroh dilengkapi bacaan teks bacaan latin dan terjemahan:
http://almushthafa.blogspot.com

Amalan praktis dan doa-doa pilihan, download di:
http://www.tokoku99.com
http://id.alfusalam.web.id

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://syamsuri149.wordpress.com
http://islampraktis.wordpress.com

Shalat Hajat untuk Memperoleh Kemudahan Rizki

Diriwayatkan dari Imam Zainal Abidin (sa): Pada suatu hari ia menjumpai seseorang sedang duduk di depan pintu orang lain, lalu beliau berkata kepadanya: Mengapa kamu duduk di depan pintu manusia yang hidupnya suka berfoya-foya dan angkuh, celakalah kamu. Lalu beliau berkata: Bangunlah! Akan kuantarkan kamu ke pintu yang lebih baik darinya, kepada Pemelihara Yang Maha Agung. Kemudian Imam Zainal Abidin (sa) memegang tangannya lalu mengantarkannya sampai ke masjid Nabi saw. Lalu beliau berkata kepadanya: Menghadaplah ke kiblat, lalukan shalat dua rakaat, kemudian angkatlah tanganmu kepada Allah ‘Azza wa Jalla, pujilah Allah, bacalah shalawat; kemudian berdoalah dengan akhir surat Al-Hasyr, enam ayat dari awal surat Al-Hadid, dan dua ayat surat Ali-Imran, kemudian mohonlah kepada Allah swt apa yang kamu inginkan. Sungguh tidaklah kamu meminta sesuatu kepada-Nya kecuali Dia akan memberimu.

Cara melakukannya:
• Lakukan shalat dua rakaat dengan niat untuk mencapai hajat. Setiap rakaat setelah membaca Fatihah, membaca salah satu surat Al-Qur’an.
• Setelah salam membaca zikir pujian kepada Allah, dan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya.
• Kemudian berdoa dengan membaca akhir surat Al-Hasyr, enam ayat dari awal Surat Al-Hadid, dan dua ayat Surat Ali-Imran, yaitu:

لَوْ أَنزَلْنَا هَذَا الْقُرْءَانَ عَلى جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعاً مُّتَصدِّعاً مِّنْ خَشيَةِ اللَّهِ وَ تِلْك الأَمْثَلُ نَضرِبهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ. هُوَ اللَّهُ الَّذِى لا إِلَهَ إِلا هُوَ عَلِمُ الْغَيْبِ وَ الشهَدَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ. هُوَ اللَّهُ الَّذِى لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْمَلِك الْقُدُّوس السلاَمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكبرُ سبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشرِكونَ. هُوَ اللَّهُ الْخَلِقُ الْبَارِئُ الْمُصوِّرُ لَهُ الأَسمَاءُ الْحُسنى يُسبِّحُ لَهُ مَا فى السمَاوَتِ وَ الأَرْضِ وَ هُوَ الْعَزِيزُ الحَْكِيمُ
Law anzalnâ hâdzal qur’âna ‘a-lâ jabalin laraytuhû khâsyi’an mutashaddi’an min khasy-yatil-lâh, wa tilkal amtsâlu nadhribuhâ linnâsi la’allahum yatafakka-rûn. Huwallâhul ladzî lâilâha illâ Huwa, ‘آlimul ghaybi wasy syahâdah, Huwar Rahmânur Rahîm. Huwallâhul ladzî lâ ilâha illâ Huwal Malikul Qud-dûsus Salâmul Mu’minul Muhaymin(u), Al-’Azîzul Jabbârul Mutakabbir, Subhânallâhi ‘ammâ yusyrikûn(a). Huwallâhul Khâliqul Bâriul Mushawwiru, lahul asmâul husnâ, yusabbihu lahû mâ fis samâwâti wal ardhi, wa Huwal ‘Azîzul Hakîm.

Kalau sekiranya Kami menurunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir. Dialah Allah Yang tiada tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Dialah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dialah Allah Yang tiada tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Memberi kesejahteraan, Yang Maha Memberi keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Memiliki semua keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk rupa, Dialah Yang Memiliki nama-nama yang paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Al-Hasyr/59: 21-24).

بِسمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ‏
سبَّحَ للَّهِ مَا فى السمَوَتِ وَ الأَرْضِ وَ هُوَ الْعَزِيزُ الحَْكِيمُ‏. لَهُ مُلْك السمَوَتِ وَ الأَرْضِ يحْىِ وَ يُمِيت وَ هُوَ عَلى كلّ‏ِ شىْ‏ءٍ قَدِيرٌ. هُوَ الأَوَّلُ وَ الاَخِرُ وَ الظهِرُ وَ الْبَاطِنُ وَ هُوَ بِكلّ‏ِ شىْ‏ءٍ عَلِيمٌ‏. هُوَ الَّذِى خَلَقَ السمَوَتِ وَ الأَرْض فى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثمَّ استَوَى عَلى الْعَرْشِ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فى الأَرْضِ وَ مَا يخْرُجُ مِنهَا وَ مَا يَنزِلُ مِنَ السمَاءِ وَ مَا يَعْرُجُ فِيهَا وَ هُوَ مَعَكمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ وَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ. لَّهُ مُلْك السمَوَتِ وَ الأَرْضِ وَ إِلى اللَّهِ تُرْجَعُ الأُمُورُ. يُولِجُ الَّيْلَ فى النهَارِ وَ يُولِجُ النهَارَ فى الَّيْلِ وَ هُوَ عَلِيمُ بِذَاتِ الصدُورِ
Bismillâhir Rahmânir Rahîm, sabbaha lillâhi mâ fis samâwâti wal ardh(i), wa Huwal ‘Azîzul Hakîm(u). Lahû mulkus samâ-wâti wal ardh(i), yuhyî wa yumît(u), wa Huwa ‘alâ kulli syay-in qadîr(u). Huwal Awwa-lu wal آkhiru wazh-Zhâhiru wal Bâthin(u), wa Huwa bikulli syay-in ‘alîm(u). Huwal ladzî khalaqas samâwâti wal ardha fî sittati ayyâm(in) tsummastawâ ‘alal ‘arsy(i), ya’lamu mâ yaliju fil ardhi wamâ yakhruju minhâ wamâ yanzilu minas samâi wa mâ ya’ruju fîhâ, wa Huwa ma’akum aynamâ kuntum, wallâhu bimâ ta’malûna bashîr(u). Lahû mulkus samâwâti wal ardh(i), wa ilallâhi turja’ul umûr(u). Yûlijul layla fin nahâri wa yûlijun nahâra fil layl(i), wa Huwa ‘Alîmun bidzâtish shudûr.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semua yang berada di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dan Dilalah Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana. Milik Dialah langit dan bumi, Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar dari padanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dia bersama kamu dimana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Milik Dialah kerajaan langit dan bumi. Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan. Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati. (Al-Hadid/57: 1-6).

قُلِ اللَّهُمَّ مَلِك الْمُلْكِ تُؤْتى الْمُلْك مَن تَشاءُ وَ تَنزِعُ الْمُلْك مِمَّن تَشاءُ وَ تُعِزُّ مَن تَشاءُ وَ تُذِلُّ مَن تَشاءُ بِيَدِك الْخَيرُ إِنَّك عَلى كلّ‏ِ شىْ‏ءٍ قَدِيرٌ. تُولِجُ الَّيْلَ فى النَّهَارِ وَ تُولِجُ النَّهَارَ فى الَّيْلِ وَ تُخْرِجُ الْحَىَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَ تُخْرِجُ الْمَيِّت مِنَ الْحَىّ‏ِ وَ تَرْزُقُ مَن تَشاءُ بِغَيرِ حِسابٍ‏
Qulillâhumma mâlikal mulki tu’til mulka man tasyâ’ wa tun-zi’ul mulka mimman tasyâ’, wa tu’izzu man tasyâ’ wa tudzillu man tasyâ’ biyadikal khayr(u), innaka ‘alâ kulli syay-in qadîr (un). Tûlijul layla fin nahâri wa tûlijun nahâra fil layl(i), wa tukhrijul hayya minal mayyiti wa tukhrijul mayyita minal hayy(i), wa tarzuqu man tasyâu bighayri hisâb.

Katakanlah: Wahai Tuhan yang memiliki kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rizki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab, tanpa perhitungan. (Ali-Imran/3: 26-27).

Catatan: Jika Anda ingin lebih khusuk, maka setelah membaca ayat-ayat Al-Qur’an tersebut sujudlah dan mohonlah kepada Allah Yang Maha Dermawan dengan menggunakan bahasa Anda.

Doa2 haji dan Umroh dilengkapi bacaan teks latin dan terjemahan:
http://almushthafa.blogspot.com

Amalan praktis dan doa-doa pilihan, download di:
http://www.tokoku99.com
http://id.alfusalam.web.id

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://syamsuri149.wordpress.com
http://islampraktis.wordpress.com

Followers