Pages

Sunday, February 17, 2008

Munajat Para Pecinta Allah

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

(1) Ilahi

Apakah orang yang t'lah mencicipi manisnya cinta-Mu
akan menginginkan pengganti selain-Mu
Apakah orang yang t’lah bersanding di samping-Mu
akan mencari penukar selain-Mu

(2) Ilahi
Jadikan kami di antara orang yang Kaupilih
untuk pendamping dan kekasih-Mu
yang Kauikhlaskan untuk memperoleh cinta dan kasih-Mu
yang Kaurindukan untuk datang menemui-Mu
yang Kauridhakan (hatinya) untuk menerima qadha-Mu
yang Kauanugerahkan (kebahagiaan) melihat wajah-Mu
yang Kaulimpahkan keridhaan-Mu
yang Kaulindungi dari pengusiran dan kebencian-Mu
yang Kaupersiapkan baginya kedudukan siddiq di samping-Mu
yang Kauistimewakan dengan makrifat-Mu
yang Kauarahkan untuk mengabdi-Mu
yang Kautenggelamkan hatinya dalam iradah-Mu
yang Kaupilih untuk menyaksikan-Mu
yang Kaukosongkan dirinya untuk-Mu
yang Kaubersihkan hatinya untuk (diisi) cinta-Mu
yang Kaubangkitkan hasratnya akan karunia-Mu
yang Kauilhamkan padanya mengingat-Mu
yang Kaudorong padanya mensyukuri-Mu
yang Kausibukkan dengan ketaatan-Mu
yang Kaujadikan dari makhluk-Mu yang saleh
yang Kaupilih untuk bermunajat pada-Mu
yang Kauputuskan daripadanya segala sesuatu
yang memutuskan hubungan dengan-Mu

(3) Ya Allah
Jadikan kami di antara orang-orang yang
kedambaannya adalah mencintai dan merindukan-Mu
nasibnya hanya merintih dan menangis
dahi-dahi mereka sujud karena kebesaran-Mu
mata-mata mereka terjaga dalam mengabdi-Mu
air mata mereka mengalir karena takut pads-Mu
hati-hati mereka terikat pada cinta-Mu
Kalbu-kalbu mereka terpesona dengan kehebatan-Mu
Wahai Yang cahaya kesucian-Nya bersinar dalam pandangan para pen¬cinta-Nya
Wahai Yang kesucian wajah-Nya membahagiakan hati pada pengenal-Nya
Wahai Kejaran Kalbu para perindu
Wahai Tujuan Cita para pecinta

Aku memohon cinta-Mu dan cinta orang yang mencintai-Mu
dan cinta amal yang membawaku ke samping-Mu
Jadikan Engkau lebih aku cintai daripada selain-Mu
Jadikan cintaku pada-Mu membimbingku pada ridha-Mu
kerinduanku pada-Mu mencegahku dari maksiat atas-Mu
Anugerahkan padaku memandang-Mu
Tataplah diriku dengan tatapan kasih dan sayang
Jangan palingkan wajah-Mu dariku
Jadikan aku dari penerima anugerah dan karunia-Mu
Wahai Pemberi Ijabah, ya Arhamar-Rahimin

Munajat ini adalah munajat Imam Ali Zainal Abidin (sa), cucu Rasulullah saw.
(As-Shahifah As-Sajjadiyah, Munajat ke 9: 296)

Tek arab dan bacaan tek latin munajat ini dapat dikopi dari milis “Keluarga bahagia” atau milis “shalat doa” berikut ini.

Wassalam
Syamsuri Rifai

Amalan Praktis, bermacam2 shalat sunnah dan doa-doa pilihan, dan Artikel-artikel Islami klik di sini:
http://shalatdoa.blogspot.com
http://syamsuri149.wordpress.com

Milis artikel2 Islami, macam2 shalat sunnah, amalan2 praktis dan doa-doa pilihan serta eBooknya, klik di sini:
http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia
http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa

Milis rahasia huruf dan angka, nama dan kelahiran, rumus2 penting lainnya, dan doa2 khusus, klik di sini :
http://groups.google.co.id/group/feng-shui-islami

Sakratul Maut (1): Penderitaan, Amalan dan Doanya

Allah swt berfirman:
Sakratul maut pasti datang. Itulah yang kamu selalu lari darinya. (Qaaf/50: 19)

Sertiap manusia pasti melewati pintu Sakratul maut sebelum ia memasuki alam Barzakh. Sakratul adalah jalan terjal pertama yang harus dilalui oleh setiap manusia. Pada jalan terjal ini, kebanyakan manusia akan menghadapi banyak siksaan dan penderitaan. Antara lain:

Pertama: Rasa sakit yang maha dahsyat, yang tak ada tandingannya di dunia, saat lisan terkunci, tak mampu mengungkapkan apa yang dialaminya dan dideritanya, saat semua daya dan kekuatan keluar dari jasadnya.

Kedua: Penderitaan karena tangisan keluarga, perpisahan dengan mereka, dan rasa duka yang sangat dalam karena akan berpisah selamanya dengan anak-anaknya.

Ketiga: kesedihan yang sangat dalam karena akan berpisah dengan harta, rumah, dan segala yang dimilikinya. Padahal dalam memperolehnya ia harus menghabiskan umurnya. Bahkan ia harus melakukan banyak kezaliman dan perampasan hak orang lain, selain itu hak-hak syariat dalam hartanya belum sempat ia keluarkan. Dalam keadaan yang seperti itu ia harus mengakhiri hidupnya, sementara jalan untuk melakukan perbaikan sudah tertutup. Kondisi seperti inilah yang diungkapkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib (sa):

"Ia mengenang hartanya dan saat mengumpulkannya, bersembunyi dalam mendapatkan dan mengambilnya dari tempat yang terang. Ketidakjelasan status hartanya mengharuskan kelelahan dalam mengumpulkannya. Ia mengamati perpisahan dengan hartanya yang akan ditinggalkan pada keturunannya yang akan menikmatinya, hartanya menjadi kesenangan bagi orang lain dan beban atas dirinya."(Biharul Anwar 6: 163)

Keempat: Penderitaan karena ia menyaksikan dengan jelas hal-hal yang menakutkan di alam lain, bukan di alam dunia. Saat itulah, saat sakratul maut tiba padangan matanya sangat tajam sehingga ia mampu melihat segala sesuatu yang belum pernah ia disaksikan sebelumnya. Allah swt berfirman:

"Kami singkapkan darimu tirai yang menutupi matamu, sehingga penglihatanmu pada hari itu sangat tajam." (Qaaf/50: 22).

Saat itulah ia melihat Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa), menyaksikan malaikat datang ke sisinya, malaikat pembawa rahmat dan malaikat pembawa azab. Mereka datang
untuk menyaksikan hukum yang akan ditetapkan padanya dan ketentuan yang harus ia terima.

Kelima: Iblis dan sahabat-sahabatnya berkumpul di dekatnya untuk menjerumuskannya ke dalam keraguan. Mereka berusaha keras untuk mencabut keimanannya agar ia keluar dari dunia tanpa keimanan.

Keenam: ketakutan yang luar biasa akan kehadiran malaikat maut; dalam wujud apa dan bagaimana malaikat itu datang padanya, dan bagaimana cara ia mencabut ruhnya.

Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:
“Saat sakratul maut tiba berhimpunlah padanya segala hal yang menyakitkan, sehingga tak dapat disifati dengan apa yang akan terjadi padanya.” (Biharul Anwar 73: 109)

Imam Ali bin Abi Thalib (sa) mengadukan rasa sakit matanya kepada Rasulullah saw. Ketika ia berteriak, Rasulullah saw menengoknya. Kemudian Rasulullah saw bertanya: mengapa mengaduh, karena rasa sakit? Imam Ali (sa) berkata: “Ya Rasulallah, tidak pernah aku merasakan sakit yang lebih darinya. Rasulullah saw bersabda: Wahai Ali, ketika malaikat maut datang untuk mencabut ruh orang kafir, ia datang dengan membawa alat pemanggang dari neraka, kemudian mencabut ruhnya, ia menjerit kesakitan seperti siksaan neraka jahannam. Kemudian Imam Ali (sa) duduk dan berkata: Ya Rasulallah, merenungi sabdamu melupakan aku pada rasa sakitku. Lalu Imam Ali (sa) berkata: Apakah hal itu akan menimpa juga kepada sebagian ummatmu? Rasulullah saw menjawab: Ya, hakim yang tidak adil, orang yang makan harta anak yatim dengan zalim, dan saksi yang berdusta.” (Biharul Anwar 6: 170)

Amalan untuk memperoleh kemudahan sakratul maut
Pertama: Silaturrahim
Imam Ja’far Ash-Shadiq (as) berkata:
“Barangsiapa yang ingin dimudahkan sakratul mautnya, maka hendaknya ia bersilaturrahim kepada keluarganya, dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Jika ia melakukan hal itu, Allah akan memudahkan sakratul mautnya, dan dalam hidupnya ia tidak ditimpa kefakiran selamanya.” (Amali Ash-Shaduq: 318)

Kedua: Berbakti kepada orang tua
Dalam suatu riwayat dikatakan: Pada suatu hari Rasulullah saw mendatangi seorang pemuda saat menjelang kematiannya. Beliau mengajarkan kepadanya kalimat Lailaha illallah. Tetapi pemuda itu lisannya terkunci.

Rasulullah saw bertanya kepada seorang ibu yang ada di dekat kepalanya: Apakah pemuda ini punya ibu?
Ia menjawab: Ya, saya ibunya.
Rasulullah saw bertanya: Apakah kamu murka kepadanya?
Ibunya menjawab: Ya, saya tidak berbicara dengannya selama 6 haji (6 tahun).
Rasulullah saw bersabda: Ridhai dia!
Ibunya menjawab: Saya ridha kepadanya karena ridhamu kepadanya.

Kemudian Rasulullah saw mengajarkan kembali kepadanya kalimat: Lailaha illallah.
Pemuda itu sekarang dapat mengucapkan kalimat Lailaha illallah.
Rasulullah bertanya kepadanya: Apa yang kamu lihat tadi?
Pemuda menjawab: Aku melihat seorang laki-laki yang berwajah hitam, pandangannya jahat, pakaiannya kotor, baunya busuk; ia mendekat kepadaku, dan marah pada.

Rasulullah saw menyuruhnya mengucapkan:

Wahai Yang Menerima amal yang sedikit dan Mengampuni dosa yang banyak, terimalah amalku yang sedikit, dan ampuni dosaku yang banyak, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Lalu ia mengucapkannya.
Rasulullah saw bertanya lagi: Lihatlah sekarang apa yang kamu lihat?
Pemuda menjawab: Aku melihat seorang laki-laki yang wajahnya putih dan indah, harum baunya, bagus pakaiannya; ia mendekat padaku, dan aku melihat orang yang berwajah hitam itu menjauh dariku.
Rasulullah saw bersabda: Perhatikan lagi, ia pun memperhatikan. Kemudian beliau bertanya: Apa yang kamu lihat sekarang.
Pemuda menjawab: Aku tidak melihat lagi orang yang berwajah hitam itu, yang aku melihat hanya orang yang wajahnya putih, dan cahaya meliputi keadaan ini. (Al-Mustadrak 2:129)

Wahai saudara-saudaraku, renungi baik-baik kejadian ini, dan perhatikan betapa banyak akibat buruk durhaka kepada orang tua. Bukankah pemuda itu adalah salah seorang dari sahabat Nabi saw, beliau menjenguknya, duduk di dekat kepalanya, dan beliau sendiri yang mengajarkan kalimat tauhid kepadanya. Tapi ia tidak mampu mengucapkannya kecuali setelah ibunya memaafkan dan meridhainya.

Ketiga: Memberi pakaian kepada orang mukmin
Imam Ja'far Ash-Shadiq (as) berkata:
"Barangsiapa yang memberi pakaian kepada saudaranya di musim dingin atau di musim panas, maka Allah berhak memberinya pakaian dari surga, memudahkan sakratul mautnya, dan meluaskan kuburnya." (Biharul Anwar 74: 380.)

Keempat: Memberi makanan kepada orang mukmin
Rasulullah saw bersabda:
"Barangsiapa yang memberi makan pada saudaranya sepotong kue manis, Allah akan menghilangkan darinya pahitnya kematian." (Biharul Anwar 66: 288)

Di antara amalan praktis dalam bentuk bacaan yang bermanfaat untuk kemudahan dan kebahagiaan saat sakratul maut adalah membaca surat Yasin, Ash-Shaffat 8), dan doa Farj (doa kebahagian) di dekat orang yang sedang sakratul maut. (Al-Kafi 3: 124)

Kelima: Puasa di bulan Rajab
Imam Ja'far Ash-Shadiq (sa) berkata:
"Barangsiapa yang berpuasa satu hari di akhir bulan Rajab, ia akan mendapat keamanan dari penderitaan sakratul maut, dan keamanan dari segala yang menakutkan dan dari siksa kubur." (Fadhail al-asyhur al-tsalatsah: 18)

Ketahuilah bahwa berpuasa 24 hari di bulan Rajab memiliki pahala yang sangat besar:
"Barangsiapa yang berpuasa dua puluh empat hari di bulan Rajab, maka saat sakratul maut malaikat maut akan datang kepadanya dengan wajah seorang pemuda yang memakai selendang sutera berwarna hijau, menaiki kuda dari surga; tangannya membawa sutera hijau dan misik yang baunya sangat harum, tangan membawa gelas yang besar berisi minuman dari surga, kemudian ia meminumkan kepadanya saat ruhnya akan keluar darinya, sehingga ia mudah dalam sakratul mautnya. Kemudian ruhnya di letakkan pada kain sutera itu sehingga keluarlah bau harum dan tercium oleh penghuni tujuh langit; ketika sampai di kuburnya ia dalam keadaan puas tidak dahaga sampai ia kembali ke telaga Nabi saw.” (Amali Ash-Shaduq: 432)

Keenam: Melakukan shalat sunnah di bulan Rajab
Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang melakukan shalat sunnah empat rakaat pada malam ketujuh bulan Rajab, setelah Fatihah membaca surat Al-Ikhlash (3 kali), Al-Falaq dan An-Nas, kemudian setelah salam membaca shalawat (10 kali), dan Subhanallah walhamdulillah wa lailaha illallah wallahu akbar (10 kali), maka Allah akan menaunginya dengan naungan arasy-Nya, memberinya pahala seperti pahala orang yang berpuasa di bulan Ramadhan, para malaikat memohonkan ampunan baginya sampai ia selesai melakukan shalat itu, Allah memudahkan baginya pencabutan ruhnya, menyelamatkannya dari siksa kubur, ia tidak akan meninggalkan dunia kecuali ia melihat tempatnya di surga, dan Allah memberi keamanan baginya dari pada hari kiamat.” (Iqbalul a`mal: 651-652)

Ketujuh: Membaca surat Al-Zalzalah
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Janganlah kamu bosan membaca surat Al-Zalzalah, karena orang yang membacanya dalam shalat-shalat sunnah nafilahnya Allah tidak akan menimpakan goncangan kepadanya selamanya, dan ia tidak akan meninggal dalam keadaan ketakutan, tidak disambar petir, dan tidak akan ditimpa penyakit-penyakit dunia hingga ia meninggali. Dan ketika menjelang kematiannya malaikat yang mulia akan datang kepadanya dari sisi Tuhannya dan duduk di dekat kepalanya, seraya Tuhannya berfirman: Wahai malaikat maut, lembutkan sikapmu terhadap kekasih Allah, karena ia banyak berzikir kepada-Ku.” (Biharul Anwar 82: 64)

Doa Untuk Memperoleh kemudahan Sakratul maut
Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang membaca doa berikut (10 kali) setiap hari, Allah swt akan mengampuni baginya empat puluh ribu dosa besar, menjaganya dari keburukan kematian, siksa kubur, hari kiamat dan hari hisab, dan segala hal yang menakutkan; yakni Allah memudahkan seratus hal yang menakutkan saat kematian, Allah menjaganya dari kejahatan iblis dan pasukannya, menunaikan hutangnya, menghilangkan dukanya, dan membahagiakan deritanya. Yaitu:

Aku persiapkan untuk
Setiap yang menakutkan Laiha illallah,
Setiap duka dan derita masya Allah,
Setiap nikmat Alhamdulillah,
Setiap kebahagiaan Asy-Syukru lillah,
Setiap yang menakjubkan Subhanallah,
Setiap dosa Astaghfirullah,
Setiap musibah Innalillahi wa inna ilayhi raji’un,
Setiap kesulitan Hasbiyallah,
Setiap ketetapan dan takdir Tawakkaltu ‘alallah,
Setiap musuh A’shamtu billah,
Setiap ketaatan dan kemaksiatan La hawala wala quwwata illa billahil aliyyil ‘azhim.
(Biharul Anwar 87: 5)

Juga perlu diketahui bahwa doa berikut ini memiliki keutamaan yang besar jika dibaca 70 kali. Di antara keutamaannya adalah memberikan kebahagiaan saat sakratul maut:

Wahai Yang Maha Mendengar dari semua yang mendengar, wahai Yang Maha Melihat dari semua yang melihat, wahai Yang Maha Cepat perhitungan-Nya dari semua yang menghitung, wahai Yang Maha Menghakimi dari semua yang menghakimi. 14)

Tulisan ini disarikan dari kitab “Manazilul Akhirah” karya Syeikh Abbas Al-Qumi penulis kitab Mafatihul Jinan, kunci-kunci surga.

Tek arab dan bacaan tek latin doa tersebut dapat dikopi dari milis “Keluarga bahagia” atau milis “shalat doa” berikut ini.

Wassalam
Syamsuri Rifai

Amalan Praktis, bermacam2 shalat sunnah dan doa-doa pilihan, dan Artikel-artikel Islami klik di sini:
http://shalatdoa.blogspot.com
http://syamsuri149.wordpress.com

Milis artikel2 Islami, macam2 shalat sunnah, amalan2 praktis dan doa-doa pilihan serta eBooknya, klik di sini:
http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia
http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa

Milis rahasia huruf dan angka, nama dan kelahiran, rumus2 penting lainnya, dan doa2 khusus, klik di sini :
http://groups.google.co.id/group/feng-shui-islami

Sakratul Maut (2): Bujukan Setan, Amalan dan Doanya

Sakratul maut adalah saat yang paling genting dan bahaya, saat yang sangat menentukan bagi calon mayyit apakah ia mampu mempertahankan keimanannya dari godaan dan bisikan iblis dan pasukannya yang selalu berusaha mengeluarkan keimanan darinya.

Saat sakratul maut tiba tidak jarang manusia tergoda dan tergelincir akibat bisikan iblis dan pasukannya. Iblis akan selalu menggoda dan membisikkan keraguan agar keimanan tergoyahkan dan keluar darinya. Tapi semua itu bergantung pada amal dan berbuatannya semasa hidupnya.

Kita tidak tahu, kapan ajal akan menjemput kita? Karena itu kita dianjurkan untuk selalu memohon perlindungan kepada Allah Yang Maha Pengasih, menitipkan diri kita kepada-Nya dan memohon kepada-Nya agar Allah menolak setan saat Sakratul maut tiba, sehingga kita benar-benar diselamatkan dari kecenderungan pada kebatilan dan kekufuran saat maut menjemput kita.

Di antara doa perlindungan adalah doa Al-‘Adilah, doa yang bersumber dari Ahlul bait Nabi saw. Kita dianjurkan banyak membaca doa ini, dan berusaha menghadirkan maknanya ke dalam jiwa kita. Doa ini sangat bermanfaat untuk perlindungan diri kita dari bahaya kecenderungan pada kebatilan dan kekufuran saat sakratul maut tiba.

Amalan dan doa yang bermanfaat
Agar keimanan kokoh dan keyakinan tidak tergoyahkan oleh iblis dan pasukannya, Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa) telah mengajarkan kepada kita amalan dan doa, antara lain:

Pertama: Menjaga waktu-waktu shalat
Dalam suatu hadis disebutkan bahwa Malaikat maut berkata: "Tidak ada penghuni suatu rumah di barat atau di timur, di dusun atau di kota, kecuali aku berjabatan tangan dengan mereka lima kali setiap hari."

Rasulullah saw bersabda: "Malaikat maut berjabatan tangan dengan mereka pada waktu-waktu shalat; orang yang menjaga waktu-waktu shalatnya, malaikat maut mengajarkan kepadanya kalimat syahadat Lailaha illallah wa Muhammadur rasulullah, dan ia menjauhkannya dari Iblis." (Al-Wasail 3: 79)

Kedua: Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) pernah menulis surat kepada sebagian manusia: “Jika kamu ingin memperoleh amal yang baik di penghujung umurmu sampai ruhmu dicabut dan kamu berada dalam amal yang paling utama, hak yang agung hanya milik Allah swt, maka hendaknya kamu tidak menggunakan nikmat-nikmat Allah dalam kemaksiatan pada-Nya, tidak ghurur (bangga diri) terhadap kesantunan-Nya padamu, muliakan setiap orang yang kamu jumpai yang menghubungkan kepada kami atau yang menganjurkan kecintaan kepada kami, kemudian bersikaplah jujur dan tidak berdusta.” (Biharul Anwar 73: 351)

Ketiga: Syeikh Abbas Al-Qumi mengatakan: Di antara hal yang bermanfaat untuk memperoleh husnul khatimah, dan keselamatan dari hal-hal yang mencelakakan dan memperoleh kebahagiaan, adalah membaca doa yang ke 11 dalam Shahifah Sajjadiyah.

Keempat: Melakukan shalat sunnah pada hari Ahad bulan Dzul Qaidah
Kelima: Mendawamkan zikir berikut:

Rabbanâ lâ tuzigh qulûbanâ ba’da idz hadaytanâ, wa hab lanâ mil ladunka rahmah, innaka Antal Wahhâb.

Ya Tuhan kami, jangan jadikan hati kami condong pada kesesatan sesudah Kau tunjuki kami. Karuniakan kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi karunia. (Ali-Imran: 8).

Keenam: Mendawamkan Tasbih Az-Zahra’
Ketujuh: Membaca surat Qad aflahal mu’minun (surat Al-Mukminun) setiap Jum’at.
Kedelapan: Membaca zikir berikut (7 kali) setiap sesudah shalat Subuh dan Maghrib:

Bismillâhir Rahmânir Rahîm, wa lâ hawla walâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil ‘azhîm.

Kesembilan: Melakukan shalat sunnah empat rakaat pada malam yang kedua belas bulan Rajab; setiap rakaat sesudah Fatihah membaca surat Al-Kafirun (7 kali), dan sesudah shalat membaca shalawat (10 kali) dan istighfar (10 kali).

Kesepuluh: Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang melakukan shalat sunnah empat rakaat pada malam yang keenam bulan Sya’ban, setiap rakaat sesudah Fatihah membaca surat Al-Ikhlash (50 kali), Allah akan mencabut ruhnya dalam keadaan bahagia, meluaskan kuburnya, dan membangkitkan dari kuburnya dalam keadaan wajahnya seperti bulan sambil membaca: Asyhadu an Lâilaha illallâh wa anna Muhammadan `abduhu wa rasûluhu.” (qbal al-A`mal: 690-691)

Kesebelas: Banyak membaca doa perlindungan, antara lain:

Allâhumma inni a’ûdzu bika minal ‘adîlati ‘indal mawt, wa min syarril marja’i fil qubûr, wa minan nadâmati yawmal âzifah…

Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu dari kecenderungan pada kebatilan saat kematian, dari keburukan tempat kembali di alam kubur, dan dari penyesalan pada hari kiamat (Biharul Anwar 98: 383)

Kedua belas: Membaca doa keselamatan dari pertanyaan Malaikat munkar dan Nakir:

Yâ Allâhu yâ Rahmânu yâ Rahîm, awda’tuka hâdzal iqrâra bika wa bin-nabiyyi wal-aimmati, wa Anta khayru mustawdi’in faruddahu ‘alayya fil qabri ‘inda masâalati munkarin wa nakîr.

Ya Allah, wahai Yang Maha Pengasih wahai Yang Maha Penyayang aku titipkan pengakuan ini, pengakuan tentang-Mu, tentang Nabi-Mu dan para Imam; dan Engkau adalah sebaik-baik tempat penitipan, maka kembalikan pengakuan ini padaku di kuburku saat menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir. ( Ma`alim al-zulfa: 71)

Tulisan ini disarikan dari kitab “Manazilul Akhirah” karya Syeikh Abbas Al-Qumi penulis kitab Mafatihul Jinan, kunci-kunci surga.

Wassalam
Syamsuri Rifai

Amalan Praktis, bermacam2 shalat sunnah dan doa-doa pilihan, dan Artikel-artikel Islami klik di sini:
http://shalatdoa.blogspot.com
http://syamsuri149.wordpress.com

Milis artikel2 Islami, macam2 shalat sunnah, amalan2 praktis dan doa-doa pilihan serta eBooknya, klik di sini:
http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia
http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa

Milis rahasia huruf dan angka, nama dan kelahiran, rumus2 penting lainnya, dan doa2 khusus, klik di sini :
http://groups.google.co.id/group/feng-shui-islami

Ta’qib (Doa dan Zikir bakdah) Shalat Fardhu

Ta’qib adalah doa, wirid dan zikir yang disunnahkan dibaca sesudah shalat-shalat fardhu. Ta’qib ada dua macam: Ta’qib umum dan ta’qib khusus. Ta’qib umum dibaca setiap sesudah shalat fardhu yang lima.Ta’qib khusus dibaca sesudah shalat fardhu tertentu, misalnya sesudah shalat Maghrib atau ‘Isya’.

Ta’qib Umum
Ta’qib umum yang pertama adalah membaca takbir, Allâhu Akbar (3 kali) kemudian membaca doa dan zikir berikut:

Bismillâhir Rahmânir Rahîm
Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad

Lâ ilâha illallâh ilâhan wâhidâ wa nahnu lahu muslimûn. Lâ ilâha illallâhu wa lâ na’budu illâ iyyâhu mukhlishîna lahud dîn wa law karihal musyrikûn. Lâ ilâha illallâh Rabbunâ wa Rabbu âbâinal awwalîn. Lâ ilâha illallâh wahdahu wahdahu wahdah. Anjaza wa’dah, wa nashara ‘abdah, wa a’azza jundah, wa hazamal ahzâba wahdah. Falahul mulku walahul hamdu yuhyî wa yumît, wa yumîtu wa yuhyî wa Huwa Hayyun lâ yamût biyadihil khayr wa Huwa ‘alâ kulli syay-in qadîr.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Tiada Tuhan selain Allah. Tuhan Yang Maha Esa, kami berserah diri kepada-Nya. Tiada tuhan selain Allah, kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, kami ikhlas menjalankan agama-Nya. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan kami dan Tuhan bapak-bapak kami terdahulu. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan Yang Maha Esa, Maha Esa, Maha Esa. Tuhan Yang Menepati janji-Nya, Yang Memenangkan hamba-Nya, Yang Memuliakan pasukan-Nya, Yang Menghancurkan partai-partai musuh-Nya dengan keesaan-Nya. Bagi Allah semua kekuasaan dan pujian. Dialah Yang Menghidupkan dan Mematikan, Yang Mematikan dan Menghidupkan. Dialah Yang Hidup dan mati. Di tangan-Nya segala kebajikan, Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Astaghfirullâhal ladzî lâ ilâha illâ Huwal Hayyul Qayyûm wa atûbu ilayh.
Aku memohon ampun kepada Allah, tiada Tuhan kecuali Dia, Yang Hidup dan Maha Mengawasi, dan aku bertaubat kepada-Nya.

Kemudian Membaca Tasbih Az-Zahra’. Lalu membaca doa-doa berikut:

Ilahî, hâdzihi shalâtî shallaytuhâ lâ lihâjatin minka ilayhâ, walâ raghbatin minka fîhâ, illâ ta’zhîman wa thâ’atan wa ijâbatan laka ilâ mâ amartanî bihi. Ilahî, in kâna fîhâ khalalun aw naqshun min rukû’ihâ wa sujûdihâ, falâ tuâkhidnî wa tafadhdhal ‘alayya bilqabûli walghufrân.

Ilahi, inilah shalatku yang kulakukan bukan karena Engkau membutuhkannya dan mengharapkannya, tetapi kulakukan karena aku mengagungkan-Mu, mentaati-Mu dan memenuhi perintah-Mu. Ilahi, jika dalam shalatku ini ada cacat atau kekurangan pada ruku’ dan sujudnya, maka janganlah Kau siksa daku, anugerahkan padaku penerimaan dan pengampunan.

Subhâna Mallâ ya’tadî `alâ ahli mamlakatih. Subhâna Mallâ ya`khudzu ahlal ardhi bi-alwânil `adzâb. Subhânar Raûfir Rahîm. Allâhummaj`allî fî qalbî nûran wa basharan, wa fahman wa ‘ilmâ, innaka `alâ kulli syay-in qadîr.

Mahasuci Dia Yang Tidak Menyiksa penghuni kerajaan-Nya. Mahasuci Dia Yang Tidak Mengadzab penduduk bumi dengan berbagai adzab. Mahasuci Dia Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ya Allah, jadikan bagiku di dalam hatiku cahaya dan penglihatan, pemahaman dan pengetahuan, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(Doa ini diajarkan oleh Rasulullah saw kepada Imam Ali bin Abi Thalib (sa) untuk menguatkan ingatan dan hafalan)

Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang ingin tidak diungkapkan amal keburukannya pada hari Kiamat, dan tidak dibukakan buku catatan keburukannya, maka hendaknya ia membaca doa ini setiap sesudah shalat”.

Allâhumma inna maghfitaka arjâ min `amalî, wa inna rahmataka awsa`u min dzanbî. Allâhumma in kâna dzanbî `indaka `azhîmun, fa`afwuka a`zhamu min dzanbî. Allâhumma in lam akun ahlan an ablugha rahmataka, fa-rahmatuka ahlun an tablughanî wa tasa`anî, liannahâ wasi`at kulla syay-in birahmatika yâ Arhamar râhimîn.

Ya Allah, sesungguhnya ampunan-Mu lebih kuharapkan daripada amalku, dan rahmat-Mu lebih luas dari dosaku. Ya Allah, jika dosaku besar di sisi-Mu, ampunan-Mu lebih besar dari dosaku. Ya Allah, jika aku tidak layak mencapai rahmat-Mu, rahmat-Mu layak mencapaiku dan meliputiku, karena rahmat-Mu meliputi segala sesuatu dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi.

Ta’qib shalat ini disarikan dari kitab Mafâtihul Jinân, kunci-kunci surga.

Yang berminat tek arab doa ini bisa mengkopi dari milis “Keluarga bahagia” atau milis “shalat doa” berikut ini.

Wassalam
Syamsuri Rifai

Amalan Praktis, bermacam2 shalat sunnah dan doa-doa pilihan, dan Artikel-artikel Islami klik di sini:
http://shalatdoa.blogspot.com
http://syamsuri149.wordpress.com

Milis artikel2 Islami, macam2 shalat sunnah, amalan2 praktis dan doa-doa pilihan serta eBooknya, klik di sini:
http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia
http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa

Milis rahasia huruf dan angka, nama dan kelahiran, rumus2 penting lainnya, dan doa2 khusus, klik di sini :
http://groups.google.co.id/group/feng-shui-islami

Doa Hari Senin

Dengan asma AllahYang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Segala puji bagi Allah, yang mencipta langit dan bumi tanpa seorang saksi,
yang menggelar makhluk tanpa seorang pembantu
Tiada sekutu dalam Ilahiyat-Nya, tidak ada setara dalam ketunggalan-Nya
Kelu lidah mengungkap sifat-Nya
Lemah akal memikirkan makrifat-Nya
Merendah segala penguasa karena kehebatan-Nya
Rebah segala wajah karena takut pada-Nya
Jatuh segala yang agung karena keagungan-Nya
Bagi-Mu segala pujaPuja yang beruntun tak putus-putus
Shalawat dan salam bagi Rasul-Nya, salam yang kekal abadi
Ya Allah, jadikanlah permulaan hari ini kebaikan, pertengahannya kejayaan, dan pamungkasnya keuntungan
Aku berlindung pada-Mu dari hari yang permulaannya ketakutan, pertengahannya kecemasan, dan pamungkasnya kesedihan

Ya Allah, aku mohonkan ampun pada-Mu
atas segala nazar yang kunazarkan,
atas segala janji yang kujanjikan,
atas segala akad yang kuakadkan,
kemudian tak kupenuhi pada-Mu

Aku bermohon pada-Mu
perihal ulahku menzalimi hamba-Mu
Bila ada hamba-Mu, pria dan wanita, yang teraniaya karena kezalimanku pada diri dan kehormatannya, pada hartanya, pada ahli dan keturunannya.
Atau yang kugunjingkan kejelekannya, atau yang kusengsarakan karena hawa nafsu, penghinaan, kesombongan, riya dan kesukuan, yang hadir dan yang raib, yang hidup dan yang mati
Lalu lemah tanganku, sempit tenagaku, untuk mengembalikan haknya, dan meminta kerelaannya.
Karena itu, aku mohonkan pada-Mu wahai Yang Menguasai segala hajat
hajat yang terpanggil karena kehendak-Nya
hajat yang bergegas memenuhi iradat-Nya
Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad
Ridhakan dia padaku dengan apa yang Kau kehendaki
Berikan padaku dari sisi-Mu rakhmat
Ampunan tidak akan mengurangi keagungan-Mu,
Anugerah tidak akan meyusutkan kebesaran-Mu,
Wahai Yang Maha Kasih dari segala yang mengasihi

Ya Allah, berilah aku pada hari Senin ini dua kenikmatan:
pada permulaannya kebahagiaan menaati-Mu,
pada pamungkasnya: kenikmatan akan ampunan-Mu,
Wahai Dia Yang menjadi satu-satunya Tuhan
Selain Dia tiada yang dapat memberikan ampunan

Doa ini adalah doa Imam Ali Zainal Abidin (sa) salah seorang cucu Rasulullah saw.
(kitab Mafâtihul Jinân, kunci-kunci surga, bab 1, pasal 3)

Doa hari Ahad, berikut tek arab dan bacaan tek latin doa ini dapat dikopi dari milis “Keluarga bahagia” atau milis “shalat doa” berikut ini.

Wassalam
Syamsuri Rifai

Amalan Praktis, bermacam2 shalat sunnah dan doa-doa pilihan, Artikel-artikel Islami dan informasi Islami, klik di sini :
http://shalatdoa.blogspot.com
http://syamsuri149.wordpress.com

Milis artikel2 Islami, macam2 shalat sunnah, amalan2 praktis dan doa-doa pilihan serta eBooknya, klik di sini:
http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia
http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa

Milis rahasia huruf dan angka, nama dan kelahiran, rumus2 penting lainnya, dan doa2 khusus, klik di sini :
http://groups.google.co.id/group/feng-shui-islami

Friday, February 8, 2008

Doa Hari Sabtu

Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Bismillah – kalimat pemegang penjagaan, ucapan pencari perlindungan
A’udzubillah – aku berlindung pada Allah dari kekejaman manusia kejam, dari rekaperdaya manusia dengki, dari kezaliman manusia lalim
Aku memuji Dia di atas pujian semua yang memuji

Ya Allah, Engkau Yang Esa Tiada Tara, Engkau Raja Tiada Dirajai, tak terlawan ketentuanMu, tak tertolak kekuasaanMu
Aku bermohon, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, hambaMu dan utusanMu.
Bimbinglah aku untuk mensyukuri segala nikmat-Mu yang memungkinkan aku mencapai ridhaMu
Bantulah aku menaati-Mu dan melazimkan ibadah pada-Mu, memastikan ganjaran-Mu dengan karunia pertolongan-Mu
Kasihanilah aku, palingkanlah aku dari maksiat pada-Mu, selama Engkau menghidupkan aku, tuntunlah aku pada apa yang bermanfaat bagiku selama Engkau menghidupkan aku
Dengan kitab-Mu, legakan dadakuDengan bacaannya, ringankan bebanku
Karuniakan padaku keselamatan agama dan diriku,
Jangan terlantarkan aku dari semua orang yang menjadi kerinduanku
Sempurnakanlah kebaikan-Mu padaku, pada seluruh sisa umurku, seperti Engkau telah berbuat baik, pada umurku yang telah lalu
Wahai, Yang Terkasih dari segala yang mengasihi
Doa ini adalah doa Imam Ali Zainal Abidin (sa) salah seorang cucu Rasulullah saw.
(kitab Mafâtihul Jinân, kunci-kunci surga, bab 1, pasal 3)

Tek arab dan bacaan tek latin doa ini dapat dikopi dari milis “Keluarga bahagia” atau milis “shalat doa” berikut ini.

Wassalam
Syamsuri Rifai

Amalan Praktis, bermacam2 shalat sunnah dan doa-doa pilihan, Artikel-artikel Islami dan informasi Islami, klik di sini :
http://shalatdoa.blogspot.com/
http://syamsuri149.wordpress.com/

Milis artikel2 Islami, macam2 shalat sunnah, amalan2 praktis dan doa-doa pilihan serta eBooknya, klik di sini:
http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia
http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa

Milis rahasia huruf dan angka, nama dan kelahiran, rumus2 penting lainnya, dan doa2 khusus, klik di sini :
http://groups.google.co.id/group/feng-shui-islami

Informasi bisnis online dan situs2 pasang iklan gratis, klik di sini :
http://www.pengusahaonline.com/?id=Syamsuri
http://infor-indo.blogspot.com/

Download gratis Mobile Magazine, majalah bermacam2 produk Hp dan elektronik, klik di sini : http://www.mobile-indonesia.com/
Ingin kerjasama buka cabang di kota atau daerah Anda, hubungi Redaksi:
Jl. Tebet Timur Dalam VII E No. 17 Jakarta Selatan 12820. Phone : 62-21-835.2103.

Thursday, February 7, 2008

Berdoa dalam sujud

Doa merupakan kehadiran seorang hamba di hadapan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Di saat itulah sebenarnya ia menggantungkan hatinya hanya kepada-Nya guna mewujudkan kedekatan dirinya pada lautan rahmat Ilahi. Dan sujud sebagai ruh ibadah merupakan manifestasi puncak kepatuhan kepada Yang Maha Esa, yang sangat efektif untuk menyampaikan harapan yang diinginkan dalam doa.

Yakni, saat itulah seorang hamba merasakan kerendahan diri di hadapan-Nya dan kedekatan dengan Pencipta Yang Maha Agung dan Maha Mulia. Karenanya, seorang hamba semestinya dapat memanfaatkan kondisi kedekatan ini untuk memohon keperluannya dari khazanah-khazanah rahmat dan pengampunan Allah swt.

Imam Ja’far Ash-Shadiq (as) berkata:
“Hendaknya kamu berdoa ketika kamu dalam keadaan sujud, karena sujud merupakan kondisi yang paling dekat antara seorang hamba dengan Allah swt.” (Al-Kafi, 3: 324)

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) juga berkata:
“Sesungguhnya seorang hamba ketika ia berada dalam sujud lalu ia mengucapkan: ya Rabbi ya Rabbi (sampai nafasnya terputus yakni tidak bernafas), niscaya Allah menjawabnya: Labbayk (di sini aku) apa yang kamu perlukan.” (Biharul Anwar 86: 205)

Dalam sujud seorang hamba disunnahkan berdoa dengan doa yang ma’tsur, yakni doa yang pernah dilafazkan oleh Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa). Imam Ja’far Ash-Shadiq (as) berkata: “Seorang hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah saat ia berdoa dalam sujud, maka apakah yang kamu baca ketika sujud?” Aku (salah seorang sahabatnya) berkata: Ajarkan kepadaku, apa yang harus aku baca? Beliau berkata: Bacalah doa:

“Wahai Tuhan dari semua Tuhan, wahai Raja dari semua raja, wahai Penghulu dari semua penghulu, wahai Yang Maha Memaksa dari semua yang memaksa, wahai Tuhan dari semua Tuhan, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga, dan lakukan padaku demikian dan demikian.” Kemudian membaca:

“Aku adalah hamba-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu.”
Kemudian sampaikan apa yang kamu harapkan, sesungguhnya Dia Maha Dermawan dan tidak ada yang mengungguli keagungan-Nya.” (Al-Kafi 3: 323)

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) juga berkata: “Sesungguhnya Rasulullah saw ketika sujud, beliau berdoa:

Ya Allah, ampunan-Mu lebih luas dari dosa-dosaku, dan rahmat-Mu lebih kuharapkan daripada amalku di sisiku, maka ampuni dosa-dosaku wahai Yang Hidup dan Tak pernah Mati.” (Sunanul Nabi saw: 337)

Catatan: Yang dimaksud sujud di sini adalah sujud diluar shalat. Yakni sujud untuk berdoa, misalnya sujud sesudah shalat2 wajib, wirid dan zikir, sesudah shalat layl, shalat hajat, dan lainnya.

Tek arab doa tersebut dapat dikopi dari milis “Keluarga bahagia” atau milis “shalat doa” berikut ini.
Wassalam
Syamsuri Rifai

Amalan Praktis, bermacam2 shalat sunnah dan doa-doa pilihan, dan artikel2 Islami, klik di sini:
http://shalatdoa.blogspot.com
http://syamsuri149.wordpress.com

Milis artikel2 Islami, macam2 shalat sunnah, amalan2 praktis dan doa-doa pilihan serta eBooknya, klik di sini:
http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia
http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa

Milis rahasia huruf dan angka, nama dan kelahiran, rumus2 penting lainnya, dan doa2 khusus, klik di sini :
http://groups.google.co.id/group/feng-shui-islami

Informasi bisnis online dan situs2 pasang iklan gratis, klik di sini :
http://pengusahaonline.com/?id=Syamsuri
http://infor-indo.blogspot.com

Download gratis Mobile Magazine, majalah bermacam2 produk Hp dan elektronik, klik di sini : http://www.mobile-indonesia.com
Ingin kerjasama buka cabang di kota atau daerah Anda, hubungi Redaksi:
Jl. Tebet Timur Dalam VII E No. 17 Jakarta Selatan 12820. Phone : 62-21-835.2103.

Followers