Pages

Thursday, October 1, 2009

Keutamaan Shalawat

Allah swt memerintahkan kita agar bershalawat kepada Rasulullah saw dan keluarganya (sa): "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kamu kepada Nabi dan ucapkan salam kepadanya." (Al-Ahzab: 56).

Rasulullah saw bersabda:
"Sebagaimana orang bermimpi, aku pernah bermimpi pamanku Hamzah bin Abdullah dan saudaraku Ja'far Ath-Thayyar. Mereka memegang tempat makanan yang berisi buah pidara dan mereka makan sebentar, kemudian buah pidara itu berubah menjadi buah anggur. Kemudian mereka makan sebentar dan buah anggur itu berubah menjadi buah kurma yang masih segar. Kemudian mereka makan sebentar, lalu aku mendekati mereka dan bertanya kepada mereka: Demi ayahku jadi tebusan kalian, amal utama apakah yang kalian dapatkan? Mereka menjawab: Demi ayahku dan ibuku jadi tebusanmu, kami dapatkan amal yang paling utama adalah shalawat kepadamu, memberi minuman, dan cinta kepada Ali bin Abi Thalib (sa)." (Ad-Da'awat Ar-Rawandi, halaman 90, bab 224, hadis ke 227)

Rasulullah saw bersabda:
"Ketika aku diperjalankan di malam hari untuk mi'raj ke langit, aku melihat malaikat yang mempunyai seribu tangan, dan di setiap tangannya seribu jari-jemari. Ketika ia sedang menghitung dengan jari-jarinya, aku bertanya kepada Jibril: Siapakah malaikat itu dan apa yang sedang ia hitung? Jibril menjawab: ia adalah malaikat yang ditugaskan untuk menghitung setiap tetesan hujan, ia menghafal setiap tetesan hujan yang diturunkan dari langit ke bumi.

Aku bertanya kepada malaikat itu: Apakah kamu mengetahui jumlah tetesan hujan yang diturunkan dari langit ke bumi sejak Allah menciptakan dunia? Ia menjawab: Ya Rasulallah, demi Allah yang mengutusmu membawa kebenaran kepada makhluk-Nya, aku tidak hanya mengetahui setiap tetesan hujan yang turun dari langit ke bumi, tetapi aku juga mengetahui secara rinci berapa jumlah tetesan hujan yang jatuh di lautan, di daratan, di bangunan, di perkebunan, di daratan yang bergaram, dan di pekuburan.

Rasulullah saw bersabda: Aku kagum terhadap kemampuan hafalan dan ingatanmu dalam perhitungan. Ia berkata: Ya Rasulallah, ada yang tak sanggup aku menghafal dan mengingatnya dengan perhitungan tangan dan jari-jemariku.

Rasulullah saw bertanya: Perhitungan apakah itu? Ia menjawab: Aku tidak sanggup menghitung pahala shalawat yang disampaikan oleh sekelompok ummatmu ketika namamu disebut di suatu majlis." (Al-Mustadrah, Syeikh An-Nuri, 5: 355, hadis ke 72)

Rasulullah saw bersabda: "Pada hari kiamat nanti semua kaum muslimin akan melihatku kecuali orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, peminum khamer, dan orang yang tidak bershalawat kepadaku ketika namaku disebutkan." (Jamus Sa'adah 2: 263).

Imam Ja'far Ash-Shadiq (sa) berkata:
"Ketika nama Nabi saw disebutkan, maka perbanyaklah bershalawat kepadanya, sesungguhnya orang yang bershalawat kepada Nabi saw satu kali, Allah bershalawat kepadanya seribu kali bersama seribu barisan malaikat. Tidak ada satu pun makhluk Allah kecuali ia bershalawat kepada hamba-Nya karena Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepadanya. Barangsiapa yang tidak mencintai shalawat, ia adalah orang yang jahil dan ghurur (tertipu). Allah dan Rasul-Nya serta Ahlul baitnya berlepas diri darinya." (Al-Kafi, jilid 2, halaman 492)

Ketika menjelaskan makna firman Allah swt: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi... Imam Ja'far Ash-Shadiq (sa) berkata: "Shalawat dari Allah azza wa jalla adalah rahmat, shalawat dari malaikat adalah pensucian, dan shalawat dari manusia adalah doa." (Ma'anil akhbar, halaman 368)

Shalawat dan Mizan amal
Rasulullah saw bersabda: "Pada hari kiamat nanti aku akan berada di dekat mizan amal. Barangsiapa yang amal buruknya lebih berat dari amal baiknya, aku akan datang bersama shalawat sehingga amal baiknya lebih berat berkat shalawat itu." (Tsawabul A'mal, halaman 186)

Muhammad Al-Baqir (sa):"Tidak ada suatupun amal yang lebih berat dalam mizan amal daripada shalawat kepada Muhammad dan keluarganya. Ssesungguhnya akan ada seseorang yang ketika amalnya diletakkan di mizan amal, timbangan amalnya miring. Kemudian Nabi saw mengeluarkan shalawat untuknya dan meletakkan di mizan amalnya, maka beruntunglah ia berkat shalawat itu." (Al-Kafi, jilid 2, halaman 494)

Shalawat dan Pengampunan dosa
Rasulullah saw bersabda:"Barangsiapa yang bershalawat kepadaku tiga kali setiap hari dan tiga kali setiap malam karena cinta dan rindu kepadaku, maka Allah azza wa jalla berhak mengampuni dosa-dosanya pada malam itu dan hari itu." (Ad-Da'awat Ar-Rawandi, halaman 89, hadis ke 226)

Rasulullah saw bersabda:"Barangsiapa yang bershalawat kepadaku saat akan membaca Al-Qur'an, maka malaikat akan selalu memohonkan ampunan baginya selama namaku berada di dalam Al-Qur'an." (Al-Biharul Anwar 94: 71)

Imam Ja'far Ash-Shadiq (sa) berkata:"Barangsiapa yang tidak sanggup menutupi dosa-dosanya, maka perbanyaklah bershalawat kepada Rasulullah dan keluarganya, sesungguhnya shalawat itu benar-benar dapat menghancurkan dosa-dosa." (Al-Amali Ash-Shaduq, halaman 68)

Pahala Shalawat
Imam Ja'far Ash-Shadiq (sa) pernah ditanyai: Apakah pahala shalawat? Beliau menjawab: "Ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti keadaan bayi yang baru lahir dari ibunya." (Ma'anil akhbar, halaman 368)

Dalam suatu hadis tentang shalawat yang dianjurkan untuk dibaca setiap bakdah shalat Ashar dan hari Jum'at yaitu:

اللّهمّ صلّ على محمّد وآل محمّد الاوصياء المرضيين بأفضل صلواتك وبارك عليهم بأفضل بركاتك والسلام عليه وعليهم ورحمة الله وبركاته

"Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, para washi yang diridhai shalawat-Mu yang paling utama, berkahi mereka dengan keberkahan-Mu yang paling utama, semoga salam dan rahmat serta keberkahan Allah senantiasa tercurahkan kepadanya dan kepada mereka."

Dalam hadis itu disebutkan: "Barangsiapa yang membaca shalawat ini (7 kali), Allah membalasnya setiap ibadah satu kebaikan, amalnya hari itu diterima, dan ia akan datang pada hari kiamat dengan cahaya di antara kedua matanya." (Safinah Al-Bihar, jilid 5, halaman 170)

Dalam suatu hadis disebutkan: "Barangsiapa yang membaca shalawat berikut ini sesudah shalat Fajar dan sesudah shalat Zuhur, ia tidak akan mati sebelum berjumpa dengan Al-Qâim (Imam Mahdi) dari keluarga Nabi saw:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَعَجِّلْ فَرَجَهُمْ

Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan percepatlah kemenangan mereka ." (Biharul Anwar 86: 77)

Doa2 haji dan Umroh dilengkapi bacaan teks latin dan terjemahan:
http://almushthafa.blogspot.com

Amalan praktis dan doa-doa pilihan, download di:
http://www.tokoku99.com/product-islami/e-book.html
http://id.alfusalam.web.id

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://syamsuri149.wordpress.com
http://islampraktis.wordpress.com

Adab dan Doa Aqiqah

Setiap orang tua mendambakan putera dan putera yang shaleh dan shalehah, berbakti dan mengalirkan kebahagiaan kepada kedua orangnya. Aqiqah adalah salah satu acara penting untuk menanamkan nilai-nilai ruhaniah kepada anak yang masih suci. Dengan Aqiqah diharapkan sang banyi memperoleh kekuatan, kesehatan lahir dan batin. Lahir dan batinnya tumbuh dan berkembang ldengan nilai-nilai Ilahiyah. Dengan Aqiqah juga diharapkan sang bayi kelak menjadi anak yang shaleh dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Jika acara ini dilaksanakan dengan tulus-ikhlash dan dijiwai nilai-nilai ruhaninya oleh kedua orang tuanya, tentu akan berpengaruh terhadap perkembangan jiwa dan ruhani sang bayi.

Aqiqah adalah salah satu acara ritual di dalam Islam, yang dilaksanakan pada hari ketujuh dari kelahiran seorang bayi. Aqiqah hukumnya sunnah muakkad (mendekati wajib), bahkan sebagian ulama menyatakan wajib.

Adab-adab Aqiqah yang terpenting adalah:

• Paling utama aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh dari kelahiran sang bayi.
• Memberi nama, mencukur rambut kemudian ditimbang dengan emas atau perak sesuai dengan kemampuan orang tuanya, kemudian disedekahkan.
• Memotong kambing, disunnahkan kambing jantan untuk laki-laki, dan betina untuk perempuan. Sebagian ulama mengatakan: yang paling utama adalah kambing jantan untuk laki-laki juga perempuan.
• Dianjurkan kedua orang tuanya tidak memakan daging aqiqah anaknya, termasuk keluarga dari kedua orang tuanya. Khusus bagi ibunya hukumnya makruh syadid (mendekati haram) makan daging aqiqah anaknya.
• Kaki dan paha binatang aqiqah diberikan kepada orang-orang yang membantu dalam melahirkan sang bayi.
• Tulang-tulang binatang aqiqah disunnahkan dibungkus dengan kain putih kemudian dikubur.
• Yang utama undangan pada acara aqiqahan: ulama dan orang-orang yang fakir.
• Membaca doa berikut ini ketika menyembelih binatang aqiqah:

بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ، اَللَّهُمَّ عَقِيْقَةٌ عَنْ فُلاَنِ بْنِ فُلاَن لَحْمُهَا بِلَحْمِهِ وَعَظْمُهَا بِعَظْمِهِ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا وِقَآءً لآلِ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ وَآلِهِ السَّلاَمُ

Bismillâhi wa billâhi, Allâhumma `aqîqatun `an fulan bin fulan, lahmuhâ bilahmihi wa `azhmuhâ bi`azhmihi. Allâhummaj`alhâ wiqâan liâli Muhammadin `alayhi wa âlihis salâm.

Dengan nama Allah dan dengan Allah, aqiqah ini dari fulan bin fulan, dagingnya dengan dagingnya, tulangnya dengan tulangnya. Ya Allah, jadikan aqiqah ini sebagai tanda kesetiaan kepada keluarga Muhammad saw.

Atau membaca doa berikut ini:

يَا قَوْمِي اِنِّي بَرِيْءٌ مِمَّا تُشْرِكُوْنَ. اِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذَالِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ وَاللهُ اَكْبَرُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَتَقَبَّلْ مِنْ فُلاَنِ بْنِ فُلاَن.

Yâ qawmî innî barîun/m mimmâ tusyrikun. Innî wajjahtu wajhiya lilladzî fatharas samâwâti wal ardha hanîfan musliman wa mâ ana minal musyrikin. inna shalâtî wa nusukî wa mahyâya wa mamâtî lillâhi Rabbil `alamîn. La syarîka lahu wa bidzâlika umirtu wa ana minal muslimîn.
Allâhumma minka wa laka bismillâhi wa billâhi wallâhu akbar. Allâhumma shalli `alâ Muhammadin wa âli Muhammad wa taqabbal min fulan bin fulan.

Wahai kaumku, aku berlepas diri dari apa yang kamu sekutukan. Aku hadapkan wajahku kepada Zat yang menciptakan langit dan bumi karena cenderung kepada kebenaran dan berserah diri kepada-Nya dan aku tidak termasuk kepada orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku dan ibadahku, hidupku dan matiku hanya karena Allah Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya dan dengan itu aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang yang muslim. Ya Allah, dari-Mu, karena-Mu, dengan nama-Mu dan dengan-Mu, Allah Maha Besar. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, terimalah (aqiqah ini) dari fulan bin fulan.

Adab dan doa ini dikutip dari kitab yg penulisnya adalah seorang ulama besar ahli hadis yaitu Syeikh Abbas Al-Qumi. Jadi kita tak perlu meragukan keshahihan riwayat dan hadisnya. Beliau banyak mengutip hadis2 Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa). Kitab tsb adalah Mafatihul Jinan (kunci2 surga) bab 6, halaman 493-501)

Doa2 haji dan Umroh dilengkapi bacaan teks latin dan terjemahan:
http://almushthafa.blogspot.com

Amalan praktis dan doa-doa pilihan, download di:
http://www.tokoku99.com/product-islami/e-book.html
http://id.alfusalam.web.id

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://syamsuri149.wordpress.com
http://islampraktis.wordpress.com

Wednesday, September 30, 2009

Gempa Luluh Lantahkan kembali Negeri Tercinta

Gempa bumi 7,6 SR telah menggoncang wilayah saudara-saudara kita, Padang Sumatera Barat dan sekitarnya. Meluluh-lantahkan negeri tercinta.

Kini Ibu Pertiwi merintih kembali. Saudara-saudara kita menangis-menjerit ketakutan. Sampai tulisan ini diposting belum ada berita secara pasti tentang berapa jumlah korban, dan prediksi berapa kerugian materi.

Kita ikut berduka atas musibah alam yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera Barat. Semoga Allah swt segera memberi pertolongan kepada saudara-saudara kita terkena korban, memberi ketabahan dan kekuatan iman.

Ya Allah, bantulah saudara-saudara kami. Kini hati mereka hancur, materi mereka luluh lantah tak terduga. Ringankan beban mereka, berilah ketabahan pada hati mereka. Segera datangkan solusi terbaik dari sisi-Mu. Hanya Engkaulah Penolong Yang Terbaik, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Wassalam
Syamsuri Rifai

Bakhil dan Akibatnya

Bakhil adalah menahan harta yang semestinya dikeluarkan. Sebagaimana israf, berlebihan adalah mengeluarkan harta yang semestinya ditahan. Kedua sikap ini tercela. Yang terpuji adalah sikap yang seimbang yaitu dermawan. Karena Rasulullah saw tidak diperntahkan kecuali kedermawanan. Allah swt berfirman:

وَلا تجْعَلْ يَدَك مَغْلُولَةً إِلى عُنُقِك وَلا تَبْسطهَا كلَّ الْبَسطِ فَتَقْعُدَ مَلُوماً محْسوراً
“Janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.” (Al-Isra’: 29)

وَ الَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسرِفُوا وَ لَمْ يَقْترُوا وَ كانَ بَينَ ذَلِك قَوَاماً
“Orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. (Al-Furqan: 67)

Dermawan adalah sikap seimbang antara menahan dan berlebihan. Ukurannya sesuai dengan kadar harta yang wajib dikeluarkan. Sikap dermawan tidak cukup dilakukan dengan organ tubuh, tetapi juga harus digerakkan oleh hati yang baik. Jika dalam Mengeluarkan harta yang wajib dikeluarkan sedangkan hati masih bergejolak berat mengeluakannya, maka itu bukan dermawan.

Ketercelaan Bakhil
Bakhil merupakan buah dan akibat dari cinta dunia. Bagian dari sifat yang ternoda dan akhlak yang tercela. Ketercelaan sifat bakhil disebutkan di dalam Al-Qur’an dan hadis:

Allah swt berfirman:
“(yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka.” (An-Nisa’: 36)

"Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya pada hari kiamat.” (Ali-Imran: 180)

Berikut ini hadis-hadis Rasulullah saw tentang bakhil:
“Takutlah kalian terhadap sifat bakhil, karena sifat ini telah membinasakan orang-orang sebelum kalian. Membawa mereka pada pertumpahan darah, dan menghalalkan hal-hal yang diharamkan.”

“Tidak akan masuk surga orang yang bakhil, pengkhianat, penipu, dan orang yang memiliki sifat buruk.”

“Orang yang bakhil jauh dari Allah, jauh dari manusia, jauh dari surga, dan dekat dari neraka. Orang jahil yang dermawan lebih dicintai oleh Allah ketimbang ahli ibadah yang bakhil; penyakit yang paling kronis adalah bakhil.”

“Kebinasaan itu ada tiga: kebakhilan yang dipatuhi, hawa nafsu yang diikuti, dan kebanggaan seseorang terhadap dirinya.”

“Sesungguhnya Allah murka terhadap orang lanjut usia yang berzina, orang bakhil yang menyebut-nyebut pemberian, dan orang miskin yang sombong.”

“Takutlak kalian terhadap sifat bakhil, karena sifat ini telah menghancurkan orang-orang sebelum kalian. Sifat ini menyuruh mereka berdusta lalu mereka berdusta, menyuruh mereka berbuat zalim lalu mereka berbuat kezaliman, dan menyuruh mereka memutuskan silaturrahim lalu mereka memutuskan silaturrahim.”

“Kebakhilan adalah pohon yang tumbuh di neraka, maka tidak akan masuk ke neraka kecuali orang yang bakhil.”

Dalam suatu peperangan terbunuhlah salah seorang sahabat Rasulullah saw, lalu seorang wanita menangisinya dan berkata: Duhai orang yang syahid! Kemudian Nabi saw bersabda: “Apa yang kamu ketahui tentang orang yang syahid? Ia berbicara tentang sesuatu yang tidak diketahui, atau bakhil terhadap apa yang tidak mengurangi.”

“Kebakhilan dan keimanan tidak akan pernah berkumpul dalam satu hati.”

Diantara doa Rasulullah saw:
“Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu dari kebakhilan.”

Ada suatu kisah: ketika Rasulullah saw melakukan thawaf di sekitar ka’bah, ada seseorang bergantung pada tirai ka’bah sambil berkata: dengan kemuliaan rumah Allah ini ampuni dosaku.
Rasulullah saw bertanya padanya: Apa dosamu? Ceritakan padaku.
Ia berkata: dosaku lebih besar dari apa yang harus kuceritakan padamu.
Rasulullah saw bersabda: celaka kamu. Dosamu lebih besar dari bumi?
Ia menjawab: ya, dosaku lebih besar, ya Rasulullah.
Rasulullah saw bertanya: Dosamu lebih besar dari gunung-gunung?
Ia menjawab: ya, dosaku lebih besar, ya Rasulullah.
Rasulullah saw bertanya: Dosamu lebih besar dari samudra?
Ia menjawab: ya, dosaku lebih besar, ya Rasulullah.
Rasulullah saw bertanya: Dosamu lebih besar dari langit?
Ia menjawab: ya, dosaku lebih besar, ya Rasulullah.
Rasulullah saw bertanya: Dosamu lebih besar dari Arasy?
Ia menjawab: ya, dosaku lebih besar, ya Rasulullah.
Rasulullah saw bertanya: Dosamu yang lebih besar atau Allah?
Ia menjawab: Ya Rasulullah, Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulia
Rasulullah saw bersabda: celaka kamu, ceritakan dosamu padaku.
Ia berkata: Ya Rasulullah, aku punya harta yang banyak, pada suatu hari datanglah padaku peminta-minta untuk meminta sesuatu, maka ketika itulah seolah-olah ia menghadap kepadaku dengan bara api neraka.

Kemudian Rasulullah saw bersabda: Pergilah dariku, jangan kau bakar aku dengan api nerakamu. Demi Zat yang mengutusku dengan hidayah dan kemuliaan, sekiranya kamu berdiri di antara rukun yamani dan maqam Ibrahim ini, kemudian kamu melakukan shalat beribu-ribu tahun, lalu kamu menangis sehingga air matamu mengaliri sungai-sungai dan menyirami pepohonan, kemudian kamu mati dalam keadaan bakhil, niscaya Allah akan mencampakkan kamu ke dalam api neraka. Celaka kamu! Tidakkah kamu tahu bahwa Allah swt berfirman:
“Barangsiapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri.” (Muhammad: 38)
“Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung.” (Al-Hasyr: 9)

Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:
“Akan datang pada manusa suatu zaman banyak orang yang menggigit. Seorang mukmin menggigit apa yang ada di tangannya, padahal ia tidak diperintahkan terhadap hal itu. Allah swt berfirman: “Janganlah kamu melupakan karunia di antara kamu.” (Al-Baqarah: 237)

Disarikan dari kitab Jami’us Sa’adat, penghimpun kebahagiaan, jilid 2, hlm 108-112.

Doa2 haji dan Umroh dilengkapi bacaan teks latin dan terjemahan:
http://almushthafa.blogspot.com

Amalan praktis dan doa-doa pilihan, download di:
http://www.tokoku99.com/product-islami/e-book.html
http://id.alfusalam.web.id

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://syamsuri149.wordpress.com
http://islampraktis.wordpress.com

Cara Mengobati Penyakit Bakhil

Mengobati penyakit bakhil dapat dilakukan dengan dua cara: keilmuan dan amalan praktis. Dengan keilmuan, caranya mengenal akibat-akibat babaya dari kebakhilan dan manfaat-manfaat kedermawanan. Dengan amal, berusaha sungguh dan dengan segala kemampuan untuk melakukan aktivitas yang berkait dengan mendermakan harta yang sifatnya dapat merubah watak.

Setiap keinginan untuk menghilangkan sifat bakhil dan berusaha membentuk sifat dermawan, usaha yang pertama kali harus dilakukan adalah banyak merenungi hadis-hadis tentang ketercelaan bakhil dan keterpujian dermawan, merenungi ancaman azab besar yang disiapkan oleh Allah untuk orang yang bakhil. Juga harus banyak merenungi keadaan orang-orang bakhil yang tersiksa akibat kebakhilannya.

Sehingga dengan cara ini dan cahaya pengenalan benar-benar mengetahui bahwa mendermakan harta jauh lebih baik keadaannya ketimbang menahannya di dunia dan di akhirat. Selanjutnya mempersiapkan diri memikul segala beban dalam hal mendermakan hartanya dan berusaha tidak mencintainya. Usaha dan perenungan ini harus dilakukan secara berulang-ulang sehingga muncul keinginan yang kuat untuk mendermakan hartanya. Setiap muncul keinginan untuk mendermakan hartanya, maka yang harus diwaspadai adalah bisikan hawa nafsu dan setan yang akan membisikkan kekhawatiran kefakiran dan bermacam-macam bisikan yang menghalangi untuk menjadi dermawan.

Sekiranya mampu mengendalikan penyakit bakhil dan tidak kambuh kembali, maka diantara cara pengobatannya adalah merekayasa diri dengan kebaikan nama dan popularitas kedermawanan. Maka dalam mendermakan harta dapat dilakukan dengan cara riya’, sebagai langkah awal. Yakni mengobati dan menghilang penyakit bakhil dengan riya’. Mencari popularitas dan nama baik hanya sebagai penghibur diri saat menyapih diri dari hartanya. Hal ini seperti menghibur anak kecil ketika menyapihnya dari tetek ibunya dengan bonika, mainan dan lainnya untuk memindahkan perhatiannya pada yang lain.

Demikian juga sifat-sifat buruk dan tercela. Sifat-sifat ini harus ditundukkan dan dilumpuhkan oleh sifat-sifat tercela yang lain sehingga sebagian sifat itu tidak bereaksi. Misalnya menundukkan potensi marah dengan potensi syahwat sehingga aktivitas negatifnya dapat dikendalikan. Dan sebaliknya menundukkan potensi syahwat dengan potensi marah.

Sunnatullah berlaku terhadap hal ini, sebagian sifat menahan sebagian yang lain, sehingga tertahanlah semua sifat yang negatif dan para pasukannya. Baik sifat-sifat itu yang menyakiti atau dari sisi orang-orang yang tersakiti akibat kezaliman dan keburukan. Tidakkah kita mengetahui bahwa penguasaan orang-orang yang zalim dan buruk terhadap sebagian yang lain dapat menghancurkan semuanya?

Seperti itu juga, seorang mayit yang semua organ tubuhnya menjadi cacing. Awalnya sebagian cacing itu memangsa sebagian cacing yang lain sehingga tinggal dua yang paling kuat, lalu dua cacing yang kuat itu saling berusaha memangsanya dan akhirnya yang satu makan yang lain, yang satu menjadi gemuk karena makan yang lain. Sekarang tinggal satu yang paling kuat dalam keadaan lapar sampai mati karena kelaparan.

Demikian juga sifat-sifat yang tercela. Kita adu antara yang satu dengan yang lain, sehingga sebagian dapat dikalahkan oleh yang lain, yang paling lemah menjadi kekuatan bagi yang paling kuat, akhirnya tinggal satu yang paling kuat. Untuk menghadapi dan menundukkan sifat buruk yang paling kuat itu dibutuhkan usaha keras dan pertolongan kepada Allah swt, menggunakan segala kekuatan untuk melumpuhkannya. Jika usaha ini benar-benar dilakukan
Dengan penuh kesungguhan, tentu akan memiliki pengaruh yang besar.

Misalnya bakhil, menahan harta terhadap kebajikan. Jika berlatih dengan sungguh-sungguh untuk mendermakan harta secara berulang-ulang dengan menanggung segala beban kesulitannya, maka sifat bakhil akan mati dan wataknya akan digantikan oleh sifat dermawan. Sehingga hilanglah kelelahan dan beban yang diakibatkan olehnya.

Mengobati penyakit bakhil, cara yang paling efektif adalah memotong akar penyebabnya. Penyebabnya adalah cinta harta. Sedangkan penyebab cinta harta ada tiga kemungkinan:

Pertama: cinta syahwati yang menjadi ketergantungan menahan harta yaitu angan-angan panjang. Sekiranya tidak berangan-angan panjang dan ia tahu bahwa ia akan segera mati beberapa hari lagi, niscaya ia tak akan bakhil mendermakan hartanya.

Kedua: Ingin menyimpannya dan mengabadikan pada anak-anaknya, agar mereka dapat mengabadikannya seperti ia mengabadikannya, sehingga ia menahannya karena anak-anaknya.

Ketiga: Atau cinta terhadap harta itu sendiri. Ini seperti orang yang berusia lanjut memiliki harta, ia membayangkan bahwa hartanya tak cukup untuk kebutuhan-kebutuhan sisa hidupnya, lalu ia ingin mendapat tambahan harta yang banyak padahal ia tak punya anak. Sehingga ia merasa berat menunaikan zakat dan mendermakan hartanya, juga untuk membiayai pengobatan penyakitnya, bahkan ia sangat mencintai uang, merasa nikmat dan bahagia bila mendapatkan uang. Padahal ia tahu bahwa sebentar lagi ia akan mati. Hartanya akan sia-sia dan pindah ke tangan musuh-musuhnya. Dalam kondisi seperti itu ia masih sayang menggunakan hartanya dan sangat berat untuk mensedekahnya. Inilah penyakit bakhil yang paling kronis dan sulit diobati, ditambah lagi usianya yang sudah sangat tua dan badannya sudah lemah.

Perumpamaan orang tua ini seperti orang yang merindukan kekasihnya tapi mencintai utusannya. Lalu ia melupakan kekasihnya karena sibuk dengan utusannya. Uang sebagai utusan untuk mencapai keperluannya. Karena ia asyik dengan utusannya, maka terlupakan semua keperluannya, uang menjadi kekasih yang sangat dicintai dan ingin selalu berada di sisinya, inilah puncak kesesatan dan kerugian. Bahkan orang seperti ini sudah tak mampu lagi membedakan antara batu dan kebutuhan yang utama, inilah puncak kejahilan.

Kembali pada cara mengobati bakhil
Jika cara mengobati suatu penyakit adalah memotong akar penyebabnya dengan menghadapkan lawannya, maka cara mengobati cinta syahwati dengan qana’ah (merasa puas), kesederhanaan, dan kesabaran.

Mengobati angan-angan panjang dengan banyak mengingat kematian, menyaksikan kematian orang-orang yang hidup susah, yang memikul beban kelelahan yang lama untuk mengumpulkan harta sementara hartanya sia-sia setelah kematianya.

Mengobati perhatian material yang berlebihan terhadap anak dengan keyakinan bahwa Allah menciptakan mereka berikut rizkinya, dan betapa banyak anak yang tidak diwarisi harta lebih baik keadaannya ketimbang anak yang diwarisi. Hendaknya diyakini bahwa anak yang baik dan bertakwa pasti Allah akan memberinya rizki yang cukup. Sebaliknya, jika anak itu munafik maka harta warisannya akan digunakan dalam kemaksiakan, yang kezaliman, dosa dan kegelapannya akan kembali kepada orang tuanya.

Mengobati cinta harta itu sendiri dengan cara mentafakkuri tujuan harta, untuk apa harta itu diciptakan? Sehingga tidak mensisakan kecuali sekedar yang dibutuhkan, dan mendermakan sisanya kepada orang-orang yang berhak agar pahala hartanya abadi di akhirat.

Disarikan dari kitab Jami’us Sa’adat (penghimpun kebahagiaan), Syeikh Muhammad Mahdi An-Naraqi seorang mujtahid dan ulama sufi besar di zamannya; jilid 2, hlm 120-122.

Doa2 haji dan Umroh dilengkapi bacaan teks latin dan terjemahan:
http://almushthafa.blogspot.com

Amalan praktis dan doa-doa pilihan, download di:
http://www.tokoku99.com/product-islami/e-book.html
http://id.alfusalam.web.id

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://syamsuri149.wordpress.com
http://islampraktis.wordpress.com

Monday, September 28, 2009

Rahasia Ismul A'zham untuk Mencapai Hajat

Dalam kitabnya ‘Al-Kalim Ath-Thayyib’ Sayyid Alikhan Asy-Syirazi (ra) mengatakan: Ismul A'zham, nama Allah yang paling agung, adalah nama Allah yang dimulai dengan lafazh "Allah" dan diakhiri dengan kata "Huwa", dan pada huruf-hurufnya tidak ada huruf manqûth (yang bertitik), tidak berubah bacaannya, baik yang bisa dii'rab maupun yang tidak bisa dii'rab. Ismul A'zham terdapat di dalam Al-Qur'an, dalam lima ayat dan lima surat. Yaitu dalam surat Al-Baqarah, Ali-Imran, An-Nisa', Thaha, dan At-Taghabun.

Syeikh Al-Maghrabi mengatakan: Barangsiapa yang menjadikan wirid lima ayat tersebut, dan mengulang-ulang setiap hari sebanyak sebelas kali, Allah akan segera memberi kemudahan baginya dalam segala urusannya, urusan dunia dan akhirat. Lima ayat tersebut adalah:

Pertama: Al-Baqarah, ayat ke 255 (Ayat Kursi):

Kedua: Surat Ali-Imran, ayat ke 1 (dibaca sampai kalimat "wa anzalan Furqân"):

Allâhu lâilâha illâ Huwal Hayyul Qayyûm, nazzala 'alaykal kitâba bil-haqqi mushaddiqal lima bayna yadayhi, wa anzalat tawrâta wal-injîla min qablu hudal linnâsi wa anzalan furqân.

Allah tiada Tuhan kecuali Dia Yang Hidup dan Maha Mengawasi. Dialah yang menurunkan Al-Qur'an dengan sebenarnya, membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya; Dialah yang menurunkan Taurat dan Injil sebelum Al-Qur'an sebagai pentunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al-Qur'an.

Ketiga: Surat An-Nisa’, ayat ke 87:

Allâhu lâilâha illâ Huwa layajma'annakum ilâ yawmil qiyâmati lâ rayba fîhi wa man ashdaqu minallâhi hadîtsâ.

Allah tiada Tuhan kecuali Dia, sungguh Dia akan mengumpulkan kalian pada hari kiamat yang tiada keraguan di dalamnya. Dan siapakah orang yang lebih benar perkataannya daripada Allah.

Keempat: Surat Thaha, ayat ke 8:
Allâhu lâilâha illâ Huwa lahul asmâul husnâ.
Allah tiada Tuhan kecuali Dia, Dialah yang memiliki nama-nama yang terbaik.

Kelima: Surat At-Taghabun, ayat 13:
Allâhu lâilâha illâ Huwa wa 'alallâhi falyatawakkalil mu'minûn.
Allah tiada Tuhan kecuali Dia, dan hanya kepada Allah orang-orang mukmin bertawakkal.
(Dikutip dari kitab Mafatiful Jinan: 107)

Yang berminat doa ini lengkap dengan teks arab dan bacaan teks latin, juga Amalan praktis dan doa-doa pilihan, download di:
http://www.tokoku99.com/product-islami/e-book.html
http://id.alfusalam.web.id

Adab2 haji dan Umroh serta doa2nya lengkapi dg bacaan teks latin dan terjemahan:
http://almushthafa.blogspot.com

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://syamsuri149.wordpress.com
http://islampraktis.wordpress.com

Saturday, September 26, 2009

Akar Penderitaan dan Kegelisahan

Dunia dan keindahannya menebarkan senyuman merayu manusia, harta dan gemerlapnya menyilaukan pandangannya, kekuasaan dan kursinya membutakan mata hatinya. popularitas ditebarkan, kasih sayang disingkirkan, penderitaan tak diperdulikan.

Keadilan dan kebenaran disuarakan padahal setiap saat membelakanginya. Simbol panji keislaman dikibarkan sampai ke pelosok negeri dan lorong-lorong kecil padahal penghuninya disengsarakan. Jubah-jubah para kekasih Allah dibungkuskan padahal prilakunya tak mencerminkan.

Yang kaya berpesta, yang miskin menderita. Yang berkuasa tertawa, rakyat kecil berduka.
Keadilan disuarakan dalam lisan, dijauhkan dari kehidupan. Kebenaran didalihkan, disingkirkan dari kenyataan. Yang miskin tetap menderita bahkan semakin sengsara. Umat Rasul yang agung dibungkus dengan jubah keulamaan untuk menyuarakan kebenaran dan keadilan. Mereka digiring dan dikumpulkan untuk berbaku hantam di antara mereka. Darah mengalir di sekujur tubuhnya, orang tuanya menangis dan menjert memandangnya. Maka sempurnalah penderitaan dan kesengsaraan mereka.

Aduhai, setega itu mereka menyengsarakan saudaranya. Pantaskah mereka menyandang pelanjut Nabi saw, penegak keadilan dan kebenaran, penebar kasih sayang. Sudahkah mereka merenungi dirinya dan mentafakkuri prilakunya. Bukankah perbuatannya adalah dosa besar yang tak mudah diampuni, dan prilakunya membuat Rasulullah saw bersedih dan berduka?

Apa gerangan alasan mereka untuk membenarkan prilakunya? Untuk kesejahteraan umat Rasulullah saw! Tidakkah kita menyaksikan dengan jelas penderitaan mereka semakin meningkat, kesengsaraan mereka semakin menghimpit, dan kemiskinan mereka semakin mencekik leher mereka.

Untuk menegakkan keadilan dan kebenaran! Aduhai, siapa yang pantas memimpin aktivitas ini? Pantaskah mereka yang terpedaya oleh keindahan dunia memimpin umat Rasulullah saw.
yang rakus akan kekuasaan dan harta dapat mensejahterakan mereka. Mustahil itu terjadi, karena bertentangan dengan sunnatullah yang telah ditetapkan oleh Allah swt dalam hukum takwini-Nya. Mustahil para pecinta dunia dapat menegakkan keadilan dan kebenaran, mustahil para pencinta harta dan kekuasaan perduli terhadap penderitaan orang lain, mensejahteraan rakyat kecil, dan membahagiakan umat Rasulullah saw.

Duhai saudara-saudaraku, betapa sering rakyat kecil dijanjikan harapan dan kesejahteraan, kaum mustadh’afin dijanjikan keadilan dan kebenaran. Mengapa ini sering terjadi? Mengapa kita mudah lupa pada peristiwa yang telah terjadi? Lalu bagaimana cara kita menyikapinya?
Jawabannya: Merenungi pesan-pesan Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa), dan berpegang teguh dengannya.

Pesan-Pesan Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa)

Allah swt berfirman:
"Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.” (Al-Mu’minun: 108)

“Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.” (Al-Baqarah: 86)

Rasulullah saw bersabda:
“Akan datang sesudahku suatu kaum, mereka makan bermacam-macam makanan yang paling nikmat, menikahi bermacam-macam wanita yang paling cantik, memakai pakaian yang paling halus (mahal), mengendarahi kendaraan yang paling kuat (mewah). Perut mereka tak pernah kenyang terhadap yang sedikit, jiwa mereka tak pernah qana’ah terhadap yang banyak. Mereka mengasingkan di dunia, pagi hari pergi mencari dunia dan merasa bahagia dengannya. Mereka menjadikan dunia sebagai Tuhan tanpa Allah, menjadikan pengatur tanpa Allah. Pada dunia berakhir segala urusan mereka, dan hawa nafsunya sebagai penghibur mereka. Maka, barangsiapa yang menjumpai zaman itu, hendaknya berpegang teguh dengan risalah Muhammad bin Abdullah, juga generasi sesudahnya; jangan mengucapkan salam pada mereka, jangan jenguk yang sakit dari mereka, jangan antarkan jenazah mereka, jangan hormati sesepuh mereka. Barangsiapa yang melakukan hal itu (seperti yang mereka lakukan), maka ia telah membantu menghancurkan Islam.” (Jami’us Sa’adat, penghimpun kebahagiaan: 2/26)

Rasulullah saw bersabda:
“Dunia itu terlaknat, terlaknat juga isinya kecuali yang menjadi milik Allah.” (Jami’us Sa’adat, penghimpun kebahagiaan: 2/24)

Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang bangun di pagi hari dan dunia menjadi cita-citanya yang paling besar, maka itu tidak sedikitpun dari Allah. Allah akan memastikan pada hatinya empat hal: kegelisahan yang tak terputus, kesibukan yang tak pernah dikosongkan, kefakiran yang tak pernah dikayakan, dan angan-angan yang tak pernah berakhir.” (Jami’us Sa’adat, penghimpun kebahagiaan: 2/24)

Rasulullah saw bersabda:
“Akan datang sesudahku dunia yang memakan keimanan seperti api membakar kayu bakar.” (Jami’us Sa’adat, penghimpun kebahagiaan: 2/25)

Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang mencintai dunianya ia akan membahayakan akhiratnya, barangsiapa yang mencintai akhiratnya ia akan membahayakan dunianya. Maka, jadikanlah sesuatu yang abadi berpengaruh pada yang fana’.” (Jami’us Sa’adat, penghimpun kebahagiaan: 2/25)

Nabi Isa bin Maryam (as) berkata:
“Celakalah pecinta dunia! Bagaimana ia mati dan meninggalkannya, ia merasa aman dengannya padahal ia memperdayanya, ia mempercayainya padahal ia menipunya. Celakalah orang-orang yang terpedaya olehnya! Bagaimana mereka mencintainya padahal ia membenci mereka, ia menceraikan mereka padahal mereka mencintainya, dan pasti datang pada mereka siksaan yang telah dijanjikan. Celakalah orang yang menjadikan dunia cita-citanya dan kesalahan menjadi amalnya. Bagaimana hari esok ia menyaksikan dosanya.”

Ia juga berkata: “Barangsiapa yang membangun rumah di atas gelombang lautan, dunia akan menghempasnya. Maka, jangan jadikan dunia tempat yang abadi.” (Jami’us Sa’adat, penghimpun kebahagiaan: 2/27)

Allah swt berfirman kepada nabi Musa (as): “Wahai Musa, kamu tidak akan punya rumah di negeri orang-orang yang zalim. Sungguh dunia ini bukan kampung halamanmu, keluarkan cita-citamu dari dunia, dan pisahkan akalmu dari darinya agar kamu tidak terperangkap oleh kehinaan dunia. Dunia tak akan memperangkap kecuali pekerjanya yang menikmatinya di dalamnya. Wahai Musa, Aku mengawasi orang yang zalim sehingga Aku menyiksanya karena orang yang dizaliminya.

Allah berfirman kepada nabi Musa (as): “Wahai Musa, janganlah kamu pernah mencintai dunia sehingga kamu tidak mau pulang ke kampung akhirat dan tak mau menjumpai Yang Maha Agung.” Pada suatu hari nabi Musa (as) lewat di dekat orang yang sedang menangis, lalu ia meninggalkannya, dan setelah kembali lewat di dekatnya ia pun masih menangis. Nabi Musa (as) berkata: “Ya Rabbi, hamba-Mu menangis karena takut kepada-Mu.” Allah swt menjawab: “Wahai putera Imran, sekiranya air matanya mengucur jatuh bersama bola matanya, dan mengangkat kedua tangannya sampai terlepas, niscaya Aku tak akan mengampuninya selama ia mencintai dunia.” (Jami’us Sa’adat, penghimpun kebahagiaan: 2/27)

Setelah ditanyai tentang dunia Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:
“Aku jelaskan padamu tentang suatu negeri, yang merasa sehat di dalamnya akan berpenyakit, yang merasa aman di dalamnya akan menyesal, yang butuh padanya akan bersedih, yang merasa cukup darinya akan diuji; yang halal akan dihisab, yang haram akan disiksa.” (Jami’us Sa’adat, penghimpun kebahagiaan: 2/27)

Imam Ali bin Abi Thalib (sa) juga berkata:
“Sesungguhnya perumpamaan dunia seperti ular, halus sentuhannya tapi penuh racun di rongga mulutnya. Menghindarinya orang yang berakal, menyenanginya anak kecil yang jahil.” (Jami’us Sa’adat, penghimpun kebahagiaan: 2/27)

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Perumpamaan dunia seperti air laut, akan semakin haus setiap orang yang meminumnya sampai ia membunuhnya.” (Jami’us Sa’adat, penghimpun kebahagiaan: 2/27)

Masih banyak lagi hadis-hadis Rasululah saw dan Ahlul baitnya (sa) tentang dunia yang tercela. Ingin tahu lebih detail silahkan merujuk pada kitab Jama’us Sa’adat.

Doa2 haji dan Umroh dilengkapi bacaan teks latin dan terjemahan:
http://almushthafa.blogspot.com

Amalan praktis dan doa-doa pilihan, download di:
http://www.tokoku99.com/product-islami/e-book.html
http://id.alfusalam.web.id

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://syamsuri149.wordpress.com
http://islampraktis.wordpress.com

Followers