Pages

Wednesday, June 25, 2008

Tafsir Al-Mizan Mengupas Adab-Adab Berdoa

Dalam kitab Makarimul Akhlaq, Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
"Do'a akan selalu terhijabi sehingga bershalawat kepada Muhammad dan keluarganya.”

Imam Ja’far As-Shadiq (sa) berkata:
"Barangsiapa yang memberi sesuatu kepada empat puluh orang mukmin, kemudian ia berdo'a, niscaya do'anya diijabah."

Salah seorang sahabat Imam Ja’far As-Shadiq (sa) berkata kepadanya: aku mendapati dua ayat di dalam kitab Allah, aku telah berusaha dengan dua ayat itu untuk memperoleh sesuatu tetapi aku tidak memperolehnya.
Beliau bertanya: Apakah dua ayat itu?
Aku menjawab: Firman Allah "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya Kuijabah bagimu," lalu kami berdo'a kepada-Nya, tetapi kami tidak merasakan ijabah-Nya.
Beliau berkata: "Apakah kamu memandang Allah pernah mengingkari janjiNya?"
Aku menjawab: Tidak.
Beliau bertanya lagi: "Tahukah kamu mengapa demikian?"
Aku menjawab: Aku tidak tahu.
Beliau berkata: "Aku beritahu kamu, barangsiapa yang mentaati Allah dalam semua perintah-Nya kemudian berdoa kepada-Nya, dari sisi ini, niscaya Dia mengijabah doanya."
Aku bertanya: apa yang dimaksudkan dengan dari sisi ini?
Beliau berkata: "Kamu memulai doa dengan memuji Allah dan mengingat nikmat-nikmat-Nya sehingga kamu bersyukur kepada-Nya kemudian bershalawat kepada Muhammad dan keluarganya, kemudian kamu mengingat dosa-dosamu sehingga kamu mendekatkan diri kepada-Nya lalu memohon ampun dari dosa-dosamu, inilah sisi doa.
Imam Ja’far (sa) bertanya lagi: Ayat yang mana lagi?
Aku menjawab: Firman Allah "apa saja yang kamu nafkahkan, Allah akan menggantinya" (Saba': 39), aku telah mengeluarkan infak, tetapi aku tidak melihat gantinya.
Beliau menjawab: Apakah kamu memandang Allah pernah mengingkari janji-Nya?
Aku menjawab: Tidak.
Beliau bertanya: Tahukah kamu mengapa demikian?
Aku menjawab: Aku tidak tabu.
Beliau berkata: "Sekiranya salah seorang dari kamu bekerja untuk mendapatkan harta yang halal lalu menginfakkan hak hartanya, niscaya ia tidak menginfakkan satu dirham kecuali Allah menggantinya.”
(Disarikan dari Tafsir Al-Mizan, Allamah Thabathaba’i, jilid 2: 42-43)

Selengkapnya juga tentang keutamaan surat Ad-Dukhkhan, silahkan kunjungi:
http://tafsirtematis.wordpress.com

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://syamsuri149.wordpress.com
http://shalatdoa.blogspot.com
http://islampraktis.wordpress.com
http://tafsirtematis.wordpress.com
http://syamsuri149.multiply.com

No comments:

Followers