Pages

Monday, January 5, 2009

Jeritan Gaza Jeritan Karbala

Bersamaan datangnya bulan Muharram 1430 H, jeritan Gaza menggema ke seluruh penjuru negeri sampai ke dusun-dusun kecil. Jeritan anak-anak kecil dan orang-orang tak berdosa menembus ruang angkasa. Langit menangis, bumi pun menjerit. Penghuni langit berduka, penghuni bumi menderita.

Anak-anak kecil tak berdosa menjerit berlarian ketakutan
Kaum perempuan menangis dan menjerit histeris menyaksikan suami, anak, ayah dan keluarganya bersimbah darah.
Orang-orang tua merintih pilu kehilangan anak-anak dan kerabatnya. Mereka bingung kemana harus berlindung. Semua jalur dan dan arah ditutup dan dibokade oleh Israel.

Wahai Husni Mubarok, dimana Islammu, dimana Qur’anmu, mengapa engkau mendukung Israel dan menutup jalur Rafah?
Wahai raja Abdullah, mengapa engkau diam dan bersembunyi? Dimana jubahmu, dimana Islammu, dimana Qur’anmu? Mengapa engkau mendukung zionis Israel musuh Allah swt?

Hati siapa yang tidak sedih menyaksikan jeritan anak-anak kecil berlarian?
Hati siapa yang tidak berduka menyaksikan kaum wanita menangis pilu karena kehilangan suami, anak dan keluarga?
Hati siapa yang tidak pilu menyaksiakan orang-orang tua menangis dan merintih karena kehilangan anak dan kerabat?
Hati siapa yang tidak pedih menyaksikan orang-orang tak berdosa bersimbah darah?

Hari ke 10 pasukan Israel telah membabi-buta, membom-bardil Gaza sehingga jatuh korban sedikitnya 2500, dan 531 menjadi syuhada’.

Kini Israel telah membuat Gaza sebagai kuburan masal orang-orang yang tak berdosa.
Ya Allah, segera turunkan mukjizat-Mu agar Gaza menjadi kuburan masal bagi pasukan biadab zionis Israel.

Kini dunia mengulang pristiwa tragisnya. Dahulu raja Namrud melemparkan Nabi Ibrahim (as) ke dalam api, dan Allah menyelamatkannya dari kobaran api Namrut. Nabi Musa (as) dikejar-kejar Fir’un simbol kezaliman dan penindasan. Nabi Isa (as) dikejar-kejar raja zalim dan Allah menyelamatkan dari tiang salibnya. Rasulullah saw harus berhadapan dengan raja-raja suku arab yang begis dan sadis, Abu Lahab, Abu Jahal, Abu Sofyan, dan lainnya.

Duhai dunia, mengapa bumimu dikuasai oleh raja-raja zalim dan penindas? Padahal Allah saw menyiapkan bumi ini untuk orang-orang yang beriman dan sholeh.

Di dunia akan selalu berhadapan sampai datangnya Al-Mahdi Al-Muntazhar (‘aj) dan Isa Al-Masih (as):
Kebenaran dengan kebatilan
Keadilan dengan kezaliman
Kemuliaan dengan penindasan
Kesucian dengan kerakusan dan kestatisan
Kebijaksaan dengan kejahilan dan kelicikan
Keberanian dengan pengecut dan gegabah

Wahai Indonesiaku! Segera sadarlah bahwa persahabatan politik zionis Amerika itu zalim, licik, pengecut, dan tak akan abadi. Mereka hanya bersahabat dalam kepentingan materi dan duniawi. Habis kepentingannya mereka akan menghabisi kita.Tidakkah kita telah menyaksikan? Saat Irak bersahabat dengan Amerika dan zionisnya, habis kepentingannya ia dihabisi. Saat raja Pahlavi berkuasa di Iran, ia dipuji-puji oleh Amerika dan zionisnya, tapi saat ulama besar pemimpinnya, mereka berbalik memusuhinya tapi mereka tak berhasil menggulingkannya.

Wahai Indonesiaku! Apakah engkau akan menunggu gilirannya dihancurkan oleh Amerika dan zionisnya seperti Irak dan Afganistan, diporak-porandakan seperti Palestina?

Duhai dua kota suciku Mekkah dan Madinah! Segera gulingkan penguasamu. Mereka sudah terlalu lama bercinta dan bermesraan dengan Amerika dan zionis Israel. Padahal mereka jelas musuh Allah dan Rasul-Nya. Mengapa sang raja tidak segera mencerai kekasihnya itu? Akankah menunggu bumi dibanjiri darah kaum muslimin dan mukminin? Atau sang raja memang penerus kezaliman Yazid bin Muawiyah? Pembunuh dingin yang haus darah?

Duhai Mesir dan Kairo, pusat ilmu kaum keislaman kaum muslimin! Mengapa engkau mencintai Amerika dan zionis Israel, padahal mereka sebenarnya tidak mencintaimu. Engkau hanya sebagai jomlang untuk menghancurkan kaum muslimin. Apakah engkau Husni sedang menunggu waktu dihabisi oleh mereka seperti Saddam dan Iraknya? Mengapa engkau tidak belajar dari tragedi Karbala? Ataukah engkau Husni Mubarak memang penerus kebiadaban Yazid bin Muawiyah? Pembunuh dingin yang haus darah kaum muslimin?

10 Muharram 61 H
Tanah Karbala dibanjiri darah keluarga suci Rasulullah saw dan sahabatnya. Pasukan Yazid bin Muawiyah membantai mereka secara sadis dan tragis. Kaum wanita dari keluarga suci Rasulullah saw dan anak-anak kecil menjerit histeris menyaksikan langsung pembantaian terhadap Al-Husein (sa), keluarga dan sahabat-sahabatnya.

Bagaimana mungkin mereka tidak menjerit histeris? Al-Husein (sa) cucu tercinta Rasulullah saw tidak hanya dibunuh oleh pasukan Yazid. Mereka menghujani Al-Husein (sa) dengan anak-anak panah dan tombak, sehingga tubuhnya bersimbah darah, lemah dan tak berdaya. Melihat tubuh Al-Husein (sa) sudah lemah dan bersimbah darah, Syimir salah seorang pasukan Yazid turun dari kudanya, lalu menginjak-injak dada Al-Husein (sa). Kemudian ia menduduki dadanya, ia menghunus pedangnya lalu menyembelih leher Al-Husein cucu tercinta Rasulullah saw sehingga terputus dan terpisah dari badannya. Kemudia ia melemparkan kepala Al-Husein yang berlumuran darah itu ke dalam kemah adik kandungnya Zainab Al-Kubra (sa).

Luar biasa kesadisan dan kebiadaban pasukan Yazid bin Muawiyah. Al-Husein (sa) disembelih dalam keadaan haus dan lapar, tidak diberi setetes pun air. Padahal Rasulullah saw berpesan pada kita agar tidak menyembelih sapi, kambing, dan binatang ternak yang dalam keadaan haus.

Assalâmu’alayka yâ Abâ Abdillâh
Salam atasmu ya Aba Abdillah
Salam atasmu duhai putera Rasulullah
Salam atasmu duhai putera Amirul mukminin
Salam atasmu duhai putera Fatimah Az-Zahra’
Salam atasmu dan semua Arwah para syuhada’ Karbala
Aku akan selalu mengucapkan salam atasmu sepanjang hidupku,
sepanjang siang dan malam.

Salam atasmu duhai para syuhada’ Gaza
Semoga Allah swt menghimpumu bersama Rasulullah saw dan keluarga sucinya
Semoga Allah saw menghimpumu bersama Al-Husein (sa) dan para syuhada’ Karbala.

Ya Allah, karuniakan padaku kehidupan seperti kehidupan Muhammad dan keluarga Muhammad, dan kematian seperti wafatnya Muhammad dan keluarga Muhammad.
Ya Allah, jadikan daku orang yang mulia di sisi-Mu bersama Al-Husein (sa) di dunia dan akhirat.
Ya Allah, karuniakan padaku syafaat Al-Husein pada hari kiamat.

Salam pada Al-Husein
Salam pada Ali bin Al-Husein,
Salam pada semua putera-puteri Al-Husein
Salam pada sahabat-sahabat Al-Husein

Ya Allah, ya Rasul!
Saksikan kezaliman dan penindasan telah melanda dunia
Kokoh pijakan kakiku pada kebenaran di sisi-Mu bersama Al-Husein dan sahabat-sahabat Al-Husein yang telah mencurahkan segala usaha dan kemampuannya untuk membela Al-Husein (sa).

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://syamsuri149.wordpress.com
http://shalatdoa.blogspot.com
http://id-id.facebook.com/people/Syamsuri_Rifai/1071108775
Group Pecinta Keluarga Bahagia
http://www.facebook.com/group.php?gid=37020211895

Links Khusus Edisi Asyura
Video dan Parade Asyura, musik2 duka Asyura + animasi, foto2 dan lukisan2 kreasi indah:
http://islampraktis.multiply.com
Film Kartun Perang di Karbala (13 seri):
http://ifadah2.multiply.com
Video Peringatan Asyura di berbagai negara: Indonesia, Malaysia, Amerika, Inggris, Jerman, Denmark, Canada, Belanda, Australia, Korea, Iran, dan lainnya:
http://hajinawawi.multiply.com

Friday, January 2, 2009

Tragedi Karbala 10 Muharram 61 H

Tragedi Karbala 10 Muharram 61 H adalah peristiwa yang paling tragis dalam sepanjang sejarah hidup manusia. Peristiwa paling tragis ini menimpa cucu tercinta Rasulullah saw dan kelarganya, yaitu Al-Husein bin Ali bin Abi Thalib (sa).

Jauh sebelum peristiwa ini terjadi malaikat Jibril telah memberitakan kepada Rasulullah saw. Ummu Salamah isteri tercinta Rasulullah saw menuturkan: Ketika hendak tidur Rasulullah saw gelisah, ia berbaring kemudian bangun, berbaring lalu bangun lagi. Aku bertanya kepadanya: Mengapa engkau gelisah ya Rasulallah? Rasulullah saw menjawab: “Baru saja Jibril datang kepadaku memberitakan bahwa Al-Husein akan dibunuh di Karbala. Ia membawa tanah ini dan simpanlah tanah ini. Jika tanah ini warnanya berubah menjadi merah pertanda Al-Husein telah terbunuh.” Ummu Salamah menyimpan tanah itu.

Riwayat dalam versi yang lain tentang bahwa Jibril (as) datang kepada Rasulullah saw membawa tanah Karbala, berikut sumbernya dalam kitab2 Ahlussunah, klik disini

Al-Husein (sa) mengajak keluarganya dan sahabat-sahabat Nabi saw yang masih hidup saat itu untuk bergabung bersamanya. Sebelum meninggalkan kota Madinah, Al-Husein (sa) pergi berziarah ke pusara kakeknya Rasulullah saw. Di kubur Kakeknya ia membaca doa dan menangis hingga larut malam dan tertidur. Dalam tidurnya ia mimpi Rasulullah saw datang kepadanya, memeluknya dan mencium keningnya. Dalam mimpinya Rasulullah saw berpesan: “Wahai Husein, ayahmu, ibumu dan kakakmu menyampaikan salam padamu, mereka rindu kepadamu ingin segera berjumpa denganmu. Wahai Husein, tidak lama lagi kamu akan menyusulku dengan kesyahidanmu.” Lalu Al-Husein terbangun.

Al-Husein (sa) mengajak keluarganya dan sahabat-sahabat Nabi saw yang masih hidup saat itu untuk bergabung bersamanya. Sebelum meninggalkan kota Madinah, Al-Husein (sa) pergi berziarah ke pusara kakeknya Rasulullah saw. Di kubur Kakeknya ia membaca doa dan menangis hingga larut malam dan tertidur. Dalam tidurnya ia mimpi Rasulullah saw datang kepadanya, memeluknya dan mencium keningnya. Dalam mimpinya Rasulullah saw berpesan: “Wahai Husein, ayahmu, ibumu dan kakakmu menyampaikan salam padamu, mereka rindu kepadamu ingin segera berjumpa denganmu. Wahai Husein, tidak lama lagi kamu akan menyusulku dengan kesyahidanmu.” Lalu Al-Husein terbangun.

Di kubur kakeknya Al-Husein berjanji dan bertekah untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, menyampaikan Islam sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah dan Rasul-Nya. Kemudian Ia mendatangi keluarganya dan mengajak sebagian sahabat-sahabat Nabi saw yang masih hidup saat itu untuk bergabung bersamanya.

Ketika akan meninggalkan kota Madinah menuju ke Irak, Al-Husein berpamitan kepada Ummu Salamah, ia menangis dan mengantarkannya dengan linangan air mata, ia terkenang saat bersama Rasulullah saw dan teringat pesan yang disampaikan kepadanya.

Kini Al-Husein dan rombongannya berangkat menuju Irak. Karena lelahnya perjalanan yang cukup jauh, Al-Husein dan rombongan yang tidak lebih dari 73 orang berhenti di padang Karbala. Rombongan Al-Husein (sa) terdiri dari keluarganya dan sebagian sahabat-sahabat Nabi saw. Mereka memancangkan kemah-kemah di padang Karbala untuk berteduh dari sengatan panas matahari dan istirahat karena lelahnya perjalanan yang cukup jauh.

Deru suara kuda terdengar dari kejauhan. Semakin lama suara itu semakin jelas bahwa suara itu adalah suara deru kuda pasukan Ibnu Ziyad yang jumlahnya ribuan. Rombongan Al-Husein yang jumlahnya tidak lebih dari 73 orang terdiri dari: anak-anak kecil dan wanita dari keluarganya, dan sebagian sahabat-sahabat Nabi saw. Mereka harus berhadapan dengan ribuan pasukan Ibnu Ziyad gubernur pilihan Yazid bin Muawiyah.

Karena jauhnya perjalanan Al-Husein dan rombongannya kehabisan bekal. Mereka dalam keadaan haus dan lapar. Sebagian dari mereka berusaha mengambil air dari sungai Efrat, tapi mereka dihadang oleh pasukan Ibnu Ziyah. Mereka tetap berusaha keras mengambil air untuk dipersembahkan kepada Al-Husein dan keluarganya serta rombongan yang kehausan. Tapi mereka gagal karena diserang oleh anak-anak panah pasukan Ibnu Ziyah, dan mereka berguguran menjadi syuhada’.

10 Muharram 61 H, kecuali Al-Hurr pasukan Ibnu Ziyad mulai melakukan serangan pada rombongan Al-Husein yang dalam keadaan haus dan lapar. Salah seorang pasukan melancarkan anak panah pada leher anak Al-Husein yang masih bayi dan berada dalam pangkuan ibunya, sehingga mengalirlah darah dari lehernya dan meninggallah bayi yang tak berdosa itu.

Pada sore hari 10 Muharram 61 H, pasukan Al-Husein banyak yang berguguran. Sehingga Al-Husein (sa) tinggallah seorang diri dan beberapa anak-anak dan wanita. Dalam keadaan haus dan lapar di depan pasukan Ibnu Ziyad , Al-Husein (sa) berkata: “Bukalah hati nurani kalian, bukankah aku adalah putera Fatimah dan cucu Rasulullah saw. Pandanglah aku baik-baik, bukankah baju yang aku pakai adalah baju Rasululah saw.”

Tapi sayang seribu sayang karena emeng-emeng hadiah jabatan dan materi dari Ibnu Ziyah dan Yazid bin Muawiyah, kecuali Al-Hurr pasukan Ibnu Ziyad tidak memperdulikan ajakan Al-Husein (sa), mereka menyerang Al-Husein yang tinggal seorang diri. Serangan itu disaksikan oleh Zainab (adiknya), Syaherbanu (isterinya), Ali bin Husein (puteranya), dan rombongan yang masih hidup yang terdiri dari wanita dan anak-anak. Pasukan Ibnu Ziyad melancarkan anak-anak panah pada tubuh Al-Husein, dan darah mengalir dari tubuhnya yang sudah lemah. Akhirnya Al-Husein terjatuh di tengah-tengah mayat para syuhada’ dari pasukannya.

Melihat Al-Husein terjatuh dan tak berdaya, Syimir dari pasukan Ibnu Ziyah turun dari kudanya, menginjak-injakkan kakinya ke dada Al-Husein, lalu menduduki dadanya dan menghunus pedang, kemudian menyembelih leher Al-Husein yang dalam kehausan, sehingga terpisah lehernya dari tubuhnya.

Duhai manusia yang mengaku umat Rasulullah saw, mengapa kalian tidak membela Al-Husein (sa)? Padahal Rasulullah saw pernah berpesan: “Puteraku ini (Al-Husein) akan dibunuh di Karbala, barangsiapa yang menyaksikannya, maka tolonglah dia.”
(Al-Ishabah, Ibnu Hajar, jilid 1: 68, hadis ke 266)
Lebih detail tentang hadis ini dan rujukannya, klik di sini

Menyaksikan pristiwa paling tragis itu Zainab, isteri Al-Husein dan anak-anak kecil menangis dan menjerit. Tidak hanya itu kekejaman Syimir, ia melemparkan kepala Al-Husein (sa) yang berlumuran darah ke dalam kemah Zainab. Semakin histeris tangisan Zainab dan keluarganya menyaksikan kepala Al-Husein yang berlumuran darah berada di dekatnya.

Zainab Al-Kubra (sa) menangis dan menjerit, jeritannya memecah suasana duka. Ia merintih sambil berkata: Oh… Husein, dahulu aku menyaksikan kakakku Al-Hasan meninggal diracun oleh orang terdekatnya, dan kini aku harus menyaksikan kepergianmu dibantai dan disembelih dalam keadaan haus dan lapar.

Padahal Rasul yang agung berpesan kepada kita, tidak boleh menyembelih binatang ternak yang dalam kehausan. Sementara engkau ya Husein, disembelih dalam keadaan haus yang tidak diberi setetes pun air.

Ya Allah, ya Rasullallah, saksikan semua ini. Al-Husein telah meninggalkan kami dibantai di Karbala dalam keadaan haus dan lapar. Dibantai oleh umatmu yang mengharapkan syafaatmu. Ya Allah, ya Rasulallah Akankah mereka memperoleh syafaatmu sementara mereka menghinakan keluargamu, dan membantai Al-Husein yang paling engkau cintai?

10 Muharram 61 H, bersamaan akan tenggelamnya matahari, mega merah pun mewarnai kemerahan ufuk barat, saat itulah tanah Karbala memerah, diwarnai merah darah Al-Husein (sa) dan para syuhada’ Karbala. Bumi menangis, langit dan penghuinya berduka atas kepergian Al-Husein (sa) pejuang kebenaran dan keadilan.

Dari sebagian sumber riwayat menuturkan bahwa sejak kepergian Al-Husein dari Madinah Ummu Salamah selalu memperhatikan tanah yang dititipkan oleh Rasulullah saw, saat Al-Husein terbunuh tanah itu berubah warna menjadi merah, Ummu Salamah menangis, teringat pesan Rasulullah saw dan terkenang saat-saat bersamanya.

Kini rombongan Al-Husein (sa) yang masih hidup tinggallah: Zainab dan isteri Al-Husein, Ali putra Al-Husein (sa) yang sedang sakit, anak-anak dan wanita. Mereka diikat dan rantai, digiring dalam keadaan haus dan lapar, dari karbala menuju kantor gubernur Ibnu Ziyad yang kemudian mereka digiring ke istana Yazid bin Muawiyah di Damaskus. Dalam keadaan lemah, lapar dan haus, mereka dirantai dan digiring di sepanjang jalan kota Kufah. Mereka disaksikan oleh penduduk Kufah yang berbaris di sepanjang jalan. Mereka menundukkan kepala, malu dengan sorotan mata para penonton yang memandangi mereka.

Kini sisa rombongan Al-Husein digiring ke istana Yazid bin Muawiyah. Sebagian pasukan membawa kepala Al-Husein untuk dipersembahkan kepada Yazid bin Muawiyah. Dengan mempersembahkan kepala Al-Husein dan tawanan wanita dan anak kecil yang sebagian dari mereka adalah cucu dan keturunan Nabi saw, mereka berharap mendapatkan imbalan jabatan dan materi sebagaimana yang telah dijanjikan oleh Yazid bin Muawiyah. Kini tiba saatnya Yazid, Ibnu Ziyad, para pejabat dan pasukannya berpesta di istana, merayakan kemenangannya.

Duhai para pejuang kebenaran dan keadilan, hati siapa yang tidak terluka dan berduka menyaksikan tragedi Karbala?

Duhai para pecinta Rasulullah dan keluarganya, hati siapa yang tidak merasa sedih dan iba menyaksikan keluarga Nabi saw dirantai dan digiring di sepanjang jalan kota Kufah
dalam keadaan haus dan lapar lalu dihinakan di istana Yazid bin Muawiyah?

Duhai umat Rasulullah saw, peristiwa apalagi dalam sejarah manusia yang lebih tragis dari peristiwa yang menimpa kelurga suci Rasulullah saw di Karbala?

Duhai kaum yang lemah dan tertindas, hati siapa yang tidak bangkit untuk melawan penindasan bila menyaksikan pembantaian terhadap para pejuang keadilan dan kebenaran.

Mengapa kita tidak dibangkitkan oleh semangat darah Al-Husein dan para syuhada’ Karbala, untuk melawan penindasan dan kezaliman?

Duhai kaum muslimin dan mukminin umat Rasulullah saw, masih adakah hati yang keberatan menyampaikan salam dan ziarah kepada Al-Husein (sa) dan para syuhada’ Karbala? Mari kaum muslimin, para pecinta kebenaran dan keadilan kita ucapkan salam:

اَلسَّلامُ عَلَى الْحُسَيْنِ وَعَلى عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ وَعَلى اَوْلادِ الْحُسَيْنِ وَعَلى اَصْحابِ الْحُسَيْنِ
Assalâmu ‘alal Husayn wa ‘alâ Aliyibnil Husayn wa ‘alâ awlâdil Husayn wa ‘alâ ashhâbil Husayn.

Salam pada Al-Husein, salam pada Ali bin Husein, salam pada semua putera Al-Husein, dan salam pada semua sahabat Al-Husein.

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://syamsuri149.wordpress.com
http://shalatdoa.blogspot.com
http://id-id.facebook.com/people/Syamsuri_Rifai/1071108775
Group Pecinta Keluarga Bahagia
http://www.facebook.com/group.php?gid=37020211895

Links Khusus Edisi Asyura
Video dan Parade Asyura, musik2 duka Asyura + animasi, foto2 dan lukisan2 kreasi indah:
http://islampraktis.multiply.com
Film Kartun Perang di Karbala (13 seri):
http://ifadah2.multiply.com
Video Peringatan Asyura di berbagai negara: Indonesia, Malaysia, Amerika, Inggris, Jerman, Denmark, Canada, Belanda, Australia, Korea, Iran, dan lainnya:
http://hajinawawi.multiply.com

Thursday, January 1, 2009

Peristiwa-peristiwa alam saat dan sesudah Al-Husein (sa) terbunuh

Dalam Sunan Al-Baihaqi 3: 337, hadis ke 6352:
Abu Qubail berkata: “Ketika Al-Husein bin Ali (as) terbunuh, terjadi gerhana matahari dan semua bintang nampak di siang hari, sehingga kami mengira hal itu terjadi demikian.” (juga dalam Majma’ Az-Zawaid 9: 197).

Dalam Tahdzib At-Tahdzib 2: 354, hadis ke 615:
Khalaf bin Khalifah berkata: “Ketika Al-Husein (as) terbunuh, langit menghitam dan bintang-bintang nampak di siang hari.”

Dalam Ash-Shawa’iq Al-Muhriqah, Ibnu hajar: 116, hadis ke 30:
“Terjadi gerhana matahari sehingga bintang-bintang nampak di siang hari, manusia mengira bahwa kiamat akan segera terjadi.”

Dalam Dzakhair Al-‘Uqba, halaman 145:
Ummu Salim berkata: “Ketika Al-Husein (as) terbunuh, turun hujan seperti darah ke rumah-rumah kami...”

Ummu Salamah berkata: “Ketika Al-Husein (as) terbunuh turun hujan darah kepada kami.”

Dalam tafsir Ibnu Jarir 25: 740, hadis ke 31120, tentang firman Allah:
“Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka” (Ad-Dukhkhan: 29): As-Sudi berkata: “Ketika Husein bin Ali (as) terbunuh, langit menangisinya, tangisannya adalah kemerah-merahannya.”

Dalam tafsir Ad-Durrul Mantsur, Jalaluddin As-Suyuthi, tentang firman Allah:
“Rasa kasih sayang yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian, dan ia adalah seorang yang bertakwa,” (Maryam: 13): Qurrah berkata: “Langit tidak pernah menangisi siapapun kecuali Yahya bin Zakariya dan Husein bin Ali (as), dan tangisannya adalah kemerah-merahannya.”

Dalam tafsir Ad-Durrul Mantsur, Jalaluddin As-Suyuthi, tentang surat Ad-Dukhkhan, 29:
Ibrahim berkata: “Langit tidak pernah menangis sejak dunia diciptakan kecuali atas dua orang. Tahukah kamu tangisan langit? Ia menjawab: Tidak. Tangisan langit adalah berwarna kemerah-merahan dan nampak seperti asap. Sungguh ketikaYahya bin Zakiya (as) terbunuh langit memerah dan meneteskan darah, dan sungguh ketika Al-Husein (as) terbunuh langit memerah. Zaid bin Ziyad berkata: “Ketika Al-Husein (as) terbunuh ufuk-ufuk langit memerah selama empat bulan.”

Dalam Hilyatul Awliya’, Abu Na’im, 2: 276, hadis ke 193:
Dari Hisyam dari Muhammad, ia berkata: Tidakkah kamu melihat ufuk-ufuk langit berwarna kemerahan-merahan saat Al-Husein (as) terbunuh…”

Lebih detail, silahkan klik di sini

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://syamsuri149.wordpress.com
http://shalatdoa.blogspot.com
http://id-id.facebook.com/people/Syamsuri_Rifai/1071108775
Group Pecinta Keluarga Bahagia
http://www.facebook.com/group.php?gid=37020211895

Links Khusus Edisi Asyura
Video dan Parade Asyura, musik2 duka Asyura + animasi, foto2 dan lukisan2 kreasi indah:
http://islampraktis.multiply.com
Film Kartun Perang di Karbala (13 seri):
http://ifadah2.multiply.com
Video Peringatan Asyura di berbagai negara: Indonesia, Malaysia, Amerika, Inggris, Jerman, Denmark, Canada, Belanda, Australia, Korea, Iran, dan lainnya:
http://hajinawawi.multiply.com

Azab di dunia dan Akhirat bagi yang membenci dan memerangi Al-Husein (sa)

Azab di dunia bagi yang membenci dan memerangi Al-Husein (sa)
Dalam kitab Ash-Shaw’iqul Muhriqah Ibnu Hajar, halaman 116:
Az-Zuhri berkata: “Tidak ada seorangpun yang membunuh Al-Husein (as) kecuali ia mendapat azab di dunia, yaitu: dibunuh atau buta atau wajahnya menghitam, atau kekuasaannya hilang.”

Lebih detail, silahkan klik di sini

Surga diharamkan bagi orang yang menzalimi dan memerangi Ahlul bait (sa)
Dalam kitab Dzakhair Al-‘Uqba, halaman 20:
Ali bin Abi Thalib (as) berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya Allah mengharamkan surga bagi orang yang menzalimi Ahlul baitku, atau memerangi mereka, atau menyerang mereka, atau mencerca mereka.”

Dalam kitab Nurul Abshar, Asy-Syablanji, halaman 100:
Rasulullah saw bersabda:
“Diharamkan surga bagi orang yang menzalimi Ahlul baitku dan menyakitiku karena menyakiti ‘itrah(keturunan)ku….”
Lebih detail, silahkan klik di sini

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://syamsuri149.wordpress.com
http://shalatdoa.blogspot.com
http://id-id.facebook.com/people/Syamsuri_Rifai/1071108775
Group Pecinta Keluarga Bahagia
http://www.facebook.com/group.php?gid=37020211895

Links Khusus Edisi Asyura
Video dan Parade Asyura, musik2 duka Asyura + animasi, foto2 dan lukisan2 kreasi indah:
http://islampraktis.multiply.com
Film Kartun Perang di Karbala (13 seri):
http://ifadah2.multiply.com
Video Peringatan Asyura di berbagai negara: Indonesia, Malaysia, Amerika, Inggris, Jerman, Denmark, Canada, Belanda, Australia, Korea, Iran, dan lainnya:
http://hajinawawi.multiply.com

Mimpi Isteri Nabi saw dan Sahabatnya tentang Terbunuhnya Al-Husein (sa)

Mimpi Ummu Salamah Isteri Nabi saw
Dalam Shahih Tirmidzi 2: 306, hadis ke 3771:
Sulami berkata: pada suatu hari aku mendatangi Ummu Salamah ketika ia sedang menangis. Lalu aku bertanya: Mengapa engkau menangis? Ia menjawab: Aku bermimpi Rasulullah saw, kepala dan jenggotnya berlumuran tanah. Kemudian aku bertanya: Apa yang akan terjadi ya Rasulallah. Beliau bersabda: “Saksikan, Al-Husein akan terbunuh.”
(Mustadrak Al-Hakim 4: 19)

Lebih detail dan rujukan kitab, klik di sini

Mimpi Ibnu Abbas sahabat Nabi saw
Dalam Mustadrak Al-Hakim 4: 397, kitab ta’bir mimpi:
Ibnu Abbas berkata: Aku bermimpi Rasulullah saw sebagaimana orang mimpi di siang hari, beliau memegang botol yang berisi darah. Kemudian aku bertanya kepada Rasulullah saw: Wahai Nabi Allah, apa maksud dalam mimpiku ini? Rasulullah saw menjawab: “Ini adalah darah Al-Husein dan sahabat-sahabatnya, sejak hari ini hendaknya kamu menghitungnya.” Ibnu Abbas berkata: Kemudian aku menghitung hari itu, maka sebelum satu hari mereka dapatkan Al-Husein terbunuh.
Al-Hakim mengatakan: hadis ini shahih berdasarkan persyaratan Muslim.
(Musnad Ahmad bin Hambal 1: 242, hadis ke 2166)

Lebih detail, silahkan klik di sini

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://syamsuri149.wordpress.com
http://shalatdoa.blogspot.com
http://id-id.facebook.com/people/Syamsuri_Rifai/1071108775
Group Pecinta Keluarga Bahagia
http://www.facebook.com/group.php?gid=37020211895

Links Khusus Edisi Asyura
Video dan Parade Asyura, musik2 duka Asyura + animasi, foto2 dan lukisan2 kreasi indah:
http://islampraktis.multiply.com
Film Kartun Perang di Karbala (13 seri):
http://ifadah2.multiply.com
Video Peringatan Asyura di berbagai negara: Indonesia, Malaysia, Amerika, Inggris, Jerman, Denmark, Canada, Belanda, Australia, Korea, Iran, dan lainnya:
http://hajinawawi.multiply.com

Sunday, December 28, 2008

Bulan Muharram bulan Kebangkitan Islam atau bulan Berduka?

Sebagian kaum muslimin merayakan bulan Muharram sebagai bulan bahagia dan kebangkitan Islam. Sebagian mereka berpesta merayakan datangnya tahun baru Hijriyah, dengan mengajak anak-anak yatim ikut merayakan kebahgiaan dengan menyantuni dan membahagiakan mereka, sebagai tanda syukur dan kebahagiaan.

Dengan pesta dan rasa bahagia itu mereka melupakan pristiwa tragis yang menimpa cucu tercinta Rasulullah saw dan keluarganya. Peristiwa tragis yang tak pernah terjadi dalam sepanjang kehidupan manusia kecuali pada keluarga suci Rasulullah saw. Yakni pembaitaian masal terhadap keluarga suci Rasulullah saw di Karbala, Irak.

Pembantaian itu dilakukan oleh pasukan Yazid bin Muawiyah pada tanggal 10 Muharram 61 H. Saking tragisnya peristiwa itu Al-Husein (as) cucu tercinta Rasulullah saw bukan sekedar dipanah dan ditombak, tetapi lehernya dipegal oleh Syimer (salah seorang pasukan Yazid bin Muawiyah) sehingga kepalanya terpisah dari badannya. Al-Husein (as) disembelih dalam dalam keadaan yang sangat haus tanpa diberi setetes pun air.

Padahal Rasulullah saw melarang kita menyembelih binatang ternak kambing, sapi dan lainnya dalam keadaan haus. Tapi Pasukan Yazid bin Muawiyah sangat tega menyembelih Al-Husein (sa) cucu tercinta Rasulullah saw dalam keadaan yang sangat haus, dan kepalanya sampai terpisah dari badannya, lalu kepala yang berlumuran darah itu dilemparkan ke dalam kemah adik kandung Zainab Al-Kubra dan keluarga. Sehingga Zainab (sa) dan keluarganya menjerit histeris. Keluarga Rasulullah saw yang tersisa saat itu adalah kaum perempuan, anak-anak kecil dan Ali Zainal Abidin putera Al-Husein (sa), yang saat itu sedang sakit demam.

Ali Zainal Abidin (sa) juga diincar untuk dibunuh, tapi Zainah selalu menghalangi dan melindungi keponakannya dari pedang dan tombak pasukan Yazid bin Muawiyah. Sehingga Zainab Al-Kubra digelari srikandi Karbala. Karena dialah berkat pertolongan Allah swt, Ali bin Husein (sa) selamat dan diselamatkan oleh Allah swt dari keterputusan keturunan suci Rasulullah saw. Zainab, Ali bin Husein dan keluarganya menyaksikan pembaitaian terhadap Al-Husein (as) penyembelihan lehernya.

Keluarga Nabi saw yang tersisa saat itu terdiri dari perempuan dan anak-anak kecil. Mereka digiring oleh pasukan Yazid, dari Karbala menuju kota Kufah. Dalam keadaan haus dan lapar mereka digiring, dirantai dan berjalan kaki, menjadi tontonan bagi penduduk kufah yang berbaris di pinggir sepanjang Kufah. Mereka berjalan sambil menundukkan kepala, malu pada sototan mata para penonton yang berbaris di sepanjang jalan Kufah.

Aduhai, betapa peristiwa tragis itu memilukan hati kaum muslimin dan mukminin. Keluarga Nabi saw yang suci dan mulia, dijadikan barang tontonan yang dihinakan.
Aduhai, apa yang akan terjadi sekiranya Rasulullah saw, Fatimah Az-Zahra dan Ali bin Abi Thalib (sa) ada saat itu dan menyaksikan keluarganya diperlakukan seperti itu.



Cobalah kita bayangkan, sekiranya peristiwa itu terjadi pada ayah kita, saudara dan keluarga dekat kita, dan kita menyaksikannya. Dapat kita melupakan peristiwa tragis itu? Tentu jawabannya tak mungkin bisa melupakannya.

Peristiwa itu tragis itu telah disepakati kejadiannya oleh para ahli sejarah, dan ini tertulis dalam buku-buku sejarah Islam, baik dari kalangan Ahlussunnah maupun Ahlul bait (sa).

Sekaitannya dengan peristiwa tragis itu ada beberapa pertanyaan yang harus kita pertanyakan pada diri kita, antara lain:

Pertama: Pantaskah kita sebagai umat Rasulullah saw, berpesta, berbahagia dan bersyukuran saat keluarga Nabi saw berduka? Bukankah berpesta, berbahagia dan bersyukuran itu adalah peninggalan Yazid bin Muawiyah atas kemenangan pasukannya dan keberhasilannya membantai keluarga Rasulullah saw dan memegal kepala Al-Husein (sa) cucu tercintanya? Bukankah itu kebahagiaan dan syukuran Yazid dan para pengikutnya di atas penderitaan keluarga suci Rasulullah saw? Jejak mana yang layak kita ikuti dan kita teladani, Yazid bin Muawiyah dan pengikutnya atau Al-Husain (sa) dan pengikutnya?

Bukankah Rasululullah saw pernah bersabda:
“Al-Hasan dan Al-Husein puteraku, barangsiapa yang mencintai mereka ia mencintaiku, barangsiapa yang mencintaiku ia dicintai oleh Allah, dan barangsiapa yang dicintai oleh Allah ia akan masuk surga. Barangsiapa yang membenci mereka ia membenciku, barangsiapa yang membenciku ia dibenci oleh Allah, dan barangsiapa yang dibenci oleh ia akan masuk neraka.” (Mustadrak Al-Hakim 3: 166)
Lebih detail hadis ini dan rujukannya, klik di sini

Kedua: Apa yang diperjuangkan oleh Al-Husein (sa) sehingga ia mengorbankan diri dan keluarganya? Apakah kekuasaan material, atau untuk menegakkan kebenaran dan keadilan? Salahkah Al-Husein (sa) mengorbankan diri dan keluarganya? Bukankah Al-Husein (sa) termasuk Ahlul bait Nabi saw yang disucikan oleh Allah swt dari salah dan dosa? Bukankah Allah swt menyatakan secara tegas dalam firman-Nya:

“Sungguh tiada lain Allah berkehendak menjaga kamu dari dosa-dosa hai Ahlul bait dan mensucikan kamu dengan sesuci-sucinya.” (Al-Ahzab/33: 33)
Lebih detail tentang penjelasan ayat ini, Asbabun nuzul dan rujukannya, klik di sini

Ketiga: Mengapa sebagian kaum muslimin tidak berpihak dan tidak perduli pada duka keluarga Rasulullah saw? Mengapa mereka tidak mengikuti jejak dan tapak-tilas keluarga suci Rasulullah saw? Padahal Rasulullah saw bersabda:

“Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kalian dua pusaka yang berharga: Al-Qur’an dan ‘Itrahku, Ahlul baitku.” (Shahih At-Tirmidzi 2: 219)
Lebih detail tentang hadis ini dan rujukannya, silahkan klik di sini

Rasulullah saw juga bersabda:
“Perumpamaan Ahlul baitku seperti bahtera Nuh, barangsiapa yang menaikinya ia akan selamat, dan barangsiapa yang tertinggal ia akan tenggelam dan celaka.” (Mustadrak Al-Hakim 2: 343)
Lebih detail hadis ini, macam2 redaksi dan rujukannya, klik di sini

Kesimpulan sementara
1. Jika kita menganggap bulan Muharram khususnya tanggal 10 Muharram sebagai bulan kebahagiaan dan syukuran jelas itu peninggalan Yazid bin Muawiyah dan pengikutnya.
2. Jika bulan Muharram dijadikan sebagai bulan kebangkitan Islam dalam arti kemenangan dan kejayaan, jelas anggapan itu berpihak kepada Yazid bin Muawiyah dan pengikutnya.
3. Jika bulan Muharram dianggap sebagai bulan kebangkitan dalam makna bangkit melawan kezaliman dan penindasan terhadap mustadh’afin, itu jelas mengkuti jejak Al-Husain (sa) dan pengikutnya. Dan memang Rasulullah saw tidak pernah mentolerir pada kezaliman, kebatilan dan penindasan.
4. Bulan Muharram adalah bulan berduka dan menangis bagi semua umat Rasulullah saw, tapi bukan air mata cengeng. Duka dan air mata yang membangkitkan semangat untuk melawan kezaliman, kebatilan dan penindasan.

Rasulullah saw pernah bersabda:
Pada hari kiamat nanti akan terdengar suara panggilan: Dimanakah orang-orang yang zalim dan para pendukungnya? Barangsiapa yang membantu mereka walaupun dengan setetes tinta atau sekedar mengikatkan tali kantong mereka, atau meminjamkan penanya kepada mereka, niscaya mereka akan digiring dan dikumpulkan bersama orang-orang yang zalim itu. (Bihârul Anwâr 75: 372)

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://syamsuri149.wordpress.com
http://shalatdoa.blogspot.com
http://id-id.facebook.com/people/Syamsuri_Rifai/1071108775
Group Pecinta Keluarga Bahagia
http://www.facebook.com/group.php?gid=37020211895

Links Peringatan Asyura
Video dan Parade Asyura, musik2 duka Asyura + animasi, foto2 dan lukisan2 kreasi indah:
http://islampraktis.multiply.com
Film Kartun Perang di Karbala (13 seri):
http://ifadah2.multiply.com
Video Peringatan Asyura di berbagai negara: Indonesia, Malaysia, Amerika, Inggris, Jerman, Denmark, Canada, Belanda, Australia, Korea, Iran, dan lainnya:
http://hajinawawi.multiply.com

Saturday, December 27, 2008

Mengapa harus mencintai Ahlul bait Nabi saw? Bagian (1)

Ahlul bait Nabi saw, artinya keluarga istimewa Rasulullah saw. Berbicara keluarga, seperti umumnya keluarga kita, ada yang hanya sebatas biologis minus ideologis, ada yang secara biologis plus ideologis. Ini umumnya keluarga kita. Dalam dataran ini juga terjadi dalam keluarga Rasulullah saw, yang hanya sebatas biologis misalnya Abu Jahal dan Abu Lahab. Yang secara biologis dan ideologis misalnya paman Nabi saw dan keluarganya yang seiman: Abbas, ibnu Abbas, Hamzah, puteri Rasulullah saw selain Fatimah Az-Zahra’ (sa).

Ada model keluarga yang ketiga, yang hanya terdapat dalam keluarga Rasulullah saw yaitu keluarga istiwewa.Yang mengistimewakan mereka adalah Allah dan Rasul-Nya. Bukan karena pilih-kasih Rasulullah saw terhadap keluarganya, tapi semata-mata karena kehendak Allah swt. Dan memang dalam menentukan sikap Rasulullah saw tidak pernah berdasarkan hawa nafsu tapi semata-mata karena kehendak Allah swt:

“Dia (Rasulullah) tidak pernah berbicara berdasarkan hawa nafsu, tetapi ia semata-mata berdasarkan wahyu diwahyukan kepadanya.” (An-Najm: 3-4)

Keluarga Rasulullah saw yang istimewa inilah yang disebut dengan istilah keluarga nubuwwah, keluarga kenabian. Mereka ini hanya lima orang: Rasulullah saw itu sendiri, Ali bin Abi Thalib, Fatimah, Hasan dan Husein. Lima orang inilah yang oleh Al-Qur’an disebut sebagai “Ahlul bait”, orang-orang yang disucikan oleh Allah swt dari salah dan dosa. Allah swt menyatakan dalam firman-Nya:

“Sungguh tiada lain Allah berkehendak menjaga kamu dari dosa-dosa hai Ahlul bait dan mensucikan kamu dengan sesuci-sucinya.” (Al-Ahzab/33: 33)
Untuk mengetahui lebih detail penjelasan Rasulullah saw dalam hadis-hadisnya tentang siapa yang dimaksud “Ahlul bait” dalam ayat ini dan Asbabun nuzulnya, silahkan klik di sini.

Perbedaan Timbal-balik dakwah para Nabi (as)
Dalam hal timbal-balik dakwah para Nabi (as) dari umatnya ada perbedaan.
Tentang upah dakwah para nabi Allah swt menyatakan:

(ia berkata): "Hai kaumku, aku tidak meminta harta benda kepada kamu (sebagai upah) dalam dakwahku. Upahku hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Tuhannya, akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui.” (Hud: 29)

Katakanlah: "Upah apapun yang aku minta kepadamu, maka itu untuk kamu. Upahku hanyalah dari Allah, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu". (Saba’: 47)

Katakanlah: "Aku tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhannya.” (Al-Furqan: 57)

Adapun upah dakwah Rasulullah saw Allah swt menegaskan dalam firman-Nya:

Katakan (hai Muhammad): “Aku tidak meminta upah apapun kepada kalian dalam dakwah ini kecuali kecintaan kepada keluargaku.” (Surat Asy-Syura: 23)

Dalam ayat ini Allah swt menegaskan bahwa upah yang harus berikan oleh umat Rasulullah saw kepada beliau dalam dakwahnya adalah kecintaan kepada “Keluarga Istimewa” beliau yang dalam surat Al-Ahzab: 33 sebagai “Ahlul bait”.

Tapi sangat disayangkan dalam terjemahan-terjemahan Al-Qur’an yang beredar di Indonesia, kata “Mawaddah fil Qurbâ” dalam ayat tersebut diterjemahkan: kasih sayang kekeluargaan. Terjemahkan ini jelas mengaburkan makna yang sebenarnya, makna yang telah dijelaskan oleh Rasulullah saw, dan dikutip oleh para ahli tafsir dan hadis. Adapun detail Asbabun Nuzul ayat ini, silahkan klik disini.

Jadi, mencintai Ahlul bait Nabi saw adalah perintah Allah swt. Tentu di sini ada maksud dan tujuannya yang sangat penting. Kecintaan kepada Ahlul bait Nabi saw dikaitkan secara langsung dengan misi dan dakwah Nabi saw.

Cinta, mengikuti dan menteladani punya kaitan yang tak dapat pisahkan. Orang yang mengikuti tanpa cinta yang sejati, namanya ikut-ikutan yang tak bermakna dalam kehidupan beragama. Seperti buih di atas lautan, bergantung arah angin. Cinta tanpa mengikuti dan menteladani, itu namanya cinta palsu.

Cinta kepada Ahlul bait Nabi saw juga dimaksudkan agar umatnya, pasca Rasulullah saw, merujuk kepada mereka dalam hal-hal keilmuan, supaya kita tidak bingung, ragu-ragu dan tersesat dalam beragama. Dalam keberagamaan khususnya dalam hal-hal yang penting dan prinsip tidak boleh merujuk pada sembarang rujukan.

Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kalian dua pusaka yang berharga: Al-Qur’an dan ‘Itrahku, Ahlul baitku.” (Shahih At-Tirmidzi 2: 219). Lebih detail tentang bermacam2 redaksi hadis ini dan rujukannya, klik di sini.

Allah swt mengisyaratkan orang-orang yang mengambil ilmu bukan dari pintu: “Bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya.” (Al-Baqarah: 189)
Ayat ini sangat berkait dengan sabda Rasulullah saw:

“Aku kota ilmu dan Ali adalah pintunya, barangsiapa yang ingin memasuki kota ilmu maka datanglah pada pintunya.” (Mustadrak Al-Hakim 3: 126)

“Barangsiapa yang menghendaki ilmu maka datanglah pada pintunya. Barangsiapa yang datang tidak melalui pintunya maka ia tergolong pencuri dan menjadi bagian dari pasukan iblis.” (Ash-Shawa’iqul Muhriqah, Ibnu Hajar: 183)

Tentang siapa pintu ilmu Rasulullah saw? Dalam bermacam-macam redaksi dan rujukannya, klik di dini.

Wassalam
Syamsuri Rifai

Pesantren Alam Maya
Macam2 shalat sunnah, doa-doa pilihan, dan artikel2 Islami:
http://syamsuri149.wordpress.com
http://shalatdoa.blogspot.com
Amalan praktis, Doa2 harian dan bulanan:
http://islampraktis.wordpress.com
Tafsir tematik, Asbabun Nuzul, hadis2 pilihan, keutamaan surat2 Al-Qur’an:
http://tafsirtematis.wordpress.com
Amalan Praktis, Adab2 dan doa2 haji dan umroh, serta artikel2 tentangnya:
http://almushthafa.blogspot.com

Milis:
http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia
http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa
http://groups.google.co.id/group/feng-shui-islami

Jaringan Pendukung:
http://syamsuri149.multiply.com
http://profiles.friendster.com/syamrifai
Mari kita perluas jaringan dan persahabatan:
http://id-id.facebook.com/people/Syamsuri_Rifai/1071108775

Mari bergabung di Group Pecinta Keluarga Bahagia:
http://www.facebook.com/group.php?gid=37020211895

Followers