Pages

Sunday, November 16, 2008

Selamatkan negeri tercinta dan rakyatnya melalui pemimpin pilihan

Teliti dan waspadai, cari tahu dari orang-orang yang dapat dipercaya informasinya. Karena setiap pilihan pasti akan dimintai pertanggungan-jawab di hadapan Allah swt. Bisa-bisa kita diceburkan ke neraka bersama pemimpin yang pilihnya, atau dimasukkan ke surga bersama pemimpin yang dipilihnya. Kita mau masuk surga atau neraka? Hidup di dunia ini sebentar, singkat waktunya, sementara hidup di alam Barzakh dan Akhirat lama masanya. Karena itu, waspada..dan hati2 dalam memilih pemimpin.

Politik dan kepemimpinan bukan persoalan kecil, tetapi persoalan yang paling besar. Jangan tergiur oleh promosi dan kampaye. Itu seperti iklan dan promo yang umumnya tidak sesuai dengan kwalitas produknya. Lalu apa kiat2nya agar terhindar dari akibat yg fatal dalam kehidupan ini dan kehidupan di akhirat?

Sebagai langkah pertama: Jangan pilih calon pemimpin yang durhaka pada ortunya. Itu virus yg paling ganas, lebih ganas dari virus strojan. Mustahil ia mampu membahagiakan rakyatnya, karena dirinya sendiri sdh terinfeksi verus yg paling ganas. Karena durhaka kepada ortu merupakan dosa yang paling besar sesudah syirik, yang akibatnya disegerakan di dunia.

Pemimpin yg durhaka pada ortunya pasti akan menyebarkan virus yang ganas, goncangan dan malapetaka kehidupan kepada rakyatnya. Karena anak yg durhaka kepada orang tuanya, ia dikutuk oleh Allah swt. Tidak percaya? Baca pesan2 Rasulullah saw ttg anak yg durhaka. Masih juga tidak percaya? Tunggu Allah swt menurunkan azab yang lebih dahsyat, yg dapat menyadarkan org2 yang tak mau sadar.

Tlng sebarkan pd sdr2 kita dan rakyat Indonesia, agar negeri ini diselamatkan dari virus yang ganas, goncangan dan malapetaka.

Wassalam
Syamsuri Rifai

Pesantren Alam Maya
Macam2 shalat sunnah, doa-doa pilihan, dan artikel2 Islami:
http://syamsuri149.wordpress.com
http://shalatdoa.blogspot.com
Amalan praktis, Doa2 harian dan bulanan:
http://islampraktis.wordpress.com
Tafsir tematik, Asbabun Nuzul, hadis2 pilihan, keutamaan surat2 Al-Qur’an:
http://tafsirtematis.wordpress.com
Amalan Praktis, Adab2 dan doa2 haji dan umroh, serta artikel2 tentangnya:
http://almushthafa.blogspot.com

Milis:
http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia
http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa
http://groups.google.co.id/group/feng-shui-islami

Jaringan Pendukung:
http://syamsuri149.multiply.com
http://profiles.friendster.com/syamrifai
Mari kita perluas jaringan dan persahabatan:
http://id-id.facebook.com/people/Syamsuri_Rifai/1071108775

Saturday, November 15, 2008

Adab-Adab Persiapan Kematian

Kematian adalah perjalanan yang pasti dilalui oleh setiap manusia. Perjalanan yang sangat jauh dan lama waktunya. Perjalanan yang membutuhkan bekal yang memadai, menuju negeri akhirat. Dalam perjalanan kita mesti melalui stasiun-stasiun dan jalan-jalan yang terjal dan sangat berbahaya. Kendaraannya harus bagus dan prima, dan bekalnya harus cukup dan memadai. Jika tidak, na’udzubillah, kita mohon perlindungan kepada Allah swt darinya.

Karenanya sebelum kematian menjemput kita, kita buat persiapan. Apa persiapan dan bekal yang paling utama?

Pertama: Mengakui dosa-dosa, ketidakberdayaan di hadapan Allah Yang Maha Kuasa, dan penyesalan yang dalam. Agar taubat kita diterima dan sempurna. Penyesalan dan taubat yang disertai dengan tangisan dan tetesan air mata di hadapan Allah Yang Maha Suci. Agar Dia mengampuni salah dan dosa kita, menerima taubat kita.

Kedua: Menunaikan hak-hak Allah dan hak-hak manusia. Lakukan sendiri, tidak diwakilkan kepada orang lain.

Ketiga: Memperhatikan dan memperdulikan wasiat. Tunaikan sendiri hak-hak Allah dan hak-hak manusia, jangan diwakilkan kepada orang lain.

Keempat: Persoalan harta. Harta pasti akan keluar dari tangan kita. Tunaikan sendiri, jangan wakilkan pada orang lain atau ahli waris. Karena belum tentu mereka memikirkan nasib kita di negeri Barzakh dan Akhirat. Mengapa? Karena manusia dan setan akan selalu berbisik pada ahli waris agar tidak menunaikan hak-hak yang berkatan dengan harta. Sementara jika ajal telah tiba semua itu sudah berada di luar kemampuan dan kekuasaan kita. Saat itulah timbul penyesalan yang amat sangat dalam seperti yang dinyatakan di dalam Al-Qur’an:

“Ketika kematian telah datang kepada salah seorang dari mereka, ia berkata: Duhai Tuhanku, kembalikan aku ke dunia agar aku berbuat amal saleh terhadap apa yang aku tinggalkan.” (Al-Mu’minun: 99-100).

Maka ayat tersebut telah disepakati bahwa penyesalan manusia di negeri Barzakh tak berguna lagi. Dan yang dimaksud dengan amal yang belum ditunaikan dan disesalkan adalah amal yang berkait dengan harta.

Penyesalan akan bertambah dalam dan penderitaan semakin mencekam, saat ia menyaksikan harta yang ditinggalkan pada anak dan keluarganya tak pernah dikeluarkan untuk kebutuhan dirinya, bahkan digunakan pada kemaksiatan dan hal-hal yang dimurkai oleh Allah swt. Ia pasti menangis dan menjerit pilu, menyesali hartanya. Mengapa ia tidak menggunakan dan menghabiskan saat hidupnya untuk kepentingan dirinya di negeri Barzakh dan Akhirat. Kisah ini banyak disebutkan dalam hadis-hadis Nabi saw dan Ahlul baitnya (sa) bahwa orang yang seperti ini pasti menangis, merintih dan menjerit pilu, khususnya setiap kamis sore hingga bakdah shalat Jum’at. Karena saat-saat inilah dia diizinkan oleh Allah swt untuk berkunjung kepada anak-anaknya dan keluarganya.

Ya Allah, ya Rahmân ya Rahîm, selamatkan kami dari penyesalan ini, penyesalan yang tak berguna dan tak berakhir.

Kelima: Mempersiapkan kain kafan berikut adab-adabnya. Misalnya kain kafan yang dituliskan teks kalimat syahadah, nama2 orang suci, asma2 Allah, doa Jawsyan Kabir (1000 asma Allah). Sebagai catatan penting: jangan ditulis dengan tinta berwarna hitam.
(Disarikan dari kitab Al-Bâqiyâtus Shâlihât, bab 6: 532-533)

Lebih detail lagi baca artikel tentang stasiun2 perjalanan akhirat di blog ini.

Wassalam
Syamsuri Rifai

Pesantren Alam Maya
Macam2 shalat sunnah, doa-doa pilihan, dan artikel2 Islami:
http://syamsuri149.wordpress.com
http://shalatdoa.blogspot.com
Amalan praktis, Doa2 harian dan bulanan:
http://islampraktis.wordpress.com
Tafsir tematik, Asbabun Nuzul, hadis2 pilihan, keutamaan surat2 Al-Qur’an:
http://tafsirtematis.wordpress.com
Amalan Praktis, Adab2 dan doa2 haji dan umroh, serta artikel2 tentangnya:
http://almushthafa.blogspot.com

Milis:
http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia
http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa
http://groups.google.co.id/group/feng-shui-islami

Jaringan Pendukung:
http://syamsuri149.multiply.com
http://profiles.friendster.com/syamrifai
Mari kita perluas jaringan dan persahabatan:
http://id-id.facebook.com/people/Syamsuri_Rifai/1071108775

Saturday, November 8, 2008

eBook Adab2 dan doa2 Haji: Edisi selama di Arafah, Muzdalifah dan Mina

Adab dan doa2 ini disarikan dari kitab Mafâtihul Jinân dan Nubdzah min Asrâril Hajj. Insya Allah doa-doanya sangat lengkap dan menyentuh hati, terutama doa di Malam Arafah dan hari Arafah. Isi eBook sebagai berikut:


• Doa tanggal 01 Dzul-Hijjah hingga Malam Arafah
• Adab dan Doa selama Wuquf di Padang Arafah
• Doa di Malam Arafah
• Doa Hari Arafah
• Adab dan Doa di Muzdalifah
• Adab dan Doa selama di Mina

Yang berminat bisa pesan dan klik disini:
http://syamsuri149.wordpress.com/ebooks
Insya Allah akan segera dikirim email Bapak dan Ibu

Wassalam
Syamsuri Rifai

Wednesday, November 5, 2008

eBook Adab2 dan doa2 Haji: Edisi selama di Mekkah Al-Mukarramah

Sebentar lagi sebagian saudara2 kita muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat akan menunaikan ibadah haji. Alhamdulillah telah selesai eBook edisi selama di Mekkah Al-Mukarramah. Adapun dua edisi yang lain sedang proses edit ulang, insya Allah segera menyusul, yaitu:

1. Edisi selama di Arafah, Muzdzalifah, dan Mina
2. Edisi selama di Madinah

Adapun yang edisi selama di Mekkah, isinya:

Munajat para pengharap haji
Adab Safar

Adab Ihram Umroh (dalam haji tamattu')
Doa ketika mandi Ihram
Doa ketika memakai pakaian Ihram
Doa sesudah shalat Ihram
Doa Talbiyah Pendek
Doa Talbiyah Panjang
Doa ketika memasuki Tanah Suci

Adab Memasuki Masjidil Haram
Doa Sebelum memasuki pintu Masjidil Haram
Doa Saat berada di dalam Masjidil Haram
Doa Saat memandang Ka’bah

Adab Thawaf dan doanya
Doa Putaran Pertama
Doa Putaran Kedua
Doa Putaran Ketiga
Doa saat memandang Mizabur Rahmah (talang emas)
Doa setelah melewati Hijir Ismail
Doa Putaran Keempat
Doa saat sampai di Rukun Yamani
Doa Putaran Kelima
Doa saat menghadap ke Ka’bah
Doa saat berada di samping Rukun Yamani dan Hajar Aswad
Doa Putaran Keenam
Doa saat menyentuhkan bada ke Ka’bah di Multazam
Doa sesudah mengakui dosa-dosa di dekat Multazam
Doa Putaran Ketujuh
Doa sesudah menyampaikan hajat

Doa saat Memandang Hajar Aswad
Doa saat Mencium Hajar Aswad
Doa saat berada sejajar dengan Hajar Aswad
Doa setelah Shalat Thawaf
Doa sebelum minum air Zamzam

Adab Sa’i dan Doanya
Adab Taqshir (Memotong sedikit rambut)

Adab Haji
Adab Ihram Haji

Adab Wuquf di Padang Arafah
Adab Wuquf di Muzdzalifah
Adab Mabit Mina
(3 Adab terakhir buku tersendiri)

Doa-Doa Pilihan
Doa Ziarah kepada Nabi Ismail dan ibunya serta para Nabi (as)
Doa di tempat kelahiran Rasulullah saw
Doa Ziarah kepada Sayyidah Khadijah isteri Nabi saw
Doa di Jabal Tsur

Disarikan dari kitab: Mafâtihul Jinân, dan Nubdzah min Asrâril Hajj

Yang berminat bisa pesan dan klik disini:
http://syamsuri149.wordpress.com/ebooks

Wassalam
Syamsuri Rifai

Mutiara Hikmah (2)

Enam golongan akan masuk neraka tanpa hisab: Pemimpin negara yang zalim, arab yang ‘ashabiyah, saudagar yang sombong, pedagang yang dusta, ulama yang dengki, dan orang kaya yang kikir.
Rasulullah saw, Mizanul Hikmah 3, bab 646.

Dengki adalah perangai yang paling rendah dan musuh negara.
Dengki tak akan dapat diobati kecuali dengan hilangnya kenikmatan dari orang lain.
Tidak pernah kulihat orang zalim seperti orang yang dizalimi oleh kedengkiannya: jiwanya selalu sakit, hatinya berduka, dan kesedihannya suatu keharusan.
Ali bin Abi Thalib (sa), Mizanul Hikmah 3, bab 845.

Orang yang dengki membahayakan dirinya sebelum membahayakan orang yang menjadi sasaran kedengkiannya, seperti iblis karena kedengkiannya mewarisi laknat pada dirinya sementara Adam (as) menjadi manusia pilihan.
Ja’far Ash-Shadiq (sa), Mizanul Hikmah 3, bab 845.

Kehancuran manusia ada dalam tiga hal: kesombongan, kerakusan, dan kedengkian. Kesombongan menyebabkan kehancuran agama, karenanya iblis dilaknat. Kerakusan musuh jiwa, karenanya Adam (as) dikeluarkan dari surga. Kedengkian adalah pusat keburukan, karenanya Qabil membunuh Habil.
Hasan bin Ali (sa), Bihârul Anwâr 78: 111.

Wassalam
Syamsuri Rifai

Pesantren Alam Maya
Macam2 shalat sunnah, doa-doa pilihan, dan artikel2 Islami:
http://syamsuri149.wordpress.com
http://shalatdoa.blogspot.com
Amalan praktis, Doa2 harian dan bulanan:
http://islampraktis.wordpress.com
Tafsir tematik, Asbabun Nuzul, hadis2 pilihan, keutamaan surat2 Al-Qur’an:
http://tafsirtematis.wordpress.com
Amalan Praktis, Adab2 dan doa2 haji dan umroh, serta artikel2 tentangnya:
http://almushthafa.blogspot.com

Milis:
http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia
http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa
http://groups.google.co.id/group/feng-shui-islami

Jaringan Pendukung:
http://syamsuri149.multiply.com
http://profiles.friendster.com/syamrifai
Mari kita perluas jaringan dan persahabatan:
http://id-id.facebook.com/people/Syamsuri_Rifai/1071108775

Monday, November 3, 2008

Sekitar Persoalan Wasiat

Rasulullah saw bersabda: “Wasiat adalah hak setiap muslim.” (Wasail 19: 259).

Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata: “Wasiat adalah penyempurna kekurangan zakat.” (Al-Wasail 19: 259).

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Tidak ada seorangpun mayit kecuali saat menjelang kematiannya Allah mengembalikan penglihatannya, pendengaran dan akalnya untuk menyampaikan wasiat: Berwasiat atau tidak. Wasiat adalah kedamaian dalam kematian. Wasiat adalah hak setiap muslim.” (At-Tahdzib 9: 173)

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang tidak berwasiat kepada keluarganya yang bukan ahli waris saat menjelang kematiannya, maka ia telah menutup ajalnya dengan kemaksiatan.” (Al-Wasail 19: 263).

Wasiat tidak boleh menzalimi ahli waris
Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata: “Barangsiapa yang berwasiat dan ia tidak menzalimi dan tidak menyengsarakan (ahli waris), maka ia seperti bersedekah di masa hidupnya.” (At-Tahdzib 9: 175).

Dianjurkan berwasiat yang baik
Rasulullah saw bersabda kepada Ali (sa): Wahai Ali, barangsiapa yang tidak baik wasiatnya saat menjelang kematiannya, maka ia tidak sempurna kepribadiannya, dan tidak mendapat syafaat.” (Al-Wasail 19: 266; Al-Faqih 4: 254)

Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: “Ali bin Abi Thalib (sa) membuat ketetapan hukum bagi orang yang meninggal dan mewasiatkan semua hartanya atau lebih dari ketentuan: wasiat dikembalikan pada kebaikan. Barangsiapa yang menzalimi dirinya dan berwasiat dengan wasiat yang mungkar dan zalim, maka wasiatnya dikembalikan pada yang makruf, dan dikembalikan pada ahli warisnya...” (Al-Wasail 19: 267).

Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata: “Berbuat zalim dalam wasiat adalah bagian dari dosa besar.” (Al-Faqih 4: 134; Al-Wasail 267).

Tidak boleh berwasiat lebih dari sepertiga
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Pada saat menjelang kematiannya Barra’ bin Ma’rur Al-Anshari berada di Madinah sedangkan Nabi saw berada di Mekkah. Beliau bersama kaum muslimin melakukan shalat menghadap ke Baitul Maqdis. Barra’ bin Ma’rur berwasiat agar dikuburkan dengan menghadapkan wajahnya ke kiblat Nabi saw, dan ia mewasiatkan sepertiga hartanya. Imam Ja’far (sa) berkata: “itu sesuai dengan sunnah.” (Ilal Asy-Syarai’: 567; Al-Wasail 19: 171).

Abu Bashir berkata: Aku pernah bertanya kepada Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) tentang seseorang yang meninggal: Apa yang harus dilakukan dalam wasiat tentang hartanya? Beliau menjawab: “Sepertiga dari hartanya, juga wasiat terhadap istrinya.” (Al-Wasail 19: 171).

Wasiat orang yang tidak punya ahli waris
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) pernah ditanyai tentang seseorang yang meninggal dan tidak punya ahli waris dan ‘ashabah? Beliau menjawab: “Ia boleh mewasiatkan hartanya sesuai dengan keinginannya untuk kaum muslimin, orang-orang miskin dan musafir.” (Al-Istibshar 4: 121)

Anak wajib menerima wasiat orang tuanya
Ali bin Rayyan pernah menulis surat kepada Imam Musa Al-Kazhim (sa) tentang seseorang yang dimintai oleh ayahnya untuk menerima wasiatnya: Apakah ia boleh menolak wasiatnya? beliau menjawab: “Tidak ada alasan baginya untuk menolak.” Al-Kafi 7: 7; Al-Wasail 19: 322).

Ahli waris boleh menerima wasiat
Muhammad bin Muslim berkata: Aku bertanya kepada Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) tentang wasiat untuk ahli waris? Beliau menjawab: “Boleh.” Kemudian beliau membacakan firman Allah SWT.: “Jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk kedua orang tuanya dan kerabatnya secara ma’ruf (baik dan adil) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa.” (Al-Baqarah: 180). (Al-Wasail 19: 287)

Boleh mengubah wasiat jika tidak benar
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Jika seseorang berwasiat dengan suatu wasiat, orang yang pemegang wasiat tidak boleh merubah wasiatnya bahkan ia harus menjaganya, kecuali jika wasiat itu menyalahi perintah Allah sehingga terjadi kemaksiatan dan kezaliman dalam wasiatnya, maka seorang pemegang wasiat boleh mengembalikan pada kebenaran; misalnya orang yang punya ahli waris, sebagian diserahkan padanya dan sebagian lagi ditahan. Allah swt berfirman: “Barangsiapa yang khawatir terhadap orang yang berwasiat itu, berlaku tidak adil atau berbuat dosa, lalu ia mendamaikan antara mereka, maka tidak ada dosa baginya.” (Al-Baqarah: 182). (Tafsir Al-Qumi 1: 65; Al-Wasail 19: 350)

Wasiat yang mengeluarkan anak dari sebagai ahli waris
Sai’d bin Sa’d berkata: Aku bertanya kepada Imam Ali Ar-Ridha (sa) tentang orang yang tidak mengakui anaknya dan mengeluarkannya dari ahli waris, sementara aku pemegang wasiatnya, bagaimana aku harus berbuat? Beliau menjawab: “Ia tetap sebagai anaknya sesuai dengan pengakuannya dan dengan kesaksian; pemegang wasiat tidak boleh menolak sesuatu yang telah diketahui.” (Al-Faqih 4: 163; Al-Wasail 19: 424).

Wasiat dan isteri
Zurarah berkata: Aku bertanya kepada Imam Muhammad Al-Baqir (sa) tentang seseorang yang bepergian dan meninggalkan nafkah baginya untuk enam bulan atau seterusnya, kemudian ia meninggal setelah satu bulan atau dua bulan? Beliau menjawab: “Sisanya harus dikembalikan ke dalam harta waris.” (Al-Wasail 19: 434; Al-Tahdzib 9: 237).

Doa yang diajarkan oleh Nabi saw sebelum berwasiat
Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang tidak baik wasiatnya menjelang kematiannya itu menunjukkan bahwa kepribadian dan akalnya tidak sempurna.” Sahabat bertanya: Bagaimana cara calon mayyit berwasiat? Rasul menjawab: “Jika kematiannya hampir tiba dan manusia sudah berkumpul di sekitarnya, maka ucapkan:

Allâhumma fâthiras samâwâti wal-ardhi ‘âlimal ghaybi wasy-syahâti Ar-Rahmânir Rahîm. Allâhumma innî a’budu ilayka fî dârid duny-â, innî asyahadu allâ ilâha illâ Anta wahdaka lâ syarîka laka, wa anna Muhammadan ‘abduka wa rasûluka, wa annal jannata haqqun, wa annan râra haqqun, wa annal bai’tsa haqqun wal-hisâba haqqun, wal-qadara haqqun wal-mizâna haqqun, wa annad dîna kamâ washafta, wa annal Islâma kama syara’ta, wa annal qawla kama hadatsta, wa annal qur’âna kamâ anzalta, wa annaka Antallâhu Al-Haqqul Mubîn, jazallâhu Muhammadan khayral jazâi, ya Waliyya ni’matî. Ilâhi wa ilâha âbâi lâ takilnî illâ nafsî tharfata ‘aynî anbadan, fainnaka in takilnî ilâ nafssî aqrabu minasy syarri wa ab’ada minal khayri, fa anis fî qabrî wahsyatî, waj’allî ‘ahdân yawna alqâka mansyûrâ.

Ya Allah, wahai Yang Menciptakan langit dan bumi, Yang Mengetahui keghaiban dan kesaksian, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ya Allah, aku berjanji kepada-Mu di dunia, aku bersaksi: tiada Tuhan kecuali Engkau Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Mu, Muhammad adalah hamba-Mu dan Rasul-Mu, surga itu benar, neraka itu benar, hari kiamat itu benar, perhitungan amal itu benar, takdir dan mizan amal itu benar, agama adalah sebagaimana yang Kau sifati, Islam sebagaimana yang Kau syariatkan, firman-Mu sebagaimana yang Engkau jelaskan, Al-Qur’an sebagaimana yang Engkau turunkan, dan Engkau adalah Allah Yang Maha Benar dan Maha Jelas. Allah yang membalas Muhammad dengan pembalasan yang terbaik, yang menghidupkan Muhammad dan keluarga Muhammad dengan keselamatan. Ya Allah, wahai Pelindungku dalam dukaku, Sahabatku dalam deritaku, wahai Kekasihku dalam nikmatku. Tuhanku, Tuhan bapak-bapakku, janganlah Kau biarkan aku sendirian walau sekejap matapun selamanya. Jika Engkau biarkan aku sendirian, tentu aku akan mendekat pada keburukan dan menjauh dari kebaikan. Hiburlah kesepianku di kuburku, dan jadikan bagiku perjanjian pada saat berjumpa dengan-Mu di hari kiamat.”

Kemudian sampaikan wasiat sesuai dengan hajatnya. Wasiat ini sesuai dengan firman Allah swt ketika bercerita tentang Siti Maryam: “Mereka tidak berhak mendapat syafaat kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pengasih.” (Maryam: 87). Inilah perjanjian seorang mayit, dan wasiatnya adalah hak bagi setiap muslim untuk menjaga dan melaksanakannya. Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata: “Wasiat ini diajarkan oleh Rasulullah saw kepadaku, dan Rasulullah saw bersabda: “Jibril (as) mengajarkan wasiat ini kepadaku.” (Al-Wasail 19: 260-261).

Wassalam
Syamsuri Rifai

Pesantren Alam Maya
Macam2 shalat sunnah, doa-doa pilihan, dan artikel2 Islami:
http://syamsuri149.wordpress.com
http://shalatdoa.blogspot.com
Amalan praktis, Doa2 harian dan bulanan:
http://islampraktis.wordpress.com
Tafsir tematik, Asbabun Nuzul, hadis2 pilihan, keutamaan surat2 Al-Qur’an:
http://tafsirtematis.wordpress.com
Amalan Praktis, Adab2 dan doa2 haji dan umroh, serta artikel2 tentangnya:
http://almushthafa.blogspot.com

Milis:
http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia
http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa
http://groups.google.co.id/group/feng-shui-islami

Jaringan Pendukung:
http://syamsuri149.multiply.com
http://profiles.friendster.com/syamrifai
Mari kita perluas jaringan dan persahabatan:
http://id-id.facebook.com/people/Syamsuri_Rifai/1071108775

Sunday, November 2, 2008

Mari kita perluas Jaringan dan Persahabatan

Mari kita perluas jaringan, persahabatan dan persaudaraan di alam maya, sembari mengikuti mutiara-mutiara hikmah kehidupan secara serial. Mutiara2 hikmah dari Rasululah saw dan orang-orang suci dari Ahlul baitnya (sa). Insya Allah bermanfaat untuk kehidupan kita di dunia dan akhirat. Yang berminat gabung di sini:

http://id-id.facebook.com/people/Syamsuri_Rifai/1071108775

Catatan: Bagi yg akan bergabung dimohon meng-upload foto, supaya lebih saling mengenal. Sudah banyak saudara2 kita yang bergabung disini, bahkan tokoh2 nasional seperti Pak Amin Rais, Akbar Tanjung, Soetrisno Bakhir, Alwi Shihab, Faisal Basri, dan lainnya.

Wassalam
Syamsuri Rifai

Followers